
Hanya seorang teman yang dia punya, yang selalu ada begitu dia membutuhkan sesuatu, ketika Hendra ingin mengeluarkan Hasratnya dia hanya mencari sebuah sabun untuk melakukannya dan dia hanya bisa melakukan 1 jam saja, bahkan itu adalah yang paling lama baginya.
"Jika kamu tidak percaya coba saja, aku meyakinkanmu dia adalah yang terkuat ketika melakukan hubungan intim"
"Mana ada orang yang seperti itu, palingan dia memakai obat" Chen Yu masih tidak mempercayai ucapan Alisa
Cafe Condro
"Apa ada sesuatu?" Robi yang sebelumnya fi telepon oleh Lulu untuk menemuinya di cafe Condro dia segera berangkat, setelah sampai Robi masuk ke dalam kafe dan melihat lulu yang sedang duduk sendiri.
'"mmm..... Bi...." Lulu ingin berkata sesuatu tetapi dirinya tidak dapat mengucapkannya.
"Ada apa sayang, kenapa dirimu tidak seperti biasanya? kamu seperti menyembunyikan sesuatu..." Robi Merasa aneh melihat wajah Lulu yang seperti ingin mengungkapkan sesuatu.
"Aku sebenarnya tidak pernah menyukaimu..... tapi diriku hanya kasihan melihat kamu ketika menembakku, hari ini aku mengungkapkan semuanya, kamu jangan sedih ya" Lulu tidak cinta kepada Robi, ketika Robi menembak Lulu di depan banyaknya orang dia tidak tega untuk menolaknya jadi dia menerimanya dengan rasa kasihan kepada Robi.
"Kenapa? kamu pasti bohongkan, dimana kameranya, aku tahu kamu sedang bikin prank" Robi tidak mempercayai ucapan Lulu, dia tidak mungkin berbohong setelah selama 1 minggu berpacaran pikirnya.
"Aku sedang tidak berbohong bi..... aku benar benar jujur, aku ingin hari ini kita putus, toh kmau juga hanya anak miskin yang tidak mempunyai apa-apa jadi menjauhlah dariku." Lulu meninggalkan Robi sendiri setelah dia membayar semua makanan yang dia pesan.
'Apa ini? Apa ini semua nyata? seolah diriku sedang bermimpi... tapi....tapi rasa ini sangat nyata, rasa kecewa.... rasa sakit.... rasa ingin selalu ada didekatmu..... kemana dirimu yang dulu, yang selalu baik dan mengerti tentang diriku.... aku tidak percaya kamu seperti Ini' robi tidak mengerti bahwa dirinya benar-benar tidak sedang bermimpi, rasa sakit yang dia rasakan adalah hal nyata.
"Apakah ini rasanya di bohongi seorang wanita dan tidak pernah dianggap selama ini? dan lagi aku...... aku di kasihani Hahahahaha" Robi tidak dapat mengontrol dirinya, dia tidak percaya bahwa Lulu seorang wanita yang sangat dia sayangi bisa begitu padanya.
Robi keluar dari cafe dan pergi dengan Rasa putus asa.
Rumah wali kota
Semua orang sedang berpesta ada yang berdansa dan juga ada yang sedang berbincang, bahkan hampir semua orang mabuk.
__ADS_1
Ruang bawah tanah Chen Bai.
Hendra Yang sudah duduk di hadapan Chen Bai hanya menatap dengan pandangan lurus kedepan.
"Apa kamu yang menemukan Jam ini?" Chen Bai masih tidak memasukkan kembali aura master beladirinya, dia ingin melihat hendra dapat bertahan berapa lama.
"Iya, Untuk apa Tuan Bai menanyakan hal seperti itu?"
"Tidak apa-apa, aku tidak percaya saja kepada dirinya yang sudah bersusah payah mencari jam ini selama bertahun-tahun tetapi belum menemukannya dan kalah olehmu yang hanya membeli satu kali. aku akan mengabulkan satu permintaan yang kamu inginkan, aku akan berusaha untuk melakukannya walaupun itu sulit" Chen Bai sudah berjanji kepada dirinya setelah kehilangan jam tangan tersebut, dia akan memberikan satu permintaan apapun yang diinginkan seorang yang telah menemukan Jam tangan yang telah dia pegang sebelum hilang.
"Saya akan memikirkannya" Sekarang hendra tidak mempunyai keinginan, dia sudah memiliki uang wanita dan bahkan kekuatan yang cukup baginya pikir hendra.
"Aku ternyata salah menilaimu, aku kira kamu akan meminta harta atau apapun itu, tapi fisikmu juga bagus" Chen Bai kemudian memasukkan kembali Aura miliknya.
Jika saja Chen Bai bertanya seperti itu sebelum hendra memiliki sistem, mungkin saja Hendra akan meminta sebuah harta yang berharga, tetapi dia berbeda dengan sekarang, dia sudah memiliki apa yang dia miliki sekarang.
"Baiklah, kamu bisa keluar sekarang, ini adalah kartu nama diriku, jika ada masalah kamu dapat meneleponku kapan saja" Chen Bai Merogoh kantong kemejanya dan mengambil sebuah kartu nama dirinya dan menyerahkannya kepada hendra.
"Huh, hampir saja aku pingsan, auranya sangat kuat, bahkan itu dapat membunuhku" Hendra menghela nafas saat dia keluar dari ruangan Chen Bai.
Pada saat ini Seorang Pria keluar dari rumah Chen Bai
"Bos aku melihat seseorang yang bos cari berada di dalam" Pria terebut melapor kepada Ryan.
"Sudah kuduga dia pasti berada di sana, buntut dia dan beritahu dimana kamu sekarang, aku juga sedang berada di pesta tersebut."
"saya sedang berada di halaman depan bos, apa saya saja yang menghampiri bos"
"Tidak perlu, kamu awasi saja orang yang aku cari"
__ADS_1
Ryan keluar dari rumah Chen Bai setelah menerima telepon dari anak buahnya, dia tidak berani membuat masalah di acara Chen Bai.
"kemana Chen Yu?" Hendra bertanya kepada Kedua wanitanya
"dia sedang ada urusan" Alisa menjawab kemudian berdiri.
"Hendra, apa kita bisa pulang sekarang? Aku sudah bosan dengan ini" Alisa memeluk lengan kanan Hendra dan menempelkan kedua gunung kembar miliknya.
"Ugh, bi....bisakah kamu jangan membuat masalah" Hendra yang tidak bisa melakukan apapun saat ini dia hanya melepaskan pelukan Alisa.
"Pestanya hampir selesai, apa kita hanya duduk di sini?" Alisa sudah mulai bosan dengan acara yang hampir selesai, dia ingin segera pulang dan tidur.
"Baiklah, lagipula ini sudah hampir jam 11 malam, kita pulang sekarang" Hendra juga berniat ingin pulang, dia tidak melakukan apa-apa disana.
depan Rumah Chen Bai
"Halo bos, mereka akan pulang, total 3 orang satu wanita dan satunya pria, sepertinya temannya yang satunya pria yang memakai pakaian seperti orang yang tidak mampu membeli pakaian, dan teman satunya sangat cantik, mungkin bos akan suka"
"jangan mengatakan wanita di depanku, aku tidak menyukai seorang wanita"
Ryan sudah berjanji pada dirinya bahwa dia tidak akan menikah ataupun memiliki pacar seumur hidupnya.
"maaf bos, mereka pulang menuju ke arah kanan, dan bos juga sudah berada di arah kanan, ini dapat memudahkan bos untuk membunuhnya"
"Baiklah, kamu boleh kembali ke markas"
Pada saat ini di dalam mobil Ana.
Hendra mengendarai mobil dengan pelan, dia tidak bisa memerintahkan Ana untuk menyetir kembali.
__ADS_1
Alisa tidur nyenyak di bangku belakang dengan merebahkan Tubuhnya.Sedangkan Ana tidur di sebelah Hendra
"Sepertinya mereka sangat lelah" Hendra mengelus rambut Ana dengan tangan kirinya