
Sambil mengaduk jus jeruknya Bella kembali bicara "Reno pernah bilang sama aku kalau dia menyukai seorang perempuan,dan dia juga sudah membangun sebuah rumah untuk di tinggali bersama sang pujaannya itu,tapi sayangnya Reno tidak mau mengatakan padaku siapa perempuan itu," tutur Bella,dia tampak kecewa.
"Dasar gadis bodoh! Perempuan itu ya jelas kamu lah," batin David
"Dia polos apa pura-pura bodoh sih? Masa enggak tahu kalau selama ini Reno memang menyukainya." Ucap Ririn dalam hati. Dia dan David bergantian memandang Bella dan Reno.
Reno sendiri mulai merasa tidak nyaman dengan suasana yang mulai canggung itu.
Bella kemudian menambahkan "Tapi Reno bilang sama aku,kalau aku lebih mengenal gadis itu dari pada dia sendiri. Ah,berhari-hari aku berpikir siapa gadis yang di maksud Reno,tetap saja aku tidak tahu." Bella tersenyum melihat Reno. "Sekarang coba katakan sama kami Reno,apa benar gadis yang kamu maksud adalah Ririn" Bella sangat mendesak cowok itu. Membuat Reno semakin tersudut.
David segera mengalihkan topik pembicaraan,karena dia tahu kalau Reno tidak akan menjawab pertanyaan dari Bella.
"Sudahlah Bell,jangan terlalu mendesak Reno. Ini urusan pribadi dia,jadi biarkan aja dia menyimpannya dulu." Ucap David.
"Oh iya,dengar-dengar kalian sudah tunangan,jadi nikahnya kapan?" tanya Ririn berusaha mencairkan suasana. "Minggu ini!" jawab Bella spontan.
"Apa?" Reno terkejut,hampir saja air yang sedang di minumnya menyembur keluar.
"Kenapa kamu kaget gitu,Ren?" tanya Ririn,dia enggak suka melihat ekspresi kaget Reno.
"Cepat banget Bell." Ucap Reno kemudian.
"Orang tua kita sudah pada setuju Ren,semua itu mereka yang memutuskan,aku sama Bella ya ngikut aja,ya enggak say?" David mengedipkan sebelah matanya pada Bella,seraya tersenyum manja.
Bella mencubit pelan lengan David sambil berbisik. "Enggak usah sok romantis di depan mereka,nampak banget lebaynya."
"Hehe..." David terkekeh mendengar ucapan Bella.
"Wah udah ada yang mau nikah aja ni,kita di undang juga kan?" tanya Ririn.
Ririn duduk di samping Reno,dari tadi dia sangat senang apalagi setelah tahu kalau Bella dan David akan segera menikah,itu artinya Reno tidak punya lagi harapan untuk mendekati Bella. Jadi mau enggak mau,Reno harus bisa melupakan Bella untuk selamanya,menguburkan perasaannya yang sudah lama di simpan itu.
"Kamu juga di undang kok,datangnya bareng Reno ya,biar dia ada pasangannya gitu!"
__ADS_1
Semakin hancur perasaan Reno mendengar perkataan Bella. Sakit sekali rasanya mencintai dalam diam,tapi apa boleh buat,semua yang dia lakukan adalah untuk kebahagiaan sahabatnya juga,David.
\*\*\*\*
Hari ini matahari bersinar cerah,secerah hati Bella,karena sebentar lagi dia akan memulai hidup baru bersama David.
"Bella,kamu mau ikut ibu enggak?" tanya bu Santi di saat Bella masih asik mengetik di ruang kerjanya.
"Kemana bu?" tanya gadis itu tanpa menoleh.
Bu Santi yang berdiri di depan pintu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kesibukan anaknya. Ya,Bella memang cukup sibuk dalam dua hari ini,dia mempersiapkan semua keperluan untuk pestanya sendirian,dan itu sama sekali tidak di bantu oleh David,maupun bu Santi.
"Mau nemanin David beli perlengkapan untuk hantaran kamu,mau ikut enggak?"
"Aku kan calon pengantin bu,tinggal beberapa hari lagi,aku sudah enggak boleh keluar lagi,ibu saja yang beli sama David." Jawab Bella masih tetap fokus sama laptop di depannya.
"Oh iya bu,Bella pesan nasi gorengnya mang Koko ya,yang di jual di pinggir jalan itu," tambah Bella lagi.
Mendadak saja perasaan Bella tergerak untuk memeluk ibunya. "Ibu hati-hati,ya!" pesan Bella dengan hati tak menentu,dan mata mulai berkaca-kaca.
"Kamu sedih ya? Kan ibu cuma pergi sebentar." Ucap bu Santi saat melepaskan pelukannya. Dan di lihatnya ada beningan yang bertengger di pelupuk mata anaknya.
"Mungkin Bella terlalu senang karena sebentar lagi David akan seutuhnya menjadi milik Bella,bu." Jawab Bella,meski dia sendiri tidak yakin.
\*\*\*
Setelah kepergian sang ibu,hati Bella semakin gelisah. Sudah hampir satu jam dia mondar mandir di dalam ruang kerjanya.
Pikiran tak menentu. "Kenapa ini? Kenapa perasaan aku tiba-tiba enggak enak?" tanya Bella pada dirinya sendiri.
Dia kembali duduk di kursinya,mencoba menenangkan perasaannya yang semakin tidak jelas. Kemudian mengambil ponsel hendak menghubungi David,tapi niatnya itu di urungkan karena ada ke anehan yang sekarang tengah terjadi. Foto dirinya dan David yang di ambil pas acara pertunangan,tiba-tiba retak sendiri. Padahal Bella sama sekali tidak menjatuhkan foto itu,dan yang anehnya sejak kapan foto itu retak? Melihat kejadian aneh itu,membuat Bella semakin mengkhawatirkan David.
"Ya Tuhan... Pertanda apa ini?" jantungnya berdegup kencang.
Bella tidak mau hal buruk terjadi pada calon suami ataupun ibunya. Jadi dia memutuskan untuk menghubungi sang ibu.
__ADS_1
Berkali-kali sudah Bella menghubungi ibunya,tapi tak diangkat. Kemudian beralih menghubungi David,hasilnya juga sama. Malah nomornya David tidak aktif.
Kacau! Benar-benar kacau. Bella tambah uring-uringan,dia kemudian turun ke bawah untuk mengambil kunci mobil dan pergi menyusul ibu dan David. "Ya Allah,semoga ibu dan David baik-baik saja." Bella berdoa dan memohon,berharap kedua orang yang di sayangnya itu selalu dalam lindungan-Nya.
Baru aja kakinya menyentuh lantai bawah tiba-tiba...
PRANG!
Jatuh dan hancur berkeping-keping,sebuah foto besar yang di pajang di ruang tengah,foto ibunya. Benarkah ini pertanda buruk? Apakah hal seperti itu benar adanya atau hanya mitos?
Bukan menyepelekan,hanya tidak ingin percaya. Bella tidak sanggup menghadapi takdir buruk yang akan menimpanya.
Langkah Bella terhenti,pandangannya nanar dia menatap kosong ke arah foto ibunya yang tadi jatuh,hatinya menolak untuk percaya,tapi akal sehatnya tak bisa memungkiri kalau semua itu adalah pertanda hal buruk akan terjadi.
Foto ibunya di pajang dengan sangat baik di dinding itu,kalau di lihat tidak mungkin bisa jatuh sendiri. Dan satu lagi,foto kebersamaannya dengan David juga mendadak retak,tidak salah lagi hal buruk memang akan terjadi.
Akan terjadi atau memang sudah terjadi?
"Tidak!" Bella menjerit,dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat,berusaha menepis pikiran buruknya sendiri.
"Ibu dan David akan baik-baik saja,ini hanya kebetulan. Bella,kamu harus yakin! Ya kamu harus yakin kalau semuanya akan berjalan lancar." Bella menenangkan perasaannya.
Bella mendekati foto yang sudah pecah itu,menjauhkan beling-beling dari lembaran foto sang ibu,dan kemudian menaruhnya di atas meja. Dia membiarkan pecahan-pecahan kaca itu berserakan begitu saja di atas lantai,tak ada niat untuk membersihkan. Perasaannya masih belum tenang juga.
Hingga handphonenya berbunyi.
"Hallo Bella,kamu di mana?" tanya Reno,suaranya terdengar panik.
"Aku di rumah Ren,ada apa? Kenapa suara kamu panik gitu?" Bella ikutan khawatir.
"Bella,cepat ke sini! Aku sedang berada di rumah sakit,ibu dan David kecelakaan."
DEG!
Lemas seluruh tubuhnya begitu mendengar kabar buruk itu,Bella terduduk lemas di lantai,dan ponselnya jatuh begitu saja.
Air matanya jatuh tanpa dapat di bendung,ternyata jalan hidupnya penuh dengan cobaan berat.
__ADS_1