
"eh" hendra tersentak
"Kenapa kamu tidak peka sama sekali? Aku menyuruhmu untuk" Layla memberhentikan ucapannya
"Ugh, ke..Kenapa Dada miliknya sangat besar dan bahkan lebih besar dari yang aku kira?"pikir hendra melihat Gunung kembar Milik Layla
"Kenapa kamu hanya memandangnya? apa tidak ingin memegangnya?" tanya Layla
"baik kalau itu yang kamu mau"ucap hendra kemudian meremas kedua gunung kembar Milik Layla
"mmmh Ka..kamu begitu baik ketika melakukan hal ini ah" ucap Layla
"Cup" hendra mencium bibir milik Layla dengan nafsu yang memburu
"mmh huh huh huh, bisakah kita berhenti sejenak" ucap Layla yang sudah kehabisan napas
"Kenapa? Bukankah kamu yang menggodaku? tubuhmu memang sangat menggoda" ucap hendra
"Cup" kembali Hendra mencium Bibir Milik Layla
"Anh a..aku benar benar sudah tidak dapat bernapas kembali, apakah kamu ingin membunuhku huh huh" ucap Layla melepaskan Ciuman dari hendra
Hendra tak berbicara sepatah katapun membuat suasana di sana sangat canggung
"Ah eee aku akan kembali ke kamar dulu" Ucap Layla lalu membuka pintu
"Untuk apa? Aku sudah tidak tahan lagi karena ulahmu, bisakah kamu menidurkannya kembali" ucap Hendra memeluk tubuh Layla dari belakang sambil Tongkat miliknya menusuk nusuk bokong layla
"Ah, la..lalu Apa yang harus aku lakukan" tanya Layla
"perlukah aku menjelaskannya kembali?" Tanya Hendra kemudian melepaskan pakaian miliknya serta dengan celana jeansnya
"Be..begitu besar, apakah itu dapat masuk kedalam?"tanya Layla
"Kamu tidak perlu banyak tanya, kita tidak akan tahu jika belum mencoba" ucap Hendra kemudian menggendong tubuh Layla bagaikan seorang putri
"Ah, le..lepaskan aku, aku janji tidak akan menggodamu kembali" ucap Layla memberontak
Hendra membawa Layla sampai Bathtub yang sudah dia isi dengan air
"Byur" hendra memasuki Bathtub bersama dengan layla
"A..aku sudah membersihkan diri jadi untuk apa mandi kembali?" Tanya Layla
"Untuk menemaniku" ucap Hendra
"Tidak bisa, a.." Layla tak melanjutkan ucapannya karena jari tangan telunjuk hendra menghentikannya
"Aku akan memulainya" ucap Hendra kemudian membalikan tubuh Layla hingga dirinya dapat berhadapan langsung dengan Layla
"A..aku tidak dapat berhadapan langsung denganmu, bisakah kita memulainya jika aku membelakangimu" ucap Layla dengan wajah merah padam
"Tidak bisa, aku akan memasukkannya" ucap Hendra
"BLESSS" Senjata milik hendra masuk tetapi itu hanya masuk setengahnya saja
"Arghhh sa.sangat menyakitkan, ja..jangan dilanjutkan lagi, berhenti dahulu" ucap Layla yang merasakan sakit di bagian lubang miliknya
__ADS_1
"Ini baru setengahnya" bisik hendra
"ba..baru setengah, aku sudah bilang bahwa itu tidak akan masuk" ucap Layla
"Kamu tidak perlu menahan air mata milikmu, keluarkanlah, aku tidak akan mengejek ataupun memarahimu" ucap Hendra
"sssh mengapa ini sangat menyakitkan, apakah yang aku lihat di handphone ku itu semuanya bohong? Kenapa mereka seperti menikmatinya?" Ucap Layla
"memang ketika kamu pertama kali melakukan akan sangat menyakitkan, mereka juga sama sepertimu" ucap Hendra
"Ah bisakah kamu tidak bergerak dulu, aku ini sangat sakit" ucap Layla yang merasakan bahwa tubuh hendra bergerak
"Cup" hendra mencium bibir Layla agar meredakan sakit yang dirasakan layla
mereka melakukan ciuman yang intens itu selama 5 menit
"Apakah kamu sudah tidak merasakan sakit?" Tanya Hendra
"Sedikit" jawab Layla
"BLESSS" hendra memasukkan tongkat Miliknya hingga tak tersisa
"Arghhh kenapa kamu sangat bodoh, aku sudah bilang masih sakit" ucap Layla
"Tenang saja, ini tidak akan berlangsung lama" bisik hendra
"Ta..tapi ahh ka..kamu harus pelan pelan" ucap Layla
"aku akan pelan" jawab Hendra kemudian menaik turunkan Pinggulnya
"sedikit" jawab Layla
Hendra menaikkan laju kecepatan batangnya hingga Layla mulai merasakan nikmat
"Ah nnn emh" erangan demi erangan dikeluarkan oleh Layla
1 jam kemudian
"Ah a..aku akan keluar" ucap Layla yang baru mengeluarkan Cairan pertamanya
"**** **** ****"
"Ah i..ini sangat nikmat" ucap Layla tanpa sadar
"Plok Plok Plok" hendra terus menusukkan barangnya karena dia sama sekali belum mengeluarkan Cairan kental miliknya
"Ah he...hendra ber...berhenti dulu ah nnh" ucap Layla memohon
"Aku sudah tidak sanggup lagi, ini sangat dingin" ucap Layla
"Astaga, aku lupa bahwa kita sudah berendam selama 1 jam" ucap Hendra kemudian mengeluarkan Tongkat miliknya lalu menggendong tubuh Layla ke kamar
"aku akan merebuskan obat untukmu" ucap Hendra kemudian merebahkan Tubuh Layla lalu memberikannya selimut
"Aku baik baik saja" jawab Layla dengan tubuh bergetar
"Baik baik bagaiamana, tubuh kamu bergetar" ucap Hendra
__ADS_1
"aku baik baik saja, cukup temani aku saja di sini" ucap Layla
"bagaimanapun ini salahku, maafkan aku" ucap hendra memeluk tubuh Layla
"Kamu tidurlah, aku akan merebahkan obat untukmu" ucap Hendra kemudian keluar untuk membuat obat
30 menit kemudian
"Layla, hei bangun cepat minum obatnya" ucap Hendra membangunkan Layla
"Terima kasih" ucap Layla kemudian bangun lalu mengambil obat yang di pegang hendra
"Kamu tidak perlu berterima kasih, ini juga salahku, bahkan sampai kulit milikmu mengeriput" ucap Hendra
"tidak perlu menyalahkan diri sendiri, aku juga salah karena baru sadar Bahwa terkena air terlalu lama itu bahaya" ucap layla
"Ya kamu cepatlah minum obatnya, biar cepat sembuh" ucap Hendra
"Slurp" Layla meminum habis obat yang dibuatkan oleh hendra
"pahit" ucap Layla ketika dia sudah meminum semuanya
"namanya juga obat, kamu cepat tidur" ucap Hendra
"temenin" ucap Layla manja
"Baiklah" ucap Hendra kemudian naik ke tempat tidur
"Kenapa kamu belum memakai pakaian, aku akan mencarinya terlebih dahulu" ucap Hendra hendak turun dari kasur
"Tidak perlu, aku ingin dipeluk olehmu, jadi tidak perlu memakai pakaian" ucap Layla
"Layla, jangan menggodaku di saat kamu sedang sakit, aku mungkin bisa menahannya selama beberapa menit, tapi jika itu berjam jam mungkin aku tidak tahan" ucap Hendra
"tunggu sebentar aku akan mencarikan pakaian untukmu"ucap hendra kemudian turun dari kasur
"Kamu berdiri dulu" ucap Hendra membantu layla berdiri
"Sekarang ayo kita tidur" ucap Hendra kemudian membaringkan Layla dan dirinya tidur dengan memeluk tubuh Layla
esok hari
"Hoam, sekarang sudah pagi?" Tanya Hendra pada dirinya
"oh sekarang ada kelas" ucap hendra beranjak dari tidurnya
"kemana layla?" Tanya Hendra yang sudah berdiri
"Mungkin dia sekarang sedang membersihkan diri" ucap Hendra kemudian berjalan keluar kamar
"ternyata dia sedang masak, masak apa dia sampai aku yang berada di Luar kamar mencium aroma masakannya" ucap Hendra kemudian turun
"Tak tak tak"
"Kamu sedang masak apa?" Tanya Hendra memeluk tubuh Layla dari belakang
"Ah, aku kira siapa, kamu bikin kaget saja" ucap layla berbalik menghadap hendra
__ADS_1