
Malam pun akhirnya tiba,saat jarum jam menunjukkan pukul 08:00 Bella langsung melancarkan aksinya,dia keluar lewat pintu belakang dengan memakai Hoodie kesayangannya,malam ini begitu dingin.
Bella berharap ibu tidak melihatnya,dan kebetulan juga,saat itu rumah sedang kosong,karena Kanaya dan mamanya sedang pergi makan malam di luar. Satu keberuntungan juga bagi Bella,karena dia tidak perlu repot-repot membantu ibunya membuat makan malam untuk Kanaya dan mamanya.
David sudah berjanji akan menemuinya di dekat taman yang ada di sekitaran komplek perumahan Kanaya.
Saat Bella datang ternyata David sudah berada di sana. Wajahnya terlihat begitu tampan dan mempesona di bawah temaramnya lampu taman.
"Aku sudah menunggu kamu sejak tadi,ku pikir kamu sudah lupa dengan janji kita." Ucap David seraya bangun dari duduknya,dia menyambut kedatangan Bella dengan memperlihatkan senyum bahagianya.
"Maaf aku terlambat! Datang ke sini membutuhkan pengorbanan yang cukup besar." Ujar Bella.
"Ayo duduk dulu!" David mengajaknya duduk.
Dia terus menggenggam tangan Bella,matanya juga memandang Bella dengan lekat. Seolah enggan mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Bella,David baru menyadarinya sekarang. Ternyata Bella memang cantik,dia juga manis. "Kamu cantik Bell" puji David.
"Aku cantik?" tanya Bella bergumam,dia tersenyum lucu mendengar pujian dari cowok di depannya.
"David! Please deh,jangan ngelawak nggak lucu tahu!" ucap Bella.
"Aku serius,kamu memang cantik. Kamu itu cantik apa adanya,meski enggak di poles kayak cewek-cewek lainnya,kamu tetap cantik." David kembali memuji.
Bella menatapnya penuh kecurigaan, "Kayaknya ada sesuatu yang di sembunyikan David dari aku." Batin Bella.
"Kamu enggak percaya sama perkataan aku,em?" tanya David lembut.
"Iya,aku ngerasa kamu jadi aneh,mendadak romantis gitu dan pakek muji-muji aku segala lagi,"tutur Bella terus terang.
"Lho,memang iya kan kamu cantik? Terus aku harus bilang apa coba kalau bukan cantik? Kan enggak mungkin aku bilang jelek."
"Udah ah mujinya,kuping aku jadi gatel ni. Mending sekarang kamu bilang sama aku apa maksud dan tujuan kamu ngajak ketemuan di sini?" tanya Bella langsung ke intinya.
David menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan-pelan.
"Aku suka sama kamu Bella,dari sejak pertama melihat kamu aku sudah jatuh hati sama kamu. Kamu mau enggak jadi pacar aku?" Kata-kata itu keluar begitu lancar dari mulut David,dia tidak gugup sama sekali.
__ADS_1
DEG...
Apa yang di dengar Bella terasa seperti mimpi,di tembak oleh cowok sekeren dan setampan David adalah impian semua cewek.
"Kenapa harus aku Dav? Dari sekian banyak cewek-cewek di sekolah,kenapa kamu bisa suka sama aku? Mungkin kamu sedang tidak sehat,sebaiknya kamu pulang dulu dan pikirkan apa yang kamu ucapkan tadi! "Bella melepaskan jemarinya dari genggaman tangan David.
David masih terus berusaha meyakinkan Bella,tangan kekarnya menarik dagu Bella dan menyuruh Bella untuk menatap matanya.
"Lihat aku! Apa aku terlihat sedang tidak sehat? Aku serius Bell,aku ingin hubungan kita tidak hanya sekedar teman saja,aku ingin lebih dari itu."
"Kamu enggak malu punya pacar anak pembantu seperti,aku?"
"Enggak!" tegas David menggeleng.
"Aku sama sekali enggak malu,dan siapa pun yang berani gangguin kamu setelah ini,dia akan berurusan sama aku,aku cuma ingin ngejaga kamu Bell. Aku tulus," pungkas David.
Bella masih belum bisa percaya begitu saja,dia terus berusaha mencari kepastian di mata David,dia terlihat bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
"Dia kelihatannya serius,apa aku terima aja,ya?" tanya Bella pada hatinya.
"Bagaimana Bell? Kamu mau kan jadi pacar aku?"
"Kamu mau Bell? Kamu serius,kan?" tanya David senang. Dia meraih tangan Bella dan membawa gadis itu dalam pelukannya.
"Iya,aku mau!" jawab Bella meyakinkan.
Raut wajah cowok itu terlihat bahagia,tapi benar enggak ya David serius suka sama Bella? Dia dan Arman kan sudah sepakat menjadikan Bella sebagai taruhan,namun saat di lihat dari sorot matanya,David memang tulus dan bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
Kalau David hanya berpura-pura saja,maka sudah dapat di pastikan Bella akan sangat terluka perasaannya jika mengetahui rencana sebenarnya David dan Arman.
"Nay,sudah aku kirim ya" ucap Arman,ternyata dia juga berada disana. Dan tengah asik mengambil potret Bella dan David.
Dia juga menelpon Kanaya dan mengirimkan video yang sudah di rekamnya itu. Sepertinya besok di sekolah akan terjadi hal yang cukup menghebohkan.
*****
__ADS_1
Bella melangkahkan kakinya dengan santai menuju ruang kelas. Hari ini terasa aneh bagi Bella,karena sejak pertama dia menginjakkan kakinya di halaman sekolah semua mata tertuju ke arahnya. Mereka seperti sedang bergosip tentang dirinya.
Ketika melewati ruang guru,pandangan Bella teralihkan dengan banyaknya murid yang sedang berdiri di depan mading sekolah. Bella penasaran apa yang sedang di lihat oleh mereka.
Dia pun memutuskan untuk mendekati kerumunan itu,betapa kagetnya bella saat mengetahui bahwa fotonya bersama David semalam ternyata di jadikan pajangan di mading sekolah.
"Lis,bukankah ini video Bella yang anak pembantu itu dengan David ya?" ujar salah satu temannya.
"He em,itu Bella cewek yang sering di bully sama Andini dan teman-temannya itu." Sahut yang lain.
Tidak hanya itu,mereka juga mendapatkan video Bella dan David. Itu artinya semalam dia sudah di jebak oleh David dan teman-temannya,David sudah mempermainkan perasaannya.
Amarahnya sudah memuncak,dia sangat marah,dengan kasar Bella menarik semua foto dirinya yang sengaja di tempelkan di mading,entah siapa pelakunya yang pasti Bella curiga bahwa itu adalah ulahnya David dan teman-temannya.
"Eh...eh,apa-apaan lo? bentak Andini,dia menghalangi Bella yang hendak mencopot semua foto itu.
"Ini foto aku,terserah aku mau berbuat apa." Balas Bella mulai menunjukkan emosinya.
"Sudah berani ngejawab ya,kayaknya ni anak minta di tonjok deh." Ucap Andini.
Suasana semakin menegangkan,yang lain cuma menonton. Andini dengan teganya menarik rambut panjang Bella dengan kasar,membuat Bella tertengadah dan dia menjerit kesakitan.
"Aw... Sakit An,lepasin rambut aku!" Suruh Bella dengan nada tinggi.
"Ya...ya,keren banget. Semangat Andini! Kita lihat siapa yang akan menang!" suara sorak sorai teman-teman yang mulai memberi dukungan untuk Andini supaya berantem dengan Bella.
Bella sudah berkali-kali meminta Andini untuk menghentikan semuanya.
Tapi Andini berpura-pura tuli,dia semakin menjadi-jadi,Bella juga tidak tinggal diam,dia membalas perlakuan jahat Andini dengan cara menjambak balik rambutnya,Bella bahkan tidak tanggung-tanggung untuk mencakar wajah mulus Andini.
"Akh...
Gadis itu langsung melepaskan tangannya yang sedari tadi menarik rambut Bella. Di wajahnya sekarang terpampang jelas bekas cakaran kuku Bella,Bella tersenyum penuh kemenangan,dia senang karena sudah berhasil membalaskan rasa sakit hatinya.
Bella masa bodoh terhadap konsekuensi yang akan di terimanya nanti,karena sudah berani melukai wajah anaknya kepala sekolah mereka,Bella tetap pada pendiriannya. Dia tidak bersalah,semua itu Andini yang memulainya,dan semua murid juga menyaksikannya.
__ADS_1
Tapi Bella sadar tidak ada orang yang mau membela dirinya. Jadi sudah pasti dia akan mendapatkan hukuman yang cukup berat.
🌹 🌹