SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
58


__ADS_3

"Brengsek, Kamu ingin menjadi pahlawan, kalau begitu harus melewati anak buahku terlebih dahulu" Pria itu mengambil sebuah barang yang seperti ponsel dan menekan beberapa tombol kemudian sebuah peringatan muncul.


Hendra merasa itu sudah dia dengar sebelumnya, setelah dia ingat-ingat ternyata bunyi peringatan itu adalah ketika dia di luar dan mengahadapi beberapa orang sebelumnya.


"Bahahaha, percuma kau membunyikannya sampai dirimu mati,pun tidak akan ada yang datang ke sini, semua orang yang di luar sudah aku habisi" Hendra tertawa melihat itu.


"a....apa, tidak mungkin aku menyewa mereka di perusahaan yanh terpercaya dan mereka sangat kuat, tidak mungkin kalah" pria itu berbicara dengan percaya, tetapi ketika dia menunggu beberapa menit mukanya menjadi gelap, dia tidak percaya akan menjadi seperti ini pada akhirnya.


"menunggu apa, aku sudah kesal nih, apa langsung habisi aja ya"


"Hahahahaha lihat wajahmu yang seperti orang yang akan dijemput oleh penjaga neraka saja, itu membuatku Jijik" Hendra tertawa terbahak-bahak melihat wajah Pria tua di depannya yang sangat ketakutan sekarang.


Bella tidak berbicara sepatah katapun, dia hanya memperhatikan apa yang akan Hendra lakukan kepada mantan direkturnya itu.


"Sa....saya mohon ampuni saya tuan, jika anda mengampuni aku, aku akan memberikan Setengah aset saya kepada anda" Pria itu berlutut dengan menangis sambil memohon kepada hendra.


"Setengah ya, itu bisa di perhitungkan" Hendra berpikir jika perusahaan yang sedang dia injak adalah perusahaan Pria itu, pemikirannya salah karena pria itu hanya memiliki sedikit saham di sini.


"kalau begitu anda bisa melepaskan saya?" Pria itu tersenyum dengan secercah harapan pada dirinya.


"Tidak, aku tidak bicara jika akan melepaskanmu" Hendra ingin mengambil setengah aset dari pria itu, tetapi dia tidak akan melepaskannya begitu saja.


Kembali Muka Pak tua itu memburuk, dia tidak berpikir jika hendra akan menolak niat baiknya.


"kalau begitu aku hanya bisa membuat satu keberanian" Pak tua itu berdiri


"Yah, apa itu, aku ingin tahu apa yang akan kamu lakukan" Hendra menatap sambil tersenyum sini


Pak tua itu berlari sempoyongan ke arah Hendra, ketika dia ingin memukul tiba-tiba tubuhnya tidak ada tenaga lagi untuk memukul, dia sudah lelah untuk itu.


"sudahlah, kamu harus mengakui apa kesalahanmu ke kantor polisi, jika tidak aku akan membunuhmu" Hendra menarik menyeret pria tua itu je arah Bella dan berbicara "apakah kamu mau menjadi tersangka jika aku membawanya ke kantor polisi?"


"ba....baik" Bella berbicara dengan gugup


[Selamat tuan telah menyelesaikan misi]

__ADS_1


[Hadiah]


-Uang 1.000.000.000


[ketertarikan Bella 10%]


Hendra Tak mempedulikannya, dia hanya berjalan sambil memegangi pria tua itu.


Hendra Tak ada pilihan lain selain membawanya ke kantor polisi, dia juga tidak ingin dirinya membunuh seseorang lagi.


"Kenapa kamu hanya diam di sana?" Hendra melirik Ke belakang dan melihat Bella hanya berdiri si tempat.


"Ka....kaki kananku terkilir, tidak bisa berjalan dan itu sangat sakit" Bella meringis sakit ketika dia melangkah.


Hendra Tak bisa membawa dua orang sekaligus, dia mengambil handphone miliknya dan menelepon Greg.


"Halo bos, apa ada sesuatu?" Greg Bertanya saat dia mengangkat telepon dari Hendra.


"Greg, kamu segera ke xxxxxxx, aku butuh bantuanmu"


"ya, cepat jangan sampai telat" hendra mematikan teleponnya, dia melirik ke arah pria tua dan berkata "Kamu harus mengakui apa kesalahanmu, jika tidak aku akan membunuhmu"


mendengar ancaman dari Hendra Pria tua sangat ketakutan sekarang, bahkan dia tidak ingin bertemu orang seperti hendra kembali.


"Ba...baik, saya akan mengakui kesalahan yang telah saya buat" Pria tua itu sangat takut sampai celananya basah akibat rasa takut yang ada pada dirinya.


"Bodoh, apa kamu masih anak bayi yang baru lahir harus kencing di celana" Hendra menjauh saat dia melihat celana Pria itu basah.


"ma...maafkan saya" Semakin hendra berbicara semakin rasa takut dalam diri pria tua itu.


"Tunggu 10 menit lagi nanti kamu akan pergi ke penjara" Hendra berbicara beberapa meter dari pria itu.


10 menit kemudian


"Bos, saya sudah sampai" Greg terengah-engah saat dia sampai, dia berlari dari lantai 1-17 karena tidak tahu ada lift untuk mempermudah dirinya.

__ADS_1


"Kenapa pakaianmu penuh dengan keringat? memangnya kamu berlari dari kampung bandit ke sini?" Hendra penasaran kenapa Greg mengeluarkan banyak keringat, dia pikir Greg Berlari dari kampung bandit sampai ke kantornya bella.


"itu tidak penting bos, yang terpenting saya sudah tepat waktu" Greg tidak menjawab pertanyaan Hendra, menurutnya itu tidak penting karena tidak perlu di ceritakan.


"Ya sudah, kamu ke sini aku butuh bantuanmu" hendra menyuruh greg ke depan dirinya.


"Ada apa bos?" Greg berjalan Ke hadapan hendra.


"Kamu bawa dia ke kantor polisi dan suruh dia mengakui kesalahannya, jika dia tidak mengaku habisi dia setelah kembali" Hendra menunjuk lelaki tua yang sudah gemetar.


"Hanya untuk membawanya ke kantor polisi? kenapa tidak menyuruh polisi saja yang ke sini?" Greg tidak percaya jika Hendra memanggilnya hanya untuk ini, dia kira ada hal yang sangat penting untuk dirinya.


"Sudah jangan banyak cakap, bawa dia saja aku akan pergi dulu" Hendra berjalan ke arah Bella kemudian dia menggendong bella bagaikan tuan putri.


Bella terkejut karena hendra tiba-tiba menggendongnya,dia sangat malu tetapi tidak memberontak, hendra membawa Bella sampai keluar dari sana.


Dia menelepon Security di rumahnya dan menyuruhnya untuk mengantarkan Mobil miliknya.


Security itu menurut dan mengambil kunci kemudian mengemudikan mobil hendra dengan sangat hati-hati, dia tahu mobil tersebut sangat mahal.


Sedangkan Greg membawa Pria tua itu ke bawah, pria tersebut melihat puluhan anak buahnya terbaring tak berdaya tak memiliki tenaga, dirinya sangat terkejut dan takut, dia tidak ingin bertemu dengan Hendra di kehidupannya.


"A...aku Tidak memiliki Kemampuan untuk berjalan" Pria tua itu sangat takut sampai dirinya tidak bisa berjalan karena rasa takut yang sangat tinggi.


"bodoh, apa kamu ingin di gendong seperti pacar bos tadi, cih aku tidak akan melakukannya, ayo berjalan jika tidak aku akan menyeret dirimu" Greg tidak mungkin menggendong Pria seperti apa yang di lakukan Hendra kepada Bella.


Semua karyawan yang berada di sana bertanya-tanya kenapa bosnya bisa di bawa oleh seorang pria kekar dan menyeramkan.


"apa yang terjadi? kenapa bos seperti di paksa untuk berjalan? apakah dia melakukan sesuatu yang buruk?"


"mana aku tahu, bahkan sebelumnya ada pris yang masuk secara paksa dan menumbangkan semua orang yang ada di bawah, jika aku mencoba mencegahnya mungkin aku akan senasib dengan mereka yang melawan"


"sebaiknya kita jangan gegabah"


Semua orang bertanya-tanya kenapa direkturnya dibawa secara paksa oleh Greg.

__ADS_1


__ADS_2