
"Pak Alex pasti sibuk dengan pekerjaannya,atau bisa jadi dia sibuk dengan pacar barunya," kata Tika terdengar sinis. "Apa maksud kamu?"
"Kamu tahu,pak Alex sekarang sudah sangat dekat dengan mamanya Sasya,yang aku takutkan adalah dia dan mamanya Sasya memiliki hubungan spesial." Ucap Tika untuk yang terakhir kalinya,mereka segera menyudahi obrolannya dan membawa Bella masuk dalam kamarnya,setelah itu mereka segera menelpon dokter pribadi keluarga Bella untuk segera memeriksakan kesehatan Bella.
---
Tika dan Roy mengantarkan kepergian dokter yang memeriksa Bella sampai ke teras depan,saat itu terlihat mobil pak Alex memasuki gerbang.
Tika bersikap cuek,dia mengajak Roy untuk langsung masuk.
"Kenapa kamu tidak langsung menghubungi saya Tika?" tanya pak Alex kesal.
"Bukankah anda sibuk?"
"Sibuk? Untuk urusan Bella saya tidak akan menyibukkan diri," ucap pak Alex.
"Benarkah?" dia bertanya sinis tatapannya begitu dingin dan menusuk,dia bersikap begitu sebab di samping pak Alex ada bu Mirna,ibu dari perempuan yang sudah menghancurkan kehidupan Bella. Tatapan Tika begitu tidak bersahabat membuat Mirna risih duduk di tengah-tengah mereka. "Mas,aku ke kamar Bella dulu,ya!" ucap Mirna,pak Alex menjawab dengan anggukan kepalanya.
"Mas?" ulang Tika seraya melirik ke arah pak Alex begitu Mirna masuk ke kamar Bella yang berada di lantai dua.
"Kamu cemburu?" pertanyaan pak Alex membuat Roy tak bisa menahan tawanya.
"Maaf sebelumnya pak Alex,kata-kata anda tadi terdengar begitu menggelikan. Tika sudah punya saya sebagai suaminya,mana mungkin dia cemburu melihat anda dan bu Mirna. Lagi pula anda juga lebih pantas bersanding dengan wanita seumuran bu Mirna daripada Tika," ucap Roy.
"Bisa aja kan dia cemburu? Lagi pula wajah saya juga masih terlihat tampan,menikah dengan wanita seperti Tika juga tidak masalah."
"Pak Alex,anda terlalu percaya diri." Tika memandang dengan ujung matanya.
"Memang kenyataannya begitu kan?"
"Baiklah,sebaiknya kita ganti topik saja. Ada hal lain yang lebih penting yang perlu saya sampaikan pada pak Alex."
"Mengenai Mirna?" tanya Lelaki itu.
"Tebakan anda sangat tepat,mungkinkah pak Alex sudah mengetahuinya?" tanya Roy penasaran.
__ADS_1
"Saya sudah banyak mengalami kejadian buruk dalam hidup,semuanya harus bisa dijadikan pengalaman. Jadi tidak mungkin saya mau dekat dengan seorang wanita tanpa tahu asal-usulnya,apalagi wanita itu akan menjadi ibu sambungnya Bella,"
DEG!
Pernyataan pak Alex membuat mereka tidak bisa bernafas sesaat,jantung seolah berhenti berdetak. Secepat itukah pak Alex bisa jatuh cinta sama wanita yang baru di kenalnya?
"Kami tidak salah dengar kan pak?" Roy masih tidak yakin,dia berharap apa yang dikatakan pak Alex hanya candaan saja.
"Saya serius,meski belum genap satu bulan saya mengenal Mirna,tapi saya tahu kalau dia adalah wanita yang baik. Meski awalnya dia mau kerja di perusahaan saya karena ingin memanfaatkan kebaikan saya dan Bella."
"Bukan hanya itu pak,dia juga punya niat buruk terhadap bu Fanya,kakak angkatnya sendiri," ungkap Tika.
"Saya juga tahu hal itu Tika,dia sendiri yang sudah menceritakannya sama saya." Ucap pak Alex.
Tika hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sikap santainya pak Alex,lelaki itu bisa-bisanya bersikap tenang setelah mendengar semua pengakuan bu Mirna. Papanya Bella bahkan masih mau menerima wanita itu sebagai ibu sambungnya Bella.
----
"Tante ngapain ke sini?" tanya Bella dengan pandangan lurus ke depan,dia masih terbaring lemah di atas tempat tidurnya.
"Kamu juga marah sama tante?" tanya bu Mirna lembut. Dia sudah berniat untuk mengatakan semuanya pada Bella,dia tidak ingin Bella mengetahuinya dari orang lain,pak Alex sudah tahu dan sekarang dia akan memberitahu Bella tentang niat awalnya datang ke rumah Reno.
"Bella,ada sesuatu yang ingin tante katakan sama kamu,mungkin kamu akan marah setelah mendengarnya."
Bella tampak tidak perduli,dia seperti tidak menganggap keberadaan tante Mirna di sana.
"Kamu tidak mau mendengarnya Bella?" tanya bu Mirna sekali lagi.
"Aku tidak ingin mendengar apapun lagi tante,semua ini sudah jelas perbuatan Sasya dan bisa jadi tante juga ikut membantu," tuduh Bella tanpa mau mendengarkan penjelasan wanita di depannya itu.
"Jangan langsung mengambil kesimpulan seperti itu Bella,setidaknya kamu dengerin dulu apa yang akan tante katakan."
"Apapun yang akan tante katakan,tetap saja tidak bisa mengubah keadaan,semuanya sudah terlanjur terjadi." Lirih Bella,suaranya terdengar lemah.
"Ini tentang niat tante masuk ke dalam keluarga mbak Fanya," begitu bu Mirna mengatakan hal ini sama Bella,mendadak gadis itu mengalihkan pandangannya ke arah bu Mirna.
__ADS_1
"Maksud tante apa?"
Mirna pun mulai menceritakan semuanya sama Bella,tak ada satu pun yang dilewatkan. Mulai dari rencana jahatnya bersama Andre(mantan suaminya) dan rencana Sasya yang mau merebut Reno dari Bella.
Mendengar pengakuan bu Mirna membuat Bella terpaku,dia tidak berkutik matanya juga tidak berkedip. "Aku sudah menduganya,meski aku membantu Sasya bukan berarti aku percaya sama dia sepenuhnya,tapi aku enggak nyangka kalau tante juga punya niat jahat sama keluarga aku," Bella tampak kecewa.
"Tante tahu Bella enggak mudah bagi kamu untuk maafin tante,jujur saja begitu melihat kebaikan dan keikhlasan hati papa kamu,tante langsung merubah niat tante ini." Bu Mirna memperlihatkan ketulusan dalam ucapannya,dia ingin Bella percaya padanya.
"Lalu sekarang apa yang bisa tante lakukan untuk menebus semuanya?" tanya Bella.
"Tante akan mengatakan semua ini sama mamanya Reno,tante janji akan membawa Sasya pergi dari rumah Reno,tante enggak akan membuat hubungan kamu dan Reno terganggu dengan keberadaan Sasya," bu Mirna membuat janji dengan Bella.
"Itu artinya tante akan pergi dari sini?"
"Iya," angguk Mirna membenarkan.
"Meninggalkan papa?" pertanyaan Bella seketika membuat Mirna sadar kalau dia mulai menyukai pak Alex,tapi bagaimana Bella tahu hal itu?
"Kenapa? Tante pasti bingung kenapa aku tahu? Aku bisa melihatnya dari cara tante melihat papa,tante menyukai papa aku iya,kan?"
----
Di malam yang sama di kediamannya Reno,bu Fanya sedang berada di kamarnya Sasya. Reno dan mamanya di buat emosi setelah mendengar pengakuan yang keluar dari mulut Sasya.
"Maafin aku kak,semua ini memang salah aku andai saja aku tidak mendengarkan omongan mama mungkin semua ini enggak akan terjadi,dan sekarang kak Reno dan kak Bella pasti sudah menikah." Sasya semakin menangis sejadi-jadinya.
"Jadi selama ini kita sudah di tipu sama tante Fanya?" Reno menggenggam tinjunya menahan amarah yang sudah memuncak.
"Tega sekali Mirna melakukan hal ini sama kita Ren,padahal mama tulus sama dia." Bu Fanya sangat kecewa.
Reno menatap sekilas ke arah Sasya,hatinya sudah merasa ada yang aneh. Sekarang siapa yang sedang berbohong? Dia mulai bimbang.
"Bagus,mereka kayaknya mulai percaya sama aku. Maafkan Sasya ma,andai saja mama tidak menyuruh Sasya untuk mengakui kejahatan Sasya,mungkin hal seperti ini juga tidak akan terjadi,maaf kali ini aku harus mengorbankan mama." Sasya membatin.
Setelah tadi pagi mendengar obrolan mamanya dan pak Alex di telpon,Sasya langsung tahu kalau mamanya itu sudah mulai menyukai papanya Bella,dan dia yakin lambat laun mamanya pasti akan memihak Bella,sebelum semua itu terjadi Sasya sudah bertindak duluan,dia memfitnah mamanya sendiri hanya untuk mendapatkan perhatian dan kepercayaan dari keluarga Reno.
__ADS_1
"Maaf,aku harus membuat kak Reno dan tante marah sama mama. Aku tahu ma,sekarang tujuan kita sudah berbeda,sebelum mama mengatakan yang sebenarnya biar aku yang mengatakannya duluan."
----