
"Sekarang kamu dapat mencoba bertarung denganku" Greg ingin menguji kemampuan Robi terlebih dahulu.
Robi yang takut terhadap Greg dia tidak berani menyentuh pakaian Greg sama sekali.
"Pukul aku" Greg Menyuruh Robi untuk memukul dirinya.
"Sudahlah, kamu coba berlatih dengan Pakaian hitam saja" Greg tahu jika Robi takut kepadanya sampai dia tidak ingin memukul dirinya, jadi Greg Menyuruh Robi untuk bertarung melawan bawahannya saja.
"Swoosh" Robi menyerang bawahan Greg yang di hadapan dirinya dengan penuh tenaga, tetapi bukannya bawahan Greg yang di depannya kesakitan dia malah tidak mengeluarkan reaksi apapun.
"Eh, kenapa tidak bergerak, apa tubuhnya sangat kuat" Robi termenung sejenak melihat pria di hadapannya hanya diam ketika dipukul.
"Bukan tubuhnya kuat, tetapi kemampuan yang kamu miliki tidak ada apa-apanya" Greg berteriak melihat gerakan Robi sangat lambat, dia bahkan dapat melihatnya walaupun dari kejauhan.
"begitu ya, kalau begitu apa yang harus aku lakukan agar seperti mereka?" Robi berjalan ke arah Greg dan bertanya.
"Kamu harus melakukan pelatihan khusus terlebih dahulu, dan itu membutuhkan 1-2 tahun pelatihan" Greg yang sudah pernah melakukan pelatihan dan sudah mengajari mereka semua dia tahu semuanya.
"Pelatihan khusus? Gimana pelatihannya? Apa itu khusus untukku?" Robi tak mengetahui apa itu pelatihan khusus, dia baru pertama kali mendengar pelatihan khusus dalam hidupnya.
"Besok kita akan memulai pelatihan khusus dan kamu akan mengetahuinya esok hari, untuk hari ini kamu dapat berlatih dengan mereka, aku akan makan setelah itu melanjutkan kembali untuk melatih kalian" Greg yang belum makan apapun dia pergi ke rumahnya untuk makan.
Di sisi lain hendra sedang merapikan barang-barang yang akan dia bawa untuk berlibur, sedangkan yang lainnya sedang mandi sejak tadi.
"Memangnya sedang apa sampai mandi berjam-jam" Hendra pergi ke kamar dan ke tempatnya masih berada di kamar mandi.
"Sudahlah, aku akan menunggu di dalam mobil saja" Hendra pergi ke luar sambil membawa semua Barang milik mereka semua dan dirinya.
10 menit kemudian semuanya keluar dengan Pakaian yang indah.
__ADS_1
"Brengsek, apa mereka ingin menggodaku di saat seperti ini" Hendra menelan Slipanya saat melihat ke empatnya berjalan ke arah dirinya.
"Aku akan pergi bersama Hendra, kalian Dapat mengendarai mobil milikku" Alisa berlari ke mobil hendra menggunakan sepatu hak tinggi.
"awas terjatuh, itu dapat membahayakan dirimu" Hendra melihat Alisa berlari ke arahnya sambil menggunakan sepatu yang menyeramkan menurut dirinya.
"Tidak akan, aku sudah terbiasa menggunakan sepatu ini, jadi tidak perlu khawatir untuk terjatuh" Alisa yang sudah di depan hendra berbicara dengan sombong.
"Aku sudah menaruh semuanya di dalam bagasi mobil, jadi tidak perlu khawatir dengan barang yang ketinggalan" Hendra masuk ke dalam.
"Dasar dia itu, selalu ingin dirinya sendiri" Lidya berbicara saat Alisa berada di dalam mobil.
"Sudahlah, jika dia melakukannya kita juga akan melakukannya" Layla berjalan ke arah mobil Alisa kemudian masuk kedalam.
Lidya tidak mengatakan apapun, dia mengikuti Layla dan membuka pintu mobil kemudian masuk kedalam dengan kesal.
Di Pohon yang rindang sesosok hitam sedang mengintai mereka bersama dengan Ryan, sebelumnya Ryan meminta dirinya untuk ikut agar dapat menyaksikan apakah dia benar-benar menghiasi Hendra, tetapi sebenarnya dia ingin melihat kematian Alisa bersama Hendra.
"Jika tuan menginginkan wanitanya, tuan dapat mengambil semuanya kecuali wanita yang bernama Alisa" Ryan mengatakan seolah Mereka adalah wanitanya.
"Cih,untuk apa aku menginginkan mereka? hanya kebahagiaan semata, aku tidak butuh itu" Pria berjubah Hitam tersadar jika dirinya berbicara tanpa sadar.
"pirasatku mengatakan ini akan buruk, tetapi aku tidak bisa membatalkan liburan yang di buat Alisa begitu saja, semoga hari ini tidak terjadi apa-apa" Hendra merasakan jika firastnya tidak baik, dia tidak mungkin membatalkan liburan yang di atur oleh Alisa yang rela meliburkan semua karyawannya untuk dia berlibur bersama dirinya dan yang lainnya.
"hari ini cuacanya sangat panas, Pasti sangat menyenangkan" Alisa bergumam senang saat melihat cuaca di luar cerah
"Banyak orang yang lalu-lalang berjalan kaki" berbicara kembali saat melihat banyaknya orang yang sedang berjalan kaki.
"Pemandangan gedung-gedung yang tinggi dan indah, Mobil-mobil yang berlewatan sangat menyejukkan hati" Berbicara sendiri, Alisa sangat menikmati perjalanan kali ini.
__ADS_1
Sedangkan Hendra sedang memantau di yang di kendarai Layla,Lidya,dan Ana dia tidak menghiraukan Alisa yang sedang berbicara sendiri.
"Apakah benar jalannya?" Hendra melihat mobil Alisa berbelok ke arah hutan, hendra bertanya ke Alisa untuk memastikan.
"Ya, memang benar jalannya melewati hutan ini, setelah itu berjalan beberapa Kilometer untuk sampai" Alisa melihat Peta di handphone miliknya dan itu benar jalan yang Ana tuju.
Di atas Pohon pria berjubah hitam berbicara "Cepat, ini waktu yang tepat untuk melakukannya" Pria berjubah Hitam memerintahkan Ryan untuk turun dari pohon tersebut dan mencegah mobil hendra untuk ke dalam kota.
"Swos" Tanpa Ragu Ryan terjun beberapa meter depan mobil Hendra.
"Sudah kuduga dia akan mencari masalah kembali" Hendra tak menghentikan Mobilnya, dia menambah kecepatan mobilnya.
"Brengsek, dia berani menambah kecepatannya" Dengan cepat Ryan menyingkir dari sana
"Alisa, kamu kemudikan mobil ini dan segera menjauh dari sini,aku akan melawan dia terlebih dahulu" Hendra tahu jika dia tidak memberikan pelajaran kepada Ryan, Ryan pasti akan terus menerus mengikutinya.
"Tidak, aku akan di sini denganmu, jika kamu mati aku juga akan mati" Alisa tidak dapat meninggalkan Hendra, dia berpikir jika hendra akan Mengorbankan dirinya untuk melindungi dirinya.
"Aku tidak banyak waktu, segera melaju dari sini" Hendra keluar dari mobil dan melangkah ke depan Ryan
"Apa yang kamu inginkan? Apa ingin mati?kalau begitu biarkan aku membunuhmu" Hendra sangat kesal kali ini, dia segera menyerang Ryan dengan penuh amarah.
"Sial, aku tidak bisa menahannya jika terus seperti ini, sebelumnya luka yang kemarin belum pulih sepenuhnya" Ryan menahan Pukulan Hendra, tetapi dirinya tidak kuat menahan kekuatan hendra
"Berani menghalanginya ini akibatnya bodoh" Hendra memaki Ryan yang sudah terpental beberapa langkah
"Uhuk..... Aku akui kamu hebat, tapi jnagan senang dulu" Ryan tersenyum aneh, Hendra yang melihat itu memiliki pirasat yang lebih buruk dari sebelumnya.
"Jangan membuatnya sadar dasar bocah keparat" Pria berjubah itu memaki Ryan karena dia akan mengeluarkan serangan tetapi Tidak jadi karena Ryan membuat Hendra waspada.
__ADS_1
"Sial, kenapa dia belum menyerang juga, aku sudah tidak kuat kali ini" Ryan memaki Jubah hitam dengan pelan.