Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Dia Kekasihku!


__ADS_3

"Kamu serius Dav? Kamu tidak sedang bercanda kan?"


"Aku serius Bella,sudah lama aku ingin mengungkapkannya,tapi aku masih ragu sama perasaan aku sendiri,aku takut menyakiti perasaan kamu untuk yang kedua kalinya." Ungkap David,tatap matanya begitu meneduhkan.


Membuat Bella yakin akan ucapan cowok itu,tadi dia ragu tapi sekarang keraguan itu hilang begitu saja.


"Kamu masih tidak percaya sama perasaan aku?" dia bertanya lagi.


"Aku percaya! Aku juga cinta sama kamu Dav," Bella juga mengungkapkan perasaannya. Malam itu mereka saling mengungkapkan isi hati masing-masing. Perasaan yang selama ini terus membelenggu,akhirnya lepas juga.


Bella merasakan kebahagiaan yang begitu dalam,tanpa sadar dia meneteskan air matanya.


"Tidak sia-sia aku menunggumu Dav,akhirnya cintaku terbalas juga" ucap Bella dalam hati.


David memeluknya dengan begitu erat,seolah tak ingin melepaskannya.


"Maafkan aku Bella,karena selama ini aku terlalu sering mengecewakan kamu,setelah ini aku akan berusaha menjadi lelaki yang lebih baik lagi untuk kamu." Janji David dalam hatinya.


°"""""°



"Kamu yakin sama keputusan kamu sendiri Bella?" tanya bu Santi memastikan.


"Iya bu,Bella yakin. Aku juga sudah memikirkan hal ini matang-matang,minggu depan keluarga David akan datang kesini,dan mereka berniat untuk melamar aku" ungkap Bella.


Bu Santi ikut senang mendengarnya,kebahagiaan Bella adalah kebahagiaannya juga.


"Apapun keputusan kamu,ibu akan selalu mendukung kamu nak,asalkan kamu bahagia." Ucap bu Santi,sembari mencium penuh kasih kening anaknya.


Bella sangat berharap kiranya David adalah lelaki pertama dan terakhir dalam hidupnya.


Hari ini Reno ke kantor David,dia ingin bertemu dan ngobrol bersama sahabatnya itu,rasanya sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama.


"Tumben hari ini kamu datang ke kantor aku Ren,biasanya kamu yang nyuruh aku untuk datang menemui kamu?"


"Sekalian aja Dav aku kesini,mau ngelihat gimana suasana di kantor kamu," jawab Reno.

__ADS_1


"Pasti ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan sama aku." Tebakan David tepat sasaran.


Reno mulai membenarkan posisi duduknya,dia duduk lebih tegak,menatap David dengan tajam dan berkata "Aku dengar dari Bella,kamu dan dia akan tunangan minggu depan,ya?"


"Kalau iya memangnya kenapa?" David balik nanya,dia tidak suka saat Reno membicarakan soal Bella di depannya. Dia merasakan kalau Reno akan menjadi saingannya.


"Dia itu milikku! Dan kamu tidak perlu mengganggunya"


"Apa kamu cemburu?"


"Heh" Reno tersenyum sinis kemudian lanjut berkata "Kamu tidak perlu takut,aku tidak akan merebutnya dari kamu."


"Aku sudah tahu kalau dari dulu kamu menyukainya" ucap David sinis.


Reno menggeser sedikit duduknya. Sekarang


matanya menatap lekat keluar jendela. Dia berpikir sejenak sebelum kembali berbicara. "Kau tahu david? Sekali saja kau menyakitinya kau akan berhadapan dengan ku!" ancam Reno.


"Kamu berani mengancam ku Ren,kamu itu sahabat atau saingan ku?" pertanyaan David membuat Reno bungkam.


"David,kamu jangan salah paham sama aku,aku cuma tidak ingin kamu mempermainkan Bella,kamu kan tahu sendiri kalau Bella sangat tulus cinta sama kamu," nada suara Reno terdengar lebih lunak. Dia tidak ingin David salah paham. Dan menganggapnya sebagai saingan.



Setelah mendengar kata-kata yang begitu meyakinkan keluar dari mulut David,Reno baru bisa bernafas lega.


"Aku harap kamu bisa mempertanggung jawabkan kata-kata yang sudah kamu ucapkan itu."


***


Setelah Reno pergi dari ruang kerja David,giliran Aurel yang datang. Gadis itu dengan santainya langsung duduk di atas sofa.


"Kenapa kamu enggak balas chatt dari aku Dav?" tanya Aurel penasaran.


David tidak menghiraukan sama sekali pertanyaan Aurel,dia sibuk dengan berkas lamaran pekerja baru.


"Kamu kok cuek gitu sih Dav?" tanya Aurel setengah merengek.

__ADS_1


"Aku lagi sibuk Rel,mending lain kali aja kita ngobrolnya?" ucap David tanpa menoleh ke arah Aurel.


Merasa ada yang aneh dari sikap David,Aurel langsung mendekati cowok itu.


"Jangan bilang kalau kamu menjauhi aku karena 'Bella sudah kembali kesini," tebak Aurel.


David melepaskan kacamatanya,dan menatap Ke arah Aurel,menghentikan sejenak kesibukannya. "Kamu tahu Aurel,aku dan Bella sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih,jadi aku mohon mulai detik ini jangan terlalu sering menghubungi aku,kalau tidak terlalu penting." David memberitahu.


Plak!


Ucapan David membuatnya merasa seperti di tampar keras, "Kamu menyuruh aku untuk menjauhi kamu ya?" tanya Aurel sedih,raut wajahnya tampak kecewa.


"Bukan begitu Aurel,aku tidak ingin Bella berpikir yang bukan-bukan tentang hubungan kita. Aku tidak ingin membuat dia kecewa,aku ingin menjaga perasaannya,sama seperti dia yang selalu menjaga perasaan aku,dia tulus sama aku,jadi mulai sekarang kita harus menjaga batas." David memberi peringatan.


"Jangan takut Dav,aku tidak pernah berharap lebih sama kamu,kita kan cuma teman biasa,enggak mungkin juga kan kalau Bella cemburu."


Aurel masih mencoba membuat David supaya tidak jauh darinya. Dia akan terus mencari cara agar cowok pujaannya tetap menjadi miliknya,kalau dia tidak berhasil memiliki David,maka yang lain juga tidak boleh memilikinya.


"Kalau pun cemburu,dia juga tidak akan mengatakannya sama aku Rel,dia lebih suka menyimpannya sendiri."


"Kamu tidak ingin menjadi teman dekat ku lagi Dav?" tanya Aurel sedih.


"Bukan begitu Aurel,aku hanya ingin kamu mengerti bagaimana posisi aku saat ini."


David tidak tahu harus memberi alasan apalagi sama Aurel,supaya gadis itu mengerti.


"Aku setuju untuk menjaga jarak dari kamu Dav,tapi tolong jangan menjauh dari aku. Jangan karena Bella sudah kembali,kamu dengan mudahnya melupakan waktu yang sudah empat tahun kita lewati bersama,aku tidak ingin kamu melupakan semua kenangan indah kita,walau bagaimanapun aku tetap ingin jadi teman dekat kamu," Aurel masih terus merayu David,berusaha merubah keputusan cowok itu.


"Aurel,dengar baik-baik ya!" David berdiri dan meletakkan tangannya di atas bahu Aurel seraya berkata "Kamu dan aku,kita tetap akan menjadi teman,cuma bisa sedekat dulu. Aku harap kamu bisa mengerti."



Aurel menurunkan tangan David yang berada di atas bahunya "Kamu sangat mencintai Bella ya,hingga kamu sanggup bicara seperti itu sama aku." Aurel menatap sepasang netra David dengan begitu dalam.



"Haruskah aku mengatakan kalau aku dan Bella akan segera bertunangan?" David bertanya dalam hati.

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak mugkin mengatakannya,kalau sampai Aurel tahu akan hal ini,pasti dia akan sedih,untuk saat ini sebaiknya aku biarkan saja Aurel tidak tahu tentang rencana mama sama papa melamar Bella untuk aku."


__ADS_2