SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
kacau


__ADS_3

"apa benar yang dia katakan hendra?" Tanya Lidya


"lidya Dengarkan dulu aku akan menjelaskannya" ucap Hendra


"Kenapa kenapa kenapa kamu berbohong padaku bahwa kamu tidak mempunyai pacar? dan kamu bilang bahwa dirimu tingal sendiri, apakah kamu sebelumnya beralasan itu karena kamu tidak ingin aku datang ke sini?" Ucap Lidya berkaca kaca


"A..aku aku" hendra tak bisa berkata kata


"Siapa dia? Kenapa sepertinya dia sangat tersakiti? jawab hendra" ucap Layla


"......" hendra tak mengatakan apapun


"Apa kamu sudah memiliki pasangan?" Tanya Alisa


"Aku sebenarnya ingin menjelaskan ini satu persatu, yah karena sekarang sudah ketauan jadi aku akan memberitahunya, aku memiliki 4 wanita beserta kalian" ucap Hendra


"4 Siapa satunya?" Tanya Layla


"ana, mungkin Alisa tau" ucap Hendra


"Aku akan pergi dulu" ucap Lidya keluar


"Lidya sebentar" ucap Hendra hendak berdiri


"Ah, memang susah jika sudah begini" ucap Hendra


"Aku juga akan pergi ke kamar, kamu lanjutkan saja bicaranya dengan wanitamu" ucap Layla kemudian pergi ke atas


"Aku juga akan pergi" ucap Alisa lalu pergi begitu saja.


"Kenapa jadi begini" ucap Hendra dengan memegangi wajahnya


3 jam kemudian


"Dring,Dring,Dring" Handphone Hendra Berbunyi


"Siapa?" Tanya Hendra


"Aku bella kakaknya Lidya, kenapa nomor hpnya tidak aktif? Apa terjadi sesuatu? cepat antarkan dia, ini sudah akan larut" ucap Bella


"sebentar jangan di matikan dulu, aku tidak bersamanya, dia sebelumnya pergi 3 jam yang lalu, apa dia tidak kembali?" Tanya Hendra


"Kamu bagaimana menjaganya, bukankah dia mengatakkan bahwa akan kencan bersamamu?" Tanya Bella


"Ada kesalahan di antara kami" ucap Hendra


"lalu kamu tidak tahu dia pergi kemana?" Tanya Bella dengan nada tinggi


"Cepat kamu cari dia di sekitar tempat hiburan, dia sepertinya akan meminum minuman keras yang banyak, kalau tidak akan bahaya untuk tubuhnya" ucap Bella


"a..apa baik aku akan mencarinya" ucap Hendra kemudian meninggalkan handphonenya begitu saja


"hei hei hei, aku belum selesai bicara apa kamu mengetahui dimana tempatnya aku belum mengatakannya kepadamu, ah sialan dia begitu ceroboh tanpa mengetahui tempatnya bagaiamana dia tahu tempat Lidya meminum" ucap Bella


"Aku harus bergegas untuk mencari anak itu" Ucap bella kemudian berlari ke bawah


Bar


"Hiks Hiks..... kenapa kamu membohongi diriku? Apa aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar di kehidupan sebelumnya?" Ucap Lidya dengan air mata yang tak hentinya keluar


"Aku sangat benci dia hiks...." ucap Lidya sambil meminum seteguk demi seteguk alkohol


Rumah hendra

__ADS_1


"Aku pikir kamu akan meminta maaf kepadaku, tapi kau hanya memilih untuk mengejar kedua wanita itu" Ucap Layla dari balik jendela


"mungkin aku hanyalah wanita pelampiasannya saja" ucap layla


Rumah Alisa


"Kenapa kamu tidak bilang dari awal kita ketemu bahwa kamu sudah memiliki wanita hiks....., padahal aku ikhlas jika berbagi dengan Ana tapi jika dengan mereka hiks... aku tidak tahu apa mereka baik atau jahat...., aku takut kamu akan di sakiti oleh mereka Hiks Hiks........." ucap Alisa memeluk Guling dan menatap foto hendra


"Lihat bukankah dia orang tercantik nomor 1 di sekolah kita? Kenapa dia meminum banyak sekali Minuman keras hari ini?" Ucap Seorang pria


"Kamu juga lihat bukan, dia menangis terus menerus, bukankah itu artinya sedang sakit hati" balas satu temannya


"apa kita gas aja vid" ucapnya ke david


"Tunggu sebentar lagi" ucapnya


"Siaaaal, aku lupa menanyakan alamat barnya" ucap hendra


"Kenapa semuanya jadi begini" ucap Hendra sedikit meneteskan air matanya


"Sistem tunjukan dimana bar yang sedang Lidya kunjungi?" Tanya Hendra


[300 meter lagi tuan akan melihat sebuah bar]


hendra dengan kecepatan penuh mengendarai Mobilnya


beberapa saat kemudian


"Sangat ramai dan besar, apa aku dapat menemukannya" ucap Hendra melihat banyak sekali orang yang keluar masuk


Disisi lain


"Bawa dia" ucap david


"Hei cantik, apa kamu sedang ada masalah?"


"Kamu tenang saja kami bukan orang jahat iya kan"


"Iya benar" ucap temannya


"Cepat jangan sampai menjadi pusat perhatian" ucap David


kedua temannya membawa Lidya dengan cepat.


"Kita bawa kemana?"


"ke lantai atas, di sana ada penginapan" ucap David


"Kalian tunggu di depan, Setelah aku selesai baru kalian berdua hehe" ucap david kemudian masuk kembali


Hendra


"permisi, apa kamu melihat wanita setinggi 160 cm?" Tanya Hendra


"Kamu bertanya apa? memangnya wanita tinggi 160 cm hanya ada satu?" Ucap pria di hadapan hendra


"Bu..bukan begitu, dia memiliki rambut sedada, wajahnya cantik, kulitnya putih, apa kamu melihatnya?" tanya Hendra kembali


"Tidak, aku tidak melihatnya" ucap pria itu


"kalau begitu terima kasih atas waktunya," kemudian hendra berjalan kembali mencari ke segala arah


"Kenapa aku tidak bertanya kepada sistem? dasar, sistem di mana Keberadaan Lidya?" Tanya Hendra

__ADS_1


[Di lantai atas tuan, nomor 189]


"bukankah di atas itu penginapan? bersama siapa dia?" Tanya Hendra berlari


"hei lihat lihat dong kalau jalan sialan" teriak pria yang terkena senggol hendra


"maaf aku sedang buru buru" ucap Hendra


"Kau punya mata tidak" kembali teriakan terdengar tetapi hendra tak menghiraukannya


"Sepertinya aku mengenal pria itu" Ucap Hendra ke kedua orang yang sedang berdiri


"bukankah itu antek antek si david? sedang apa mereka dan itu kamar nomor 189, sepertinya terjadi sesuatu" ucap Hendra kemudian berlari


"Mau kemana kau bocah" ucapnya menghadang


"Sial, minggir jika tidak aku akan membunuhmu" ucap Hendra


"Memangnya orang kurus sepertimu memiliki kemampuan untuk menyerang kami, hahahha"


"Dasar para tikus" teriak hendra kemudian menyerang mereka


"Bruk"


"Buk"


"Buk"


Dengan hitungan detik kedua orang itu pingsan


"hehehe aku akan menikmati tubuh wanita tercantik, dewa keberuntungan sedang berada di pihakku" ucap David


"Srek" david merobek sedikit pakaian Lidya


"Sial pintunya di kunci" ucap Hendra


"Bruk" hendra menendang pintu sampai terbuka


"Bajingan kau, beraninya menyentuhnya" teriak Hendra


"Kamu, kenapa kamu berada di sini?"tanya david


"swoosh" hendra melayangkan pukulan


"Ugh, beraninya orang awam menyerangku" teriak david kemudian mengeluarkan pistol


"Dor"


"Kami tidak dapat menghindarinya" ucap David


"A..apa dia dapat menghindari? bagaiamana bisa? Apa pistol ini begitu lambat?" Ucap david kaget melihat hendra tiba tiba berada di dekatnya


"bukan pistolnya yang lambat, tapi diriku yang cepat, kamu berani beraninya melakukan kedua kesalahan secara berturut turut, bajingan" ucap Hendra kemudian memukul dengan siku


"Ugh, sial aku akan membunuhmu" teriak David lalu mengeluarkan pistol satunya


"Dor"


"Dor"


"Dor"


"Dor"

__ADS_1


Satu demi satu peluru di luncurkan


"Uh" hendra terkena satu tembakan Di bagian tangan kirinya


__ADS_2