SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
73


__ADS_3

Keluar dengan tubuh yang sudah wangi, Hendra mengendarai Mobilnya ke rumah sakit Jiang dan membawa beberapa pakaian untuk beberapa wanitanya.


3 hari kemudian


Setelah Beberapa hari Berlalu Hendra melakukan aktifitas seperti biasanya tanpa ada yang mengganggu dirinya, dia sudah membangun 1 Gedung yang cukup besar di kampung Bandit dengan bahan yang berkualitas.


Sedangkan kondisi Ibu amelia yang sudah membaik dokter menyuruh dan membiarkannya untuk pulang, Tetapi Alisa masih berada di rumah sakit dan akan pulang hari ini.


"Sistem Cek status" Hendra lama tidak melihat data dirinya, dia segera melihat dan menyuruh sistem untuk menampilkan beberapa keterampilan dan uang yang dia miliki.


Nama : Hendra Wijaya


umur : 20 tahun


pekerjaan : tidak ada


pasangan :


-Lidya


-Alisa


- Layla


-Ana


Saldo yang dimiliki : 7.000.000.000


keterampilan :


-Beladiri kuno


-Pengobatan Kuno


-Mengemudi super


-Dewa musik


Target :

__ADS_1


-Angelina 40%


-Amelia 70%


-Lina 30%


-Emi - 30%


-Bella -60%


-Liona-60%


Misi : - tidak ada


"Sedikit ada peningkatan, aku akan Pergi ke kampus terlebih dahulu" Hendra Sudah mengetahui jika Alisa hampir sembuh, tetapi dirinya tidak akan menjemputnya sekarang, mungkin nanti setelah dia pulang kuliah karena dokter tak mengizinkan sekarang.


[Maaf Tuan sebelumnya ada beberapa kesalahan dalam sistem]


[Dikarenakan ada beberapa Bug sistem sebelumnya anda mendapatkan beberapa hadiah dari sistem berupa Jubah tembus pandang]


"Apa ini?" Hendra mengerutkan kening saat melihat jubah yang berwarna hitam


"Apa yang kamu maksud? aku belum paham" Hendra masih bertanya-tanya pada sistem, dia tidak mengetahui bug pada sistem yang dia miliki.


[Jika tuan mendapatkan 10% Ketertarikan maka anda akan mendapatkan 10 poin sistem, tetapi sebelumnya tidak seperti ini karena error yang tiba-tiba dan tidak di ketahui oleh saya]


"lalu kalau begitu berarti aku dapat banyak poin sistem?"


[Benar, karena sebelumnya tuan sudah menaklukan 4 wanita maka tuan mendapatkan 400 poin sistem, dan lagi 6 lainnya yang memberikan ketertarikan yang lumayan banyak jadi tuan mendapatkan 690 poin]


[Tetapi anda hanya mendapatkan 686 karena penggunaan sebelumnya]


"apakah ini benar? kalau begitu aku dapat membeli banyak barang di toko sistem Bu....buahahaha........ " Hendra tertawa dengan Kencang karena dia pikir itu jumlah yang sangat sulit dia dapatkan sebelumnya.


[Benar tuan, dan sistem akan menambahkan beberapa barang yang tidak ada di dunia ini karena poin sistem milik tuan sangat banyak]


"masih ada dunia lagi? apakah benar yang di katakan beberapa peneliti jika di dunia ini masih ada dunia yang lainnya?" Hendra terkejut mendengar jika ada barang dari dunia lain.


[Ya, bahkan dalam dunia ini masih banyak misteri yang belum terpecahkan, di dalam tanah ataupun di dalam lautan yang sangat luas dan dalam]

__ADS_1


"Kalau begitu apakah ada sistem yang seperti dirimu di dunia lain?" Hendra penasaran dengan sistem miliknya apakah ada orang yang memiliki sistem selain dirinya


[Untuk hal itu saya tidak mengetahuinya, tetapi jika tuan ingin mengetahui hal itu mungkin harus memiliki kekuatan yang lebih, saat ini tuan sangat lemah dan tidak dapat mengalahkan beberapa orang yang lebih kuat di luar sana]


"ah sial, baiklah aku akan berusaha untuk mendapatkan kekuatan yang kamu bicarakan" Hendra Sudah yakin kepada sistem miliknya jika ucapan yang sistemnya ucapkan benar adanya, Menyimpan Jubah hitam yang di dapatkan sistem kedalam penyimpanan sistem dan menginjak pedal gas


"Yeah, aku akan menguasai beberapa dunia untuk menjadi penguasa, apakah memang benar aku sangat lemah" di tengah jalan dia memarkirkan dan sangat ingin menjadi pemimpin dunia ini, Hendra memiliki tekad untuk menaklukan dunia.


Setelah sampai dirinya memarkirkan mobilnya di beberapa baris mobil yang sejajar.


"Halo Bu dosen" Hendra menyapa Lina yang berjalan.


"Siapa yang kamu panggil ibu" Menatap hendra dengan marah Lina sangat kesal di panggil Ibu oleh Hendra karena dia pikir dia tidak beda jauh dengan hendra.


Hendra berjalan ke arah Lina dan berbisik "Maaf hehe, habisnya aku heran kenapa kamu dapat menjadi dosen di usia yang sama dengan diriku"


"Tidak penting menanyakan hal itu, 2 hari lagi akan ada acara di kampus, kamu harus ikut acara tersebut, aku sudah mendaftarkan dirimu menjadi pemain alat music dan bernyanyi dengan beberapa teman sekelasmu" Lina berbicara dengan senyum licik.


"Aku akan lihat apa yang akan dia lakukan di atas panggung" Lina memikirkannya saja ingin tertawa saat membayangkan hendra yang tidak bisa apa-apa di atas panggung yang di tonton oleh ribuan orang.


"Apa! kapan acaranya akan di mulai? bahkan kamu tidak membicarakan hal itu padaku" Hendra sangat terkejut saat mendengar itu, dia tidak pernah melakukan pertunjukan apapun sebelumnya, bahkan dalam public speaking yang hanya di hadiri oleh beberapa temannya saja dirinya tidak lancar apalagi bernyanyi di atas panggung yang di penuhi oleh orang-orang yang padat.


"Kamu tidak bisa menolaknya, jika kamu dapat memberikan kejutan di atas panggung aku akan memberikanmu sesuatu" Lina sudah merencanakan hal yang sudah dia rencanakan.


"Ini adalah lirik lagu yang akan kamu nyanyikan besok hari" Lina memberikan selembar kertas.


"Apa yang kamu lakukan, memberikan lirik lagu di saat besoknya kompetisi, apakah kamu memiliki otak yang tidak cerdas" Hendra tidak habis pikir pada wanita yang menjadi dosennya itu.


"Jangan mengatakan apapun lagi, kamu harus melakukannya besok, jika tidak aku akan memberikan surat spesial kepadamu" Setelah memeberikan selembar kertas yang berisi lirik lagu itu Lina berjalan meninggalkan hendra.


"Sialan, apa yang harus aku lakukan" Hendra berpikir sejenak dan mencoba melihat apa lagu yanh harus dia nyanyikan


"Eh, tapi kenapa aku sudah menghafalnya? bahkan sudah ingat semuanya? apakah ini kemampuan dewa musik yang di berikan sistem?" Hendra Tak mengetahui apa yang terjadi, dia segera berlari ke arah Lina dan berkata " Aku akan melakukannya, tapi ada syaratnya" Hendra memberikan syarat kepada dosennya.


"Jangan membual, jika kamu dapat bernyanyi dengan hebat dan membuat para penonton tergila-gila aku akan mengabulkan permintaanmu selama 1 tahun" Lina berbicara dengan sombong, sebelumnya dia sudah mencari tahu apa yang di miliki hendra dan dia mengetahui jika hendra hanya anak yang pemalas dan bahkan tidak pernah bermain alat musik ataupun bernyanyi.


"Deal, kita lihat besok" Hendra pergi meninggalkan Lina dan pergi ke kelas


"Hei, apa kamu sudah mengetahui jika dirimu akan ke atas panggung dengan orang yang bernama hendra?" Pria itu berbicara dengan memegang bahu temannya.

__ADS_1


__ADS_2