Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Salah Paham


__ADS_3

"Kabar ibu kamu bagaimana Bella? Bu Santi baik-baik aja,kan?" tanya mamanya David.



Mereka semua sedang berada di ruang keluarga,di sana juga ada pak Beni.



"Alhamdulillah tante,ibu sehat kok," jawab Bella.



"Kamu sudah bilang belum,tentang rencana kami untuk datang ke rumah kamu minggu ini?" tanya pak Beni. Bella melirik ke arah David,entah apa maksudnya.



"Kenapa enggak di jawab pertanyaan papa?" tanya David,saat sang kekasih hanya diam.



"Aku sudah mengatakan sama ibu,dan ibu setuju. Tapi,ada sesuatu yang membuat Bella mulai ragu om," ungkap Bella. Dan lagi-lagi dia menatap David.


"Bicara sama papa lihatnya ke aku,gimana sih kamu?" ucap David heran.


"Karena kamu yang buat aku ragu," Bella berkata terus terang,dia tidak ingin ada yang di tutup-tutupi lagi. Karena sebentar lagi dia dan David akan melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi.


"Maksud kamu apa Bella?" tanya David.



Pak Beni yang duduk di samping istrinya juga penasaran sama maksud perkataan Bella.



"Kalau Aurel masih suka nempel sama kamu,aku enggak yakin hubungan ini bisa bertahan lama,"



"Kamu masih berhubungan sama Aurel ya?" pak Beni dan bu Riska sama-sama kaget,mereka tidak tahu kalau David masih berhubungan sama Aurel. Karena yang mereka tahu David sudah tidak berkomunikasi lagi dengan Aurel setelah kejadian di malam pesta itu.



"Enggak kok ma,pa." Jawab David buru-buru. "Tadi siang Aurel memang datang ke sini,tapi itu bukan aku yang menyuruhnya,dia datang sendiri. Karena sudah beberapa hari dia call aku,tapi aku tidak menjawabnya," jawab David jujur.



"Kan papa sudah bilang sama kamu Dav,kamu harus bisa jauhi Aurel,dia itu sudah melewati batas,dia terlalu berambisi untuk memiliki kamu,jadi cowok harus konsekuen dong Dav," pak Beni mulai menceramahi anaknya.



David menunduk diam sambil mendengarkan dengan seksama. "Tuh,dengerin jadi cowok harus konsekuen," bisik Bella. David cengar-cengir enggak jelas saat itu.


"Iya,pa." Jawab David.


\*\*\*\*


__ADS_1


Di rumahnya,Aurel kebingungan mencari cara untuk merusak hubungan David dan Bella.


Berbagai macam cara sudah dia lakukan,tapi masih tidak berhasil.


Karena terlalu sibuk dengan pikirannya,Aurel tidak menyadari bahwa saat itu ada sepasang mata yang terus menatapnya dari balik pintu. "Sekarang aku tahu apa yang harus di lakukan," dia tampak senang.



Mungkinkah ada ide gila lagi yang sedang di rencanakannya? sang ibu mulai mengkhawatirkan sifat anaknya,Aurel sangat tergila-gila kepada David,dan bu Erin takut kalau Aurel sampai melakukan hal-hal berbahaya.



"Tidak akan aku biarkan kamu dan David bahagia Bella,aku pastikan kalian berdua akan menderita,lihat saja!" seringai jahat muncul di bibirnya. Bu Erin sudah menduga kalau Aurel tentu akan terus mencari cara untuk menghancurkan sepasang kekasih itu.



Yang membuat dia kepikiran saat ini adalah tentang sifat Aurel yang menjadi jahat,hanya karena cintanya di tolak sama David.



\*\*\*\*\*


Malam ini hujan turun dengan lebatnya dan membuat Bella kedinginan,saat itu dia sedang berada di luar toko pakaian,tadinya dia pergi bersama David,tapi sekarang Davidnya entah pergi kemana. Yang pasti dia menyuruh Bella untuk menunggunya di sana.


Bella terus menunggu David yang tak kunjung datang. Entah kenapa setiap dia sendirian seperti itu Reno selalu datang,dan kali ini Reno juga tiba-tiba aja berada di sana,dia keluar dari mobilnya sambil memegangi payung untuk menghindari hujan. Menatap Bella dengan hati berbunga-bunga.



Reno tersenyum,tapi Bella mengerutkan keningnya,dia heran kenapa tuh cowok juga ada di sana.


"Kenapa Reno selalu ada di saat aku sedang sendirian begini? Apakah semuanya hanya kebetulan aja,atau dia memang selalu ngikutin aku kemanapun aku pergi?" Bella bertanya-tanya dalam hatinya dengan penuh rasa curiga.


Bella tidak langsung menjawab,dia malah menatap Reno dengan pandangan aneh. "Kenapa dia yang bertanya,seharusnya aku yang nanyain kayak gitu,enggak jelas ni orang." Batin Bella.


"Di mana pun aku berada,dia juga ada di sana,hal ini sudah berkali-kali terjadi,mungkinkah dia ngikutin aku?" Bella jadi berprasangka buruk.


"Kok diam Bell,kamu tidak punya jawaban akan pertanyaan aku?" tanya Reno kembali.


"Seharusnya aku nanyain itu ke kamu,kamu ngapain di sini?"


"Lho,memangnya kenapa kalau aku ke sini?"


"Ya aku ngerasa aneh aja gitu,setiap kali aku sendiri,kamu selalu ada. Aku curiga jangan-jangan selama ini kamu terus ngikutin aku,ya?" tuduh Bella.


Tuduhannya mengundang gelak tawa Reno,dia melirik ke dalam toko pakaian itu sekilas lalu berkata "Kepedean banget jadi orang,ini toko milik aku Bella,ya wajar lah kalau aku datang kesini." Jawabnya masih tertawa.



GLEK!



Malu...



Ingin rasanya Bella melompat ke dasar lautan untuk bersembunyi dari cowok di depannya ini. "Ya ampun Bella,kamu ini benar-benar begok,kepedean banget sih,sekarang jadi malu sendiri kan?" ucapnya dalam hati.

__ADS_1



"Banyak alasan," Bella masih bersikap seolah tak percaya begitu saja dengan ucapannya Reno.



"Kalau kamu ragu dan tidak percaya sama kata-kata aku,ayo kita masuk lagi biar aku kenalin kamu sama karyawan toko aku!" ajak Reno.



Bella menolak,dia memang percaya pada Reno,hanya saja dia tetap mempertahankan egonya karena malu. "Enggak usah,aku di sini aja. Nanti kalau David datang,aku bisa langsung pulang."



Memangnya David kemana?" tanya Reno penasaran.



"Aku juga enggak... Akh!!!"



Bella terkejut saat ada seorang wanita muda yang berjalan cepat dan tanpa sengaja menabrak tubuhnya,membuat dia hampir jatuh,beruntungnya Reno dengan sigap menahan tubuh Bella hingga dia tidak jadi jatuh.



Reno memeluk pinggang Bella,membuat mereka sama-sama terpaku untuk beberapa saat,seolah tersihir,wajah mereka berdua sangat dekat. Dan yang anehnya wanita yang menabrak tubuhnya Bella langsung masuk ke dalam toko tanpa meminta maaf.



David yang baru saja datang dan melihat kekasihnya yang berada dalam pelukan cowok lain,tentu saja marah.


Dia masih duduk dalam mobilnya,melihat kejadian panas di depannya. "Bisa-bisanya mereka bermesraan di depan toko,Bella sudah keterlaluan." Ucapnya sambil menggenggam tinjunya,ingin memberi satu pukulan di wajah sahabatnya sendiri.


Dia terbakar api cemburu,tidak peduli apa yang akan terjadi ke depannya. David langsung turun dari mobilnya dan menerobos hujan yang masih lebat.



"Apa-apa kamu Reno?" David emosi dan memegang kerah baju cowok itu.



Bella terkejut dan berusaha menenangkan kekasihnya. David cuma salah paham.



"Dav,jangan marah dulu,dengerin penjelasan aku,ini enggak seperti yang kamu lihat," ucap Reno.



David masa bodoh,dia tidak mau mendengar penjelasan apa pun,yang dia tahu saat itu Reno dan Bella sedang berpelukan,dan itu terlihat mesra dimata dia.



"David,dengerin dulu! Jangan marah-marah kayak gini." Ucap Bella.


__ADS_1


"Kamu mau ngebela dia,kamu suka sama Reno?" pertanyaan David membuat Bella semakin tidak paham,kenapa David bisa semarah itu.


__ADS_2