Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Ulah Sasya


__ADS_3

"Hari pernikahan semakin dekat,Bella dan Reno semakin sulit untuk bertemu. Dan hari ini dia berniat untuk menyelesaikan semua pekerjaannya di kantor yang memang belum selesai.


Reno pulang kemalaman dia juga belum makan malam,jadinya dia mengajak Ririn untuk makan sekalian. Ririn tidak menolak sama sekali karena dia juga sangat lapar,apalagi mereka baru aja selesai meeting sama klien.


Mereka berdua hanya memesan dua porsi nasi goreng dan dua gelas teh hangat,makanannya sangat sederhana. Tempat mereka makan bukanlah restoran mewah melainkan warung makan biasa yang berada tepat di seberang jalan menuju kantor,makanan di sana juga tidak kalah enaknya.


Saat sedang nikmat-nikmatnya makan berdua sama Reno,mendadak si rubah kecil muncul. Sasya datang tanpa di undang dan membuat selera makan Ririn hilang,dia merusak semuanya dan jujur saja Ririn benar-benar tidak nyaman dengan kehadiran gadis licik itu.


"Kak Reno kenapa belum pulang?" tanya Sasya,dia mengambil posisi duduk di samping Reno.


"Habis ini aku langsung pulang," jawab Reno masih sibuk mengunyah makanannya. Ririn berpura-pura tidak peduli dia makan sambil memainkan handphone di tangannya.


"Buruan dong kak,makannya!" desak Sasya enggak sabaran.


"Jangan mendesak Reno untuk menghabiskan makanannya,enggak baik lho Sya," tegur Ririn sengaja ingin membuat Sasya terlihat buruk di depan Reno.


Sepertinya berhasil,sekarang ekspresi Reno berubah tidak senang.


"Lagian kamu ngapain nunggu aku? Pulang aja sendiri!" suruh Reno gusar.


"Perempuan ini sengaja ingin membuat aku terlihat buruk di depan kak Reno." Batin Sasya.


"Kakak lupa ya kalau malam ini kak Bella sama pak Alex datang ke rumah,mereka sekarang sedang menunggu kakak di sana. Tadi kak Bella yang nyuruh aku nyariin kakak," Sasya menjelaskan.


Membuat Reno hampir tersedak,dia lupa kalau malam ini ada pertemuan keluarga untuk membahas acara pernikahan mereka yang tinggal beberapa hari lagi.


"Ren,kayaknya aku harus pulang duluan deh,ada sedikit masalah di rumah," ujar Ririn.


"Mendesak banget ya?" tanya Reno.

__ADS_1


"Iya tetangga aku yang ngirim pesan,aku tanya kenapa,tapi dia nyuruh aku pulang dulu."


"Ya sudah,hati-hati ya!" pesan Reno. Ririn mengangguk dan langsung pergi dengan buru-buru.


"Aneh,kenapa Ririn buru-buru banget ya?" gumam Reno bertanya,dia penasaran ada masalah apa sama temannya itu.


"Udah kak,enggak usah mikirin dia. Habisin dulu makanannya terus kita pulang deh," Sasya sudah enggak sabar.


"Semoga aja semuanya berjalan sesuai rencana," batin Sasya.


{{∆∆}}


Ririn merogoh tasnya mencari kunci mobil, "Kunci mobil aku di ma---"


Belum sempat Ririn menyelesaikan ucapannya tiba-tiba dia pingsan,dua orang pria tak di kenal datang dan memukulnya dari belakang.


Dua pria bertopeng itu segera memasukkan Ririn dalam mobil. "Ambil hpnya dan hapus pesan tadi,pastikan kita tidak meninggalkan jejak sedikit pun!"


"Dan saya akan menelpon bos Sasya dan mengatakan bahwa semuanya berjalan lancar."


Sedangkan Sasya sendiri sudah berada di tempat parkiran mobil bersama Reno,jalanan yang agak sepi semakin mempermudah rencana busuknya. Di sana drama besar baru di mulai,dua orang laki-laki dan seorang wanita bertopeng datang dari arah belakang mereka. Wanita itu memukul Sasya hingga pingsan,Reno yang baru menyadarinya terkejut melihat kejadian itu,dia hendak melawan namun tiba-tiba seseorang datang dan membekap mulutnya dari belakang,dia di bius.


Begitu Reno tak sadarkan diri,Sasya bangun dengan senyum penuh kemenangan,ternyata dia cuma pura-pura tadi. "Masukkan dia ke mobil!" suruh Sasya.


Mereka segera pergi dari sana menuju rumah baru Reno,Sasya sudah menyusun rencana jahatnya dengan begitu rapi hingga dia yakin bahwa tidak akan ada yang tahu kalau itu semua adalah rancangannya.


Saat di tengah perjalanan Reno mendadak sadar,dia masih bingung apa yang sedang terjadi dengannya,dan betapa terkejutnya dia begitu menyadari kalau Sasya terbaring tak sadarkan diri di sampingnya,dia berusaha melepaskan tali yang mengikat tangannya. "Kalian siapa? Cepat lepasin aku!" suruh Reno.


"Heh,diam kamu! Jangan banyak ngomong kalau masih mau hidup!" lelaki di depannya mengancam menggunakan pisau.

__ADS_1


Reno berpaling ke arah seseorang yang duduk sambil memegang Sasya yang masih tidak sadar,Reno tahu kalau orang tersebut adalah seorang wanita. Tapi siapa dia? Reno penasaran.


"Billi,cepat lakukan seperti yang si bos suruh!" ucap lelaki yang sedang menyetir mobil.


Billi mengambil satu botol minuman yang sudah disiapkannya dan memaksa Reno untuk meminumnya,Reno berusaha mengelak tapi tidak bisa karena tangan dan kakinya diikat dengan kuat.


Entah obat apa yang di masukkan dalam minuman itu perlahan-lahan matanya terpejam,dia kembali pingsan.


Begitu sampai di tempat yang di tuju,Sasya turun dan Reno di bawa masuk oleh orang-orang suruhannya,mereka menidurkan Reno di kamar utama sesuai dengan perintah Sasya. Kamar utama adalah kamar yang akan di tempati oleh Reno dan Bella setelah mereka menikah,dan sekarang kamar itu malah di gunakan Sasya untuk membuat sejarah paling menyakitkan dalam hidupnya Bella.


Sasya akan membuat Bella hancur sehancur-hancurnya dan dia sangat yakin kalau Bella akan membenci Reno seumur hidup.


"Bella akan tenggelam dalam lautan kesedihan yang aku buat kak Reno sayang," desah gadis itu.


Sasya menghapus make up-nya, mengacak-acak rambutnya sendiri dan membuat dirinya terlihat kacau,supaya Bella percaya dengan apa yang telah terjadi malam ini.


Sambil tersenyum bahagia Sasya tidur di samping Reno yang masih berada di bawah pengaruh obat tidur dia memeluk cowok itu. "Mulai sekarang kamu milikku kak."


Sasya merasa sudah menang sekarang,semesta seperti berpihak padanya. Dia tidak merasa malu dengan apa yang dilakukannya sekarang,dia malah bangga dengan dirinya sendiri yang mampu melakukan semua itu tanpa bantuan dari mamanya.


\*\*\*


Bella dan papanya masih menunggu Reno dan Sasya pulang hingga jam di dinding sudah menunjukkan pukul 23:45,tak ada tanda-tanda kalau mereka akan pulang. Berkali-kali Bella menghubungi Reno tapi nomor cowok itu masih tak bisa dihubungi juga.


Sasya juga demikian,membuat Bella semakin frustasi. Keluarga Reno juga sangat khawatir. "Mbak,perasaanku tiba-tiba aja enggak enak." Ungkap Mirna.


"Jangan bicara seperti itu Mir,di saat-saat seperti ini kita tetap harus berpikir positif," ujar bu Fanya menegur,meski dia sendiri juga merasa begitu.


"Sayang,nomornya Reno sudah bisa di hubungi belum?" tanya pak Alex.

__ADS_1


"Belum pa," Bella menggeleng sedih,dia terlihat sangat khawatir dengan Reno. "Nomornya terakhir aktif dua jam yang lalu,ini sepertinya saat Sasya dan Reno masih makan deh," lanjutnya.


Mereka terus menunggu dengan harap-harap cemas.


__ADS_2