Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Niat Jahat Kanaya


__ADS_3

Begitu Bella masuk ke ruang kelas bersama David,semua mata menatap mereka dengan tatapan tak percaya.



"Andin,coba lo lihat itu kan Bella sama David!" Tunjuk Meta yang kebetulan duduk dibelakang Andin.



Andin melihatnya dengan mulut ternganga,tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang,seorang gadis biasa seperti Bella bisa jalan sama cowok yang menjadi idola di sekolah mereka.



"Gue enggak salah lihat,kan?"



"Ya enggak lah!"



David mengantar Bella sampai ke tempat dimana Bella duduk,dengan penuh rasa percaya diri David berkata dengan lantang. "Mulai hari ini dan seterusnya Bella adalah teman gue,dan siapapun yang berani menyentuhnya bakal berurusan sama gue,ngerti!" Bentak David di akhir kalimatnya.



"Ngerti!" Semua siswa menjawab kompak,meski mereka masih bingung kenapa tiba-tiba David bisa dekat sama Bella.



"Terutama lo Andini,dan kedua teman lo itu." Ucap David,dia menatap tajam Andini dan dua temannya,membuat Andin tidak berani balas menatapnya,gadis itu hanya bisa diam saja tak menjawab.



Andini memang anak kepala sekolah,tapi jabatan papanya kalah jauh dengan jabatan papanya David.



"Aku masuk kelas dulu ya,kalau ada yang ganggu kamu jangan ragu untuk mengatakannya sama aku" ucap David lembut.



"Iya,makasih ya Dav!" Bella tersenyum senang,dia menatap kepergian David dengan hati berbunga-bunga.



Usai kepergian David bel tanda masuk pun berbunyi,kelas kembali hening semua Siswa-siswi sudah duduk di bangku mereka masing-masing. Tapi masih ada juga beberapa di antara mereka yang bergosip tentang Bella dan David.



Pak Jono memasuki ruang kelas dengan langkah cepat. Guru itu memberi salam dan dijawab kompak oleh semua siswa.



Beliau kemudian duduk di kursinya,dan mulai menatap satu persatu muridnya.



Ekspresi wajahnya terlihat begitu serius,entah apa yang ingin dikatakan oleh guru itu.



"Jadi untuk memperingati hari ulang tahun sekolah,semua guru sudah sepakat untuk membuat acara perlombaan antar kelas,dan pemenang lomba kali ini tidak hanya akan mendapatkan piala atau sertifikat saja. Mereka juga akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai sesuai dengan juara yang dapat di raihnya." Tutur Pak Jono.

__ADS_1



"Memangnya berapa banyak uang yang dijadikan sebagai hadiah lomba itu,Pak?" tanya Doni selaku ketua kelas.



"Juara satu akan mendapatkan uang tunai sebanyak tiga juta,kalau juara dua akan mendapatkan dua juta dan seterusnya!" pungkas lelaki itu menutup pengumumannya.



Mata mereka membulat mendengar jumlah uang yang akan mereka dapatkan,jika berhasil meraih juara di lomba itu.



Tak terkecuali Bella,gadis itu juga sangat senang,akhirnya dia punya jalan keluar untuk masalah yang sedang di hadapinya. Kalau menang dan mendapatkan uang maka Bella bisa membayar hutangnya kepada Nyonya Dewi.



"Kalau boleh kita tahu,lomba apa saja yang akan di adakan Pak?" tanya Yuna kemudian.



"Kalau kalian mau tahu lebih lanjut,kalian bisa melihatnya di mading saat jam istirahat nanti. Sekarang buka buku kalian! Kita akan melanjutkan materi minggu lalu." Tegas Pak Jono ,tak ingin basa basi lagi,karena menurut lelaki itu apa yang disampaikannya tadi sudah cukup menyita jam pelajarannya.



Lagian mereka juga bisa melihat pengumuman di mading.



\*\*\*\*




"Sendirian aja Bell? Boleh aku temenin?" Bisik David tepat di samping telinganya. Membuat Bella tersentak kaget.



"Akh...!" Pekik gadis itu cukup kaget,karena David datang tiba-tiba tanpa disadarinya. Cowok itu duduk disampingnya begitu dekat bahkan tak ada jarak,membuat Bella merasa risih sendiri.



"Kamu gitu aja kaget,kayak ngelihat setan aja." David menampakkan wajah cemberutnya.



Tidak banyak Siswa di perpustakaan,hanya ada beberapa orang saja,dan mereka itu adalah murid-murid yang berprestasi disekolah,dan jangan lupa mereka itu juga yang sering di sebut sebagai si kutu buku.



"Setan tampan." Ucap Bella bergurau,dia tersenyum manis ke arah David. Dan siapa sangka kalau ternyata senyuman Bella mampu menggetarkan hati cowok itu.



Sebenarnya Bella juga cantik,hanya saja kecantikannya itu jadi tertutupi oleh penampilannya yang apa adanya. Namun,jika dilihat dengan seksama Bella memiliki paras yang lebih cantik ketimbang Kanaya,paras cantiknya itu hampir mirip dengan pemain sinetron yang bernama Cut Syifa.Tidak hanya cantik tapi Bella juga manis.



Sambil menyibak rambut panjangnya kebelakang Bella berkata "Aku akan mengikuti lomba lari antar kelas."

__ADS_1



"Kenapa harus lomba lari Bell,kan masih banyak lomba yang lain. Seperti menyanyi,dance,baca puisi atau bermain piano."



"Aku tidak ahli dalam bidang seperti itu Dav,aku tidak pandai menyanyi,baca puisi apalagi main piano." Ucap Bella,dia menutup buku yang sedang di bacanya dan mulai fokus pada topik obrolan mereka.



"Aku bisa mengajari kamu kalau kamu mau." Tawar David.



"Ngajarin apa?" Bella mulai tertarik.



"Main piano!"



Bella menggeleng kuat "Aku enggak suka!" tegasnya.



"Lalu apa yang kamu suka?" tanya David.



"Lomba lari."



"Itu hanya di peruntukan bagi cowok-cowok di sekolah,enggak ada buat cewek." Ucap David memberitahu.



"Tapi,tadi aku sudah melihatnya di mading,dan lomba itu bisa di ikuti oleh siapa aja,mau cewek mau cowok semua bisa mengikutinya,asal mereka mampu itu aja"



"Hehehe...David terkekeh,dia ternyata tidak bisa menipu Bella.



"Kamu pikir aku enggak tahu,ya?" ucap Bella seraya menyenggol siku cowok itu.



Saat Bella dan David tengah asyik ngobrol,tiba-tiba Kanaya dan temannya datang mereka menatap tajam kearah Bella dan David.



"Ternyata kedekatan Bella dan David bukan humor belaka Nay,mereka berdua benar-benar dekat" bisik temannya.



"Iya,dan aku tidak akan tinggal diam,aku akan membuat Bella malu karena sudah berani mendekati David,dan aku akan membuat dia tidak berani lagi menginjakkan kakinya di sekolah ini lagi. Kanaya tersenyum sinis,matanya berapi-api jelas ada dendam dan kebencian yang sudah menumpuk dihati gadis itu,sebelum membalaskannya dia tidak akan tenang.


__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2