SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
76


__ADS_3

"Kalau begitu apa yang harus saya lakukan, ibu saya sangat marah dan tidak ingin makan selama 2 hari ini" Terdengar suara yang sangat cemas dari telepon.


"Aku tidak mengetahui apapun untuk hal ini, tapi coba kamu tanya pada ibumu apa yang dia inginkan" Hendra tidak Mengetahui cara mengatasi orang yang sedang marah, dia hanya menyuruh Amelia untuk mencoba bertanya dan mengabulkan permintaan ibunya.


"Saya akan mencobanya, terima kasih atas sarannya bos, saya akan menutup teleponnya" Amelia mematikan Telepon dan berjalan dengan langkah besar dan perasaan yang cemas yang masih berada di dalam dirinya.


"Tok,Tok,Tok" Mengetuk pintu dan menunggu beberapa saat amelia kemudian berbicara "Ibu..... maafkan amelia karena telah berbohong, amelia janji tidak akan berbohong lagi"


Tak ada jawaban dari dalam, amelia sedikit khawatir dan bertanya "Bu, apakah ibu baik-baik saja?"


"Uhuk..." Suara batuk terdengar dari dalam membuat amelia semakin cemas dengan keadaan ibunya, dia segera memaksa masuk kedalam dan melihat ibunya yang terbaring dengan tubuh di tutupi selimut.


"Ibu... bisakah ibu bicara, Amelia janji bu akan mengabulkan keinginan ibu hiks......" Amelia berlari ke arah ibunya dan menangis memeluk tubuh Ibunya.


"I...ibu Tidak apa-apa" Ibu Amelia menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Bu..... jika ibu ingin aku menikah dengan pak Hendra aku akan berbicara dengannya, sebenarnya aku juga cinta dengan bos ku, tapi dia sudah memiliki istri" Amelia mengungkapkan isi hatinya kepada ibunya dan memberitahu jika hendra sudah memiliki istri.


"Benarkah apa yang kamu ucapkan" Mendengar ucapan Amelia, segera ibu amelia duduk dan menatap Amelia.


"Iya, Pak hendra sudah memiliki istri dan lagi istrinya berjumlah sangat banyak, mungkin aku tidak akan dapat bersaing dengan mereka karena semuanya cantik" Ujar amelia


"Bukan, apakah kamu benar akan menikah dengan nak Hendra, kamu sudah janji?" Ibu amelia tidak memikirkan tentang istri Hendra, tetapi dia membicarakan tentang ucapan Amelia yang akan menikah dengan hendra.


"I....ibu Ih, tapi kenapa tubuh ibu sehat dan tidak seperti sakit?" Amelia Heran dengan ibunya yang tidak makan selama 2 hari ini.


"Ibu sedang sakit kok, Uhuk.. Uhuk,Uhuk.... lihat ibu batuk" Ibu amelia tidak bisa mengatakan jika dirinya tidak makan dan minum selama 2 hari, pasalnya dirinya sedang berpura-pura dan ingin menikahkan anaknya dengan Hendra.


"Baiklah, ibu harus makan hari ini, nanti aku akan berbicara dengan pak Hendra permintaan ibu, ini sudah malam" Amelia keluar mengambil makanan untuk ibunya


Rumah Hendra

__ADS_1


"Hais, ada ada saja memang" Setelah mengakhiri panggilan hendra kembali berbaring dan membuka toko sistem.


[Pedang Yin Yang : Dapat di gunakan untuk menyerap energi Yin dan Yang di dunia kultivator ¥100 Poin sistem]


"Apa ini? bentuknya sangat mewah, tidak hanya bentuknya harganya juga mewah, aku tidak membutuhkan pedang ini, lebih baik cari yang lain" Hendra kembali mencari barang yang dia butuhkan.


[Pedang Gorui : pemilik sebelumnya kaisar pedang, pedang ini memiliki kekuatan yang meningkatkan 2 kali lipat kekuatan pengguna dan memperkuat tubuh jika sering di gunakan ¥50 Poin sistem]


"Eh, sepertinya sedikit lebih murah dari sebelumnya, aku akan membeli yang ini saja" Hendra melihat jika pedang yang dia lihat itu sangatlah murah dan sedikit lebih berguna untuknya.


Hendra mengklik pedang tersebut kemudian sistem berbunyi.


[Anda telah membeli Sebuah Pedang Gorui, Anda dapat melihatnya di penyimpanan sistem]


Setelah mendengar perkataan sistem dia segera melihat penyimpanan sistem dan mengambil pedang yang sebelumnya dia beli.


"Be...besar sekali" Hendra sangat terkejut saat melihat bentuk asli pedang di hadapannya, berukuran lebih dari 7 kali pedang pada umumnya dengan lubang sebesar kepala pada bagian menengah pedang.


"Hmm, setelah pedang apa lagi ya" Kembali Hendra mencari barang


"Sebentar, jubah sebelumnya aku belum mencobanya, sepertinya itu sangat berharga" Hendra mengeluarkan jubah berwarna hitam


"Aku akan mencobanya" Hendra kemduian memakainya, setelah dia memakai jubah tersebut, dirinya berjalan ke arah cermin dan melihat dirinya.


"Eh, jubah tembus pandang apanya, ini masih dapat di lihat" Hendra sangat kecewa pada jubah tersebut karena tidak sesuai dengan namanya.


"Emh...." Lidya terbangun dan berdiri dengan langkah yang sedikit miring seperti orang yang sedang mabuk


"Mau kemana kamu?" Hendra bertanya Karena melihat Lidya yang akan keluar kamar.


"ah, siapa yang berbicara?" Berbalik dan tidak melihat siapapun Lidya kembali berjalan melanjutkan tujuan utamanya.

__ADS_1


"hei, apakah kamu tidak dapat melihatku?" Hendra berteriak kembali kepada Lidya.


"Siapa? mungkinkah itu hantu?" Lidya sedikit merinding memikirkan tentang film horor yang pernah dia tonton sebelummya.


Hendra berjalan ke arah Lidya dan kembali bertanya "Apakah kamu melihatku?"


"Si...siapa?" Lidya Tidak lagu ragu dengan apa yang dia pikiran, dia sangat takut sampai kakinya bergetar.


"benar-benar tidak dapat melihat? padahal diriku berada di depannya" Hendra kali ini sedikit senang dengan Jubah itu


Memikirkan sedikit kehamilan Hendra tersenyum kecil.


"Aku bukan hantu kok" Hendra memeluk Lidya dari belakang


"To....tolong jangan, aku tidak berani lagi keluar kamar malam hari" Lidya ingin berlari tetapi dirinya tidak dapat melakukan selangkahpun karena Ketakutan yang sangat besar dalam dirinya.


"Hei, apakah kamu tidak mengenal suaraku?" Hendra bertanya dan masih memakai jubah hitam tersebut.


"Si........siapa? apakah kamu mengenalku?" Lidya sedikit memikirkan suara hendra yang dia anggap hantu tetapi ketakutan menutupi semua pikirannya, dia tidak dapat memikirkan apapun kali ini.


"Baiklah,kamu jangan takut sepeti itu ini aku" Hendra tidak dapat terus menerus menkut nakuti Lidya, dia melihat wajah yang penuh dengan rasa takut dan panik, Hendra membuka Jubah hitam itu, dia segera memperlihatkan dirinya.


"He....hendra? Kenapa ti...tidak dapat terlihat?" Lidya sangat terkejut dengan apa yang dia lihat, dia berpikir kembali jika itu bukanlah hendra melainkan sosok hantu yang menyamar menjadi hendra.


"Di.dimana Hendra, aku tahu kamu bukan hendra yang asli, kamu pasti hantu yang menyamar" Lidya segera melepaskan pegangan tangan Hendra tetapi itu tidak dapat terlepas.


"Apa yang kamu pikirkan, ini aku, jika tidak percaya Coba saja lihat dengan teliti" Hendra tidak dapat menjelaskan tentang dirinya, bagaimanapun seseorang tidak dapat mendeskripsikan dirinya sendri dengan jelas(mungkin)


"Berapa wanita yang kamu miliki?" Lidya bertanya beberapa pertanyaan dasar.


"4, apakah ada pertanyaan yang lebih susah" ujar hendra.

__ADS_1


"A..Aku percaya, lalu kenapa kamu tidak dapat terlihat?" Lidya heran dengan hal itu, dia bertanya dan mengeratkan pelukannya


__ADS_2