SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
82


__ADS_3

"Aku baik-baik saja" setelah mengatakan itu Ana Keluar dengan raut wajah yang sangat pucat.


"Tidak, Wajah kamu sangat pucat untuk mengatakan baik-baik saja, sebaiknya Kamu istirahat saja dulu, aku akan membuatkan beberapa obat untuk menyembuhkan dirimu" Hendra menuntun Ana dengan perlahan.


Ana hanya menuruti Hendra dan berjalan ke kamar kemduian berbaring untuk menghilangkan pusing pada kepalanya.


"Sebelumnya apa yang kalian makan?" Hendra takut jika masalahnya itu pada makanan yang di makan Ana.


"kami tidak memakan apapun sebelumnya" Ujar Alisa yang tidak makan bersama ana.


"Kalau begitu kemungkinan terbesar adalah Karena kalian belum makan Hari ini, aku akan membuatkan obatnya dan kamu memasak" Hendra berjalan keluar dari Rumahnya untuk membeli beberapa bahan obat yang dia butuhkan, dia tidak membeli obatnya tetapi membeli bahannya untuk meraciknya sendiri.


Setelah mengemudi beberapa Km Hendra sampai di Rumah sakit Jiang, dia keluar dari mobilnya dan segera berjalan ke lantai 2, Hendra tahu jika ruangan bahan obat ada di lantai 2 dan lagi ruangan Liona tidak jauh dari sana.


"Tok,Tok,Tok" Hendra mengetuk pintu ruangan Liona.


"Masuk" Ucap Liona yang masih fokus pada komputernya.


Hendra membuka pintu dan berjalan ke arah Liona.


Liona yang masih fokus pada komputer yang dia mainkan tak tahu jika itu adalah Hendra.


"Untuk apa lagi kamu datang ke sini?" Ucap Liona dengan mengklik beberapa huruf pada komputer.


"Apakah aku tidak boleh ke sini?" Hendra sedikit terkejut dengan Ucapan Liona dan bertanya kembali.


Liona sedikit mengenali suara Hendra, dia mendongak ke atas dan melihat Hendra yang sedang menatapnya.


"Gu....Guru, ma...maafkan saya, saya kira anda adalah Orang yang saya benci sebelumnya" Liona segera berdiri ketika melihat Hendra yang sedang berdiri di sebelahnya.


"Tidak apa, sebelumnya aku hanya ingin meminta beberapa bahan obat" Hendra berterus terang maksud kedatangannya.


"emm, kalau begitu kita pergi sekarang takutnya guru menunggu lama" Liona Memegang tangan Hendra dan menuntunnya ke arah Ruangan bahan obat.

__ADS_1


"Silahkan Guru anda dapat memilih yang mana saja" Liona membuka pintu Ruangan tersebut dan membiarkan Hendra untuk memilih.


Hendra berjalan Masuk dan mengambil beberapa tanaman Herbal yang sedikit langka, dia tidak hanya ingin membuat obat untuk Ana tetapi juga untuk percobaan pembuatan obat yang baru untuk dia buat.


"Aku hanya memerlukan ini, terima kasih atas Bantuannya" setelah Hendra mengambil beberapa bahan obat dia segera pergi kembali.


"Kenapa hanya mengambil beberapa bahan obat? apakah Tidak ingin berbicara sebentar" Liona sedikit kecewa dengan hendra yang datang lalu pergi begitu saja.


[Ketertarikan Liona 55%]


"Menurun? apakah hal ini bisa terjadi?" Hendra terkejut ketika mendengar sistem jika ketertarikan Liona menurun 5%, Dia Berhenti berjalan dan membalikan badannya melihat Ke arah Liona.


"Sepertinya dia sangat marah, bisakah aku membuatnya baikan?" Hendra sedikit Merasa bersalah untuk itu, dia Berjalan kembali ke arah Liona untuk meminta maaf.


"Em, itu Liona maafkan aku karena tidak sempat mampir sebentar, bukanya tidak mau membicarakan sesuatu denganmu tetapi aku masih ada yang harus aku lakukan" ucap Hendra menjelaskan.


Mendengar Itu Liona Membalikan badannya dan melihat Hendra yang sedikit Merasa Bersalah dan bertanya "Memangnya urusan apa sampai kamu hanya ke sini untuk mengambil Bahan obat dan tidak bersinggah sebentar?"


"Benarkah, kalau begitu aku ingin pergi" Liona yang ingin tahu Hendra tinggal di daerah mana dirinya tidak mungkin melepaskan kesempatan ini.


[Ketertarikan Liona 70%]


"Sepertinya dia sangat senang, kalau begitu aku tidak menyakiti hatinya" Hendra tidak bisa menyakiti Hati wanita Dia sedikit lega ketika melihat ketertarikan Liona bertambah.


Setelah itu Hendra keluar dari rumah sakit dan berjalan mengemudikan mobil miliknya bersama Liona


di sisi lain amelia sangat bingung untuk melakukan sesuatu karena takutnya hendra hanya berbohong kepadanya, berjalan mondar mandir dia melihat Handphone menunggu chat dari hendra tetapi sampai sekarang tidak kunjung datang.


"Apakah harus aku yang pergi ke sana? rasanya sangat canggung untuk mengatakan hal itu" Amelia sangat bingung dan duduk kembali.


"Tapi jika tidak mungkin ibu benar-benar tidak akan makan kali ini" Amelia sangat mengkhawatirkan ibunya dan berjalan ke luar rumah, tetapi dia kembali lagi karena tidak percaya diri untuk pergi ke rumah Bos-nya.


...****************...

__ADS_1


"Apakah masih lama?" Liona yang sudah menunggu beberapa menit dia tidak sabar ingin mengetahui rumah Hendra.


"Sebentar lagi, hanya melewati beberapa tikungan" Ucap Hendra dan terus mengemudikan mobilnya dan terkadang melirik ke arah Liona yang senyum-senyum sendiri.


Setelah beberapa tikungan Hendra sampai di depan Gerbang Perumahan miliknya dan masuk.


"Apakah ini? tempatnya sangat unik dan bagus" Liona melihat beberapa dekorasi luar dan sedikit tertarik.


Tak menghiraukan itu Hendra terus mengemudikan mobilnya sampai di Rumah miliknya, setelah itu keduanya turun dan masuk ke dalam.


"Dimana Ana?" Tanya Hendra kepada Ke tiga wanitanya.


"bukankah kamu yang memerintahkannya untuk tidur sebelumnya?" Ucap Alisa yang masih membariskan beberapa makanan.


"Baiklah, ayo kita ke atas" Hendra dan Liona berjalan ke atas dan pergi ke kamar untuk melihat ke adaan Ana.


"Kamu belum tidur?" Tanya Hendra yang melihat Ana yang hanya menatap langit-langit kamar.


"Tidak, aku tidak dapat tertidur walaupun sudah menggunakan beberapa cara" jawab Ana melihat Ke arah Hendra.


"Kamu dapat memeriksanya, aku akan membuat beberapa Pil untuknya" Hendra keluar dengan membawa Bahan obat yang dia bawa sebelumnya


"em" Ucap Liona menganggukkan kepalanya.


Hendra masuk ke dalam ruangan yang sudah dia siapkan untuk meracik obat, dia membuat obat yang sedikit lebih besar dari pil biasanya, Setelah melakukan beberapa trik dia Mengambil satu Pil untuk memeriksa kemurnian,nya.


"Sedikit lebih baik, tetapi mungkin ini dapat menghilangkan rasa sakit pada kepala Ana dan juga rasa mualnya" Hendra mengambil beberapa obat yang sudah dia buat dan memasukannya ke plastik berwarna biru (pasti tahu plastik yang buat pil)


Berjalan kembali Ke luar dan melihat semuanya tidak ada di meja makan, Hendra kembali berjalan ke arah kamar, melihat semuanya yang sedang duduk di samping Ana.


"Apa yang kamu lihat darinya? apakah hanya sakit biasa?" Tanya Hendra yang tidak tahu dan tidak mengecek keadaan Ana sebelumnya.


Tak ada yang mengatakan apapun, Liona Berjalan ke arah Hendra dan berkata

__ADS_1


__ADS_2