
"Kamu ini baru saja tadi di beritahu olehku, besok akan ada acara ulang tahun wali kota, jadi kamu harus hadir, dan juga wali kota saat ini adalah dari salah satu keluarga terbesar di negara ini" Alisa memberitahu hendra dengan detail tentang wali kota yang akan meratakan ulang tahun yang ke 63 nya
"Hehe, maaf aku lupa" Hendra hanya bisa tertawa
Setelah tertawa kecil hendra membuka pakaian Alisa dengan tangannya tak menyisakan sehelai benang pun.
"Bless" Hendra tanpa kata menusukkan dengan penuh Batang miliknya yang sudah meronta-ronta ingin di masuk.
"Emh" Alisa tidak merasakan sakit tetapi nikmat yang baru pertama dia rasakan.
"Aneh, kamu mengeluarkan darah dari milikmu tapi kenapa tidak merasakan sakit?" Hendra bertanya dengan bingung.
"Aku tidak tahu, sebelumnya aku baru pertama kali melakukan denganmu" Alisa menjawab dengan jujur
"Sistem, apa kamu tahu apa yang terjadi? Kenapa ini bisa terjadi?" mau tak mau dia harus menanyakannya kepada sistem miliknya.
[Tuan coba tanya ketika dia kecelakaan ataupun terjatuh apakah meraskan sakit?]
"ah,baiklah"
"Alisa, apa kamu sebelumnya tidak pernah meraskan sakit ketika terjauh atau kecelakaan?" Hendra bertanya apa yang di perintahkan sistem.
"Aku? Aku dari kecil memang tidak pernah merasakan sakit sejak kecil ketika di pukul oleh ibu tiriku" memang Alisa sebenarnya tidak pernah merasa sakit ketika dia dipukul, tetapi dia tidak pernah membicarakannya kepada siapapun kecuali Hendra yang sudah bertanya.
"Tidak merasakan sakit? mustahil, bagaimana ada manusia yang tidak meraskan sakit?" Hendra tidak percaya kepada Alisa yang berbicara dengan jujur.
[Ini bagus, tuan dapat mengantarkannya bela diri agar dirinya menjadi kuat dan mendampingi tuan]
"Untuk apa aku mengajarkannya bela diri,aku memiliki sistem dan aku juga bisa melindungi semua wanitaku ketika ada masalah" Hendra berbicara dengan angkuh bahwa dirinya adalah yang terkuat jika memiliki sisitem
[Tuan salah, masih banyak orang yang lebih hebat dari tuan dan dapat mengalahkan tuan kapan saja, jika tuan berpikir bahwa diri anda adalah yang terkuat, belum tentu anda akan mampu melawan Ryan yang paling lemah dari yang terlemah]
"Apa-apaan, kamu sepertinya sedang menghinaku" Hendra merasa bahwa dirinya telah di hina oleh sistemnya sendiri
[Saya bukan menghina, melainkan memberitahu anda jika Ryan itu adalah yang terlemah dari yang terlemah]
"kalau Ryan yang terlemah dari yang terlemah kalau begitu aku adalah pecundang yang memiliki sistem?" Hendra tidak terima dirinya di katakan pecundang oleh sistemnya
__ADS_1
"*hei, jawab pertanyaanku, apa kamu menyerah hanya karena ucapanku, cih" Hendra memaki sistem di dalam hatinya
"Sialan, aku berbicara tapi dirinya tidak membalasnya*" maki hendra
"Hei, kenapa melamun terus?" Alisa membentak hendra yang diam.
"Ah, kenapa?" Hendra terkejut ketika Alisa memegang wajahnya
"Apa kita sudah selesai? Kenapa kamu yang diam saja?"tanya Alisa memainkan mulut Hendra dengan tangannya
"Tidak, apa apa, aku hanya heran kenapa kamu tidak merasakan sakit" Hendra kembali beralasan dan itu di percayai oleh Alisa.
"Nhhh...." Alisa mengeluarkan suara ketika Hendra mulai memainkan Batangnya.
6 Jam kemudian
[Misi selesai]
[Hadiah]
-Uang 2.000.000.000
- Kemampuan Dewa piano
"Kamu sangat kuat, aku heran kenapa kekuatan itu ada pada seorang wanita sepertimu" Hendra mengelus rambut Alisa yang sudah kelelahan
"Aku sudah sangat mengantuk hari ini, jam berapa sekarang?" Tanya Alisa yang sudah tidak tahan ingin tidur.
Hendra meraih ponselnya dan melihat jam seketika dia terkejut melihat jam sudah menunjukkan pukul 1 siang
"a...apa, sepertinya handphone ku rusak, sebelumnya aku bermain hanya 5 jam" Hendra merasakan bahwa dirinya bermain hanya dengan ke empat wanitanya hanya memakan waktu 5 jam
"jam berapa pestanya di mulai?" Hendra bertanya kepada Alisa.
"Kamu 9 malam" Jawab Alisa yang Memejamkan matanya.
"Ah, ini masih sempat, kamu segera tidur sapi jam 7"Hendra kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
"Sistem, kenapa aku tidak merasakan kantuk sama sekali?" Hendra bertanya kepada sistemnya
[Tuan tidak akan merasakan lelah/kantuk jika terus menerus berhubungan intim dengan wanita]
"Apa kekuatan yang aku punya tidak berarti apa-apa bagi mereka yang berada di luar sana?" Hendra bertanya untuk mencari tahu apakah dirinya memang benar lemah.
[Benar tuan, tuan tidak perlu khawatir karena mempunyai sistem]
Hendra tak menanggapi Ucapan sistem dia keluar dari kamar mandi kemudian mengganti mencari pakaian yang pas untuknya kemudian pergi keluar menggunakan mobil mercedes benz AMG-GT miliknya.
...****************...
"Selamat ulang tahun papah" Seorang wanita memeluk ayahnya yang sudah berumur dari belakang
"Apa kamu sudah membuat kado untuk papah?" Tanya Kakak dari wanita tersebut
"Aku malas untuk membuatnya, jadi tidak apa apa kalau memberikannya sebuah pelukan" Wanita itu bernama Chen yang, berumur 17 tahun dengan tinggi 130 cm itu berbicara dengan percaya diri.
"Cih, hanya dengan sebuah pelukan? Aku juga bisa, punya adik terlalu dimanja sama orang tua ya begini, mau memakai baju saja harus belajar dari mamah" Ledek sang kakak.
"suka-suka aku,dari pada kamu sudah umur 25 tapi belum punya pasangan, wle" Chen Yang meledaknya dengan mengeluarkan lidahnya membuat kakaknya itu marah.
"Lihat saja malam ini aku akan membawa pasangan" Ucapnya kemduian keluar dari rumah dan mengemudikan mobil Lamborghini
"Hmph, lihat saja aku akan membawa pasangan dan meledeknya, tapi dimana ya" ucapnya yang bernama Chen Yu
"lebih baik mempersiapkan kado untuk papah saja dulu" Chen Yu menjalankan mobilnya ke arah mall yang di
"Apa yang disukai papah? dia tidak menginginkan barang barang yang mahal, tapi aku tidak tahu barang apa yang dia inginkan" Chen Yu bingung untuk memilih kado apa yang akan dia berikan kepada papahnya
Disisi lain
Hendra sedang bingung untuk mencari barang yang bagus untuk di berikan kepada wali kota yang akan mengadakan acara, dia harus memilih 3 barang yang berbeda untuk dirinya Alisa dan Ana, tidak lupa dia juga harus membeli gaun untuk keduanya dan jas untuk dirinya.
"hah, aku sudah 10 menit disini tapi tidak menemukan barang yang cocok, lebih baik mencari ke sebelah sana dulu." Hendra berjalan ke arah sampingnya, ketika dia hendak berjalan dirinya bertabrakan dengan Seorang wanita yang tak lain adalah Chen Yu.
"ma..maaf saya buru-buru tidak melihat anda lewat" Chen Yu meminta maaf kepada Hendra setelah dia menabraknya
__ADS_1
Chen Yu mendongak ke wajah hendra seketika jantungnya berdebar ketiak melihat wajah tampan Hendra.
"Tidak apa-apa, aku yang salah karena tidak melihat kiri-kanan" Hendra juga merasa bersalah karena dirinya hanya berjalan lurus dan tidak melihat ke kiri dan kanan