
Di malam yang sepi dan tenang,Reno menghabiskan kesendiriannya di roof top,di sana bu Fanya membuat taman kecil dan ada tempat duduk untuk bersantai juga,sehingga menghabiskan waktu sepanjang hari juga tidak akan membuat bosan.
"Kak Reno!" panggil Sasya.
Dia lagi,dia lagi... Benar-benar merusak suasana. Ada sedikit perubahan pada sikap Reno dalam dua hari ini,dia tampak lebih peduli terhadap Sasya. Semua itu di sebabkan oleh bu Fanya yang menceritakan keadaan keluarga adik angkatnya itu kepada Reno,hingga membuat Reno menaruh rasa simpati terhadap Sasya dan ibunya.
"Sendirian aja kak? Kak Reno enggak keluar malam ini?"
"Ngapain keluar?" tanya Reno heran.
"Malam ini kan malam minggu,biasanya kak Reno pasti keluar jalan-jalan sama kak Bella." Ujar Sasya.
"Malam ini Bella sibuk,dia sedang menghabiskan waktu bersama papanya,"
"Oh..." desis Sasya,dia tidak bertanya lebih lanjut lagi,soalnya dia tidak mau menyinggung tentang Bella saat sedang bersama Reno. Ada baiknya juga sih dia tidak menanyakan soal keluarga Bella. Biarkan saja Sasya tidak tahu tentang siapa Bella Sebenarnya,dan berasal dari keluarga apa dia.
"Besok kak Reno punya waktu enggak?" tanya Sasya.
"Kamu pasti mau ngajakin jalan-jalan kan?" tebak Reno menyunggingkan senyumnya.
"Kakak tahu aja isi hati aku," gumam Sasya.
"Tapi Sya,kayaknya besok enggak bisa deh,soalnya aku punya janji sama Bella," jawab Reno terus terang.
"Alasannya selalu Bella,huh... Perempuan itu tidak bisa di biarkan,kalau terus-terusan gini kapan aku bisa menjadi orang spesial bagi kak Reno. Aku harus cari cara lain!" Sasya membatin.
"Lain kali aja ya,Sya!" ucap Reno,dia melihat kekecewaan di wajah sepupunya.
Sasya tersenyum getir. "Hanya sekali-sekali saja Sasya minta di temenin sama kak Reno,itu saja tidak bisa. Enggak apa-apa deh,lain kali juga boleh," lanjut gadis itu,dia berbalik arah dan pergi meninggalkan Reno.
__ADS_1
Merasa tidak enak dengan Sasya,Reno bangkit dari duduknya dan berlari mengejar gadis itu,saat Sasya masih menuruni tangga satu persatu dengan langkah gontai Reno menarik lengan gadis itu,membuat Sasya membalikkan badannya menatap Reno.
"Ada apa lagi,kak?" tanya Sasya tidak bersemangat.
"Besok aku akan temenin kamu jalan-jalan."
Sasya mengerjabkan matanya beberapa kali,tidak percaya dengan apa yang di katakan Reno. "Benarkah? Lalu bagaimana dengan kak Bella?"
"Kamu tidak perlu memikirkan tentang Bella,biar nanti aku yang bicara sama dia,aku yakin Bella bisa memahaminya."
"Tidak usah deh kak,lagian kak Reno sudah berjanji sama kak Bella,dan janji harus di tepati. Kalau kak Reno membatalkan janji sama kak Bella hanya karena aku,nanti takutnya kak Bella malah berpikir yang macam-macam,jangan sampai gara-gara aku hubungan kakak sama kak Bella jadi renggang." Tutur Sasya,dia terus berusaha bersikap sebaik mungkin di depan Reno,supaya Reno bisa menyukainya dan perlahan-lahan akan jatuh ke dalam pelukannya.
Reno tidak tahu kalau yang di lakukan oleh Sasya,semua hanya pencitraan saja.
\*\*\*\*
Semalam Tika sudah menceritakan semuanya sama Bella,tentang rencananya untuk menikah dengan sang kekasih di luar negeri.
Meski pengakuan Tika awalnya tidak di percayai oleh Bella,tapi setelah melihat pesan dari kekasihnya Tika,barulah Bella percaya.
"Sulit di percaya kak,selama ini aku pikir kak Tika tidak pernah menjalin hubungan dengan lelaki mana pun,enggak tahunya kak Tika bahkan sudah memiliki calon untuk menikah," ucap Bella.
"Makanya jadi orang jangan sok tahu,pakek ngomongin aku enggak laku dan enggak ada yang mau lagi," sungut Tika.
"Hehehe... Sorry deh,aku kan cuma bercanda waktu itu."
Pak Alex menatap anaknya dan Tika dari kejauhan,lelaki itu tidak ikut mengantarkan kepergian Tika. Dia hanya melihat Tika untuk terakhir kali dengan berdiri di depan pintu rumahnya,sedangkan Tika sudah berada di luar gerbang kediaman mereka,bersama Kenzo dan Jacky yang sudah bersiap-siap untuk mengantarkan Tika ke bandara.
"Kakak pamit ya Bell,jaga diri baik-baik. Dan kalau terjadi sesuatu jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi kakak. Kak Tika juga sudah siapkan dua bodyguard untuk kamu," ucap Tika sambil melihat ke arah Kenzo dan Jacky.
__ADS_1
"Memangnya mereka bisa berguna untuk aku?" tanya Bella,melihat Kenzo dan jacky dari atas hingga bawah.
"Jangan remehin kami non Bella,kami ini paling bisa di andalkan," ucap Kenzo memuji dirinya sendiri.
"Iya,aku tahu!" sahut Bella.
"Cepat dong bos! Nanti kita ketinggalan pesawat," ucap Jacky menghentikan obrolan mereka,karena hari sudah hampir siang.
Tika menyudahi obrolannya dengan Bella,untuk yang terakhir kalinya dia mengucapkan selamat tinggal pada Bella. Dengan penuh rasa sedih Bella hanya mengangguk dan tetap berusaha tersenyum. Sebelum benar-benar pergi,Tika juga sempat melemparkan senyumnya kepada pak Alex,dia juga berpesan kepada lelaki itu untuk menjaga Bella dengan baik sampai dia kembali.
Hari itu adalah hari yang menyedihkan untuk Bella,meski Tika hanya pergi sebentar tapi Bella tetap merasa tidak tenang. Tika memang harus pergi,dan dia tidak boleh egois,selama ini perempuan itu sudah menjaganya dengan baik,Tika juga berhak bahagia,dia punya pilihannya sendiri. Dia akan menikah,tidak mungkin Bella menahannya dan menyuruhnya untuk tetap tinggal,apalagi sekarang pak Alex sudah kembali.
\*\*\*\*
Sasya memakai baju yang cantik dan merias dirinya dengan baik,setelah melihat penampilannya yang sempurna di depan cermin rias,Sasya langsung keluar menemui Reno,cowok itu sedang menunggunya di bawah.
Di waktu yang sama pula,Bella sedang bersiap-siap menuju tempat pertemuan mereka yang sudah di tentukan dari semalam.
Sore itu,Bella bertemu dengan Reno. Melihat Reno yang mengajak Sasya untuk ikut serta,sama sekali tidak membuat Bella marah. Rupanya semua sudah mereka rencanakan,Sasya sangat marah begitu tahu kalau dirinya di permainkan oleh Reno.
"Kakak gimana sih! Katanya cuma kita berdua,tapi ini kak Bella juga ada," dia tak bisa berpura-pura baik lagi.
"Maafkan aku Sya,ternyata aku enggak bisa ngebatalin janji sama Bella,jadinya hari ini kamu ikut bareng kita aja jalan-jalannya." Ucap Reno dengan ekspresi bersalahnya.
Bella masih terus berdiri di depan restorannya menunggu Reno keluar dari mobil. Sasya ngambek,dia kesal sama Reno karena apa yang dikatakannya semalam berbanding terbalik dengan apa yang terjadi hari ini.
__ADS_1