Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Tak Ada Rasa Sayang


__ADS_3

Setelah dirinya keluar dari gedung rumah sakit,kini Bella di buat bingung dengan keadaan di sekitarnya. Dia tidak pernah berjalan sejauh ini,rumah sakit tempat dia berada sekarang sangat jauh dari tempat tinggalnya.



Dia juga tidak punya uang untuk naik angkot,mau pulang jalan kaki jelas aja enggak mungkin. Bisa-bisa kakinya pada keriting semua nanti.



"Aku harus pulang naik apa?" Gumam Bella kebingungan.



"Biar aku antar!" ucap Reno,ternyata dia sudah berdiri di belakang Bella sejak tadi,Bella saja yang tidak menyadarinya.



"Enggak usah,aku bisa pulang sendiri." Ucap Bella ketus,dia masih tidak bisa memaafkan apa yang sudah di lakukan mereka kepadanya tadi di sekolah.



"Aku tahu kamu enggak punya ongkos buat pulang,jadi sebaiknya kamu pulang bareng aku aja. Anggap saja ini sebagai permintaan maaf aku sama kamu soal kejadian tadi di sekolah." Reno masih berusaha membujuk.



Bella mulai berpikir sejenak,kalau dia menolak ajakan Reno entar dia pulang naik apa coba? Tapi kalau menerima tawaran cowok itu,bagaimana kalau sebenarnya Reno punya niat buruk untuk mencelakainya.



"Udah enggak usah banyak mikir,aku enggak ada niat apa-apa kok,kamu tenang aja. Karena aku yang sudah bawa kamu ke sini,maka aku juga yang harus nganterin kamu pulang." Reno langsung menarik lengan Bella tanpa aba-aba,dan membawa gadis itu masuk ke dalam mobilnya yang masih berada di parkiran.



Bella ikut aja,dia tidak menolak sama sekali saat Reno menyuruhnya masuk,dia juga tidak punya pilihan lain lagi,yang penting dia bisa sampai di rumah dengan selamat.



\*\*\*\*



Baru aja Bella tiba di rumah,dia sudah di kejutkan dengan tamparan keras dari Nyonya Dewi,mamanya Kanaya.



PLAK!!!



Satu tamparan keras mendarat di pipinya yang halus. Bella tidak mengerti,dia bingung kenapa Nyonya Dewi menamparnya saat itu.



"Kenapa Nyonya menampar saya? Salah saya apa?" tanya Bella bingung.



"Salah kamu? Kamu mau tahu salah kamu itu apa? Salah kamu itu banyak Bella,dan enggak bisa di sebutin satu persatu!" ucap wanita itu dengan suara lantang.



"Salah kamu karena kamu sudah merusak kebahagian aku,kamu sudah membuat kasih sayang papa sama aku jadi terbagi." Ucap Kanaya yang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan dirinya.



"Tamparan itu adalah balasan untuk apa yang kamu lakukan sama Kanaya tadi di sekolah," sambung Nyonya dewi lagi.



"Tapi,soal kejadian di sekolah bukan Kanaya yang di salahkan Nyonya,tapi saya! Pak Alvin menghukum saya dengan berdiri di tengah lapangan sampai bel pulang sekolah di bunyikan." Bella menjelaskan dengan suara keras.dia sudah tidak bisa bersikap lemah lembut lagi,kali ini mereka sudah keterlaluan memperlakukan dirinya.


__ADS_1


"Kamu semakin kurang ajar ya,berani-beraninya kamu meninggikan suara di depan saya!" bentak Nyonya Dewi.



Bu Santi yang mendengar suara ribut-ribut di ruang tengah segera datang untuk melihat apa yang terjadi.



"Santi,lihat anak kamu ini,dia sudah berani bersuara lantang di depan saya!" ucap Bu Dewi.



"Bella enggak salah bu,ini semua perbuatan Kanaya,dia yang sudah mencelakai Bella tadi di sekolah,hingga kepala Bella terluka seperti ini!" Tunjuk Bella,memperlihatkan keningnya yang terluka karena perbuatan Kanaya.



"Bella,minta maaf sekarang sama Kanaya!" perintah Bu Santi.



"Kenapa harus Bella yang minta maaf? Dia yang salah bu,bukan Bella." Bella bersikeras tidak mau meminta maaf sama Kanaya.



Kanaya tersenyum senang karena tidak ada seorang pun yang membela gadis itu,termasuk ibunya sendiri.



"Bella!!!"



Bentak Bu Santi.



Bella terkejut mendengar suara bentakan yang keluar dari mulut ibunya,kenapa ibu tidak pernah ada untuknya,sekali saja Bella ingin melihat ibunya berdiri di sampingnya dan membelanya.




"Ibu kenapa tidak pernah membela aku? Apa aku bukan anak ibu?" Akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut Bella.



"Jelaskan saja semuanya sama dia Santi,katakan yang sejujurnya! Katakan sama dia dari mana dia berasal,biar dia tahu diri,biar dia tahu siapa dia sebenarnya!"



Bergetar sekujur tubuh Bella mendengar perkataan Bu Dewi,apa maksud dari ucapan wanita itu?



"Jelasin apa bu? Apa maksud semua ini? Apa maksud Nyonya Dewi bicara seperti itu,bu? Tolong jelasin sama Bella!"



Bella menggoyang-goyangkan bahu ibunya,meminta penjelasan dari wanita itu. Namun Bu Santi masih bungkam. Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.



"Ayo Santi,tunggu apa lagi? Katakan saja yang sebenarnya sama dia,ini saat yang tepat." Bu Dewi terus memanas-manasi keadaan.



Bu Santi tampak ragu,namun dia juga seperti sudah tidak sanggup untuk menahannya lebih lama lagi.



Hingga...

__ADS_1


"Kamu bukan anak ibu,Bella."


Duaaarrr...



Bagai di sambar petir,hati Bella di buat hancur saat mendengar pengakuan ibunya. Benarkah? Benarkah dia bukan anak kandung Bu Santi?



Kalau memang benar dia bukan anak wanita itu,berarti apa yang selama ini di pikirkan oleh Bella tidak salah.



Mata Bella mulai berkaca-kaca. "Bu,ibu tidak sedang bercanda,kan?" tanya Bella,dia masih tidak percaya.



"Ibu serius Bella,ibu tidak bercanda kamu memang bukan anak ibu." Ungkap Bu Santi.



Wajahnya datar tanpa ekspresi,begitu dingin.



Belasan tahun dia merahasiakan ini semua dari Bella,dia yang merawat Bella,tapi kenapa tak ada sedikitpun rasa sayangnya untuk Bella.



"Kamu dengar sendiri,kan? Kalau kamu itu bukan anaknya Bu Santi. Jadi,mestinya kamu itu sadar diri dong Bella,kamu sudah di rawat hingga sebesar ini sama dia,dan satu hal lagi kamu jangan lupa kalau kamu itu tinggal di rumah saya,jadi jangan sekali-kali bertindak kurang ajar sama saya atau sama Kanaya,mengerti!" Ucap Bu Dewi panjang lebar,dan setelah itu dia berlalu dari sana,meninggalkan Bella dan ibunya.



Kanaya mengikuti langkah mamanya dari belakang,sebelum pergi Kanaya berjalan mendekat ke arah Bella dan membisikkan sesuatu di telinganya.



"Selamat atas penderita baru lo Bella,mulai hari ini,detik ini kehidupan lo enggak akan pernah tenang,gue pastiin lo bakal membayar semuanya!"



Ancaman Kanaya membuat jantung Bella berhenti berdetak. Kenapa Kanaya sangat membenci dirinya?



Hanya karena kasih papanya yang terbagi untuk Bella,sampai membuat Kanaya menjadi pendendam seperti itu.



Kebencian Kanaya terhadap Bella rasanya sudah sangat keterlaluan,tapi bella bisa apa,tidak ada orang yang mau membelanya.



Tidak ada yang menyayanginya di rumah itu,Bella masih berdiri mematung menatap ibunya,dia ingin meminta kejelasan,dia ingin mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi.



Bagaimana bisa dia bukan anak Bu Santi? Kalau bukan anak beliau,lalu Bella anak siapa?



"Bu,tolong jelasin semuanya sama Bella,bu!" Pinta gadis itu,sampai saat ini dia masih bisa membendung air matanya,karena menurut Bella yang di katakan ibunya tadi hanya untuk menakut-nakutinya saja.



Bu Santi tidak menjawabnya,wanita itu berbalik arah dan pergi masuk ke kamarnya,bella mengejar ibunya dari belakang.



"Bu,ibu mau kemana? Jelasin dulu bu sama Bella!" Bella mengejar ibunya bersamaan dengan jatuhnya beningan kristal yang sejak tadi bertengger di pelupuk matanya.

__ADS_1


__ADS_2