SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
Alisa


__ADS_3

Disisi lain


"Halo boss, katanya Alisa tidak ada di rumahnya, aku sebelumnya menyamar menjadi tukang paket tetapi kata pengurus rumah tidak ada Alisa" Ray memberi tahu bahwa Alisa sedang pergi keluar dan dia tidak mengetahui dimana keberadaannya.


"Pantau terus rumahnya, jika sampai malam hari dia tidak kembali kamu harus mencarinya" ucap Ryan dalam telepon dengan kesal


"kemana wanita ****** itu perginya, aku harus membunuhnya" dalam benak Ryan, Ryan sangat membenci Alisa sehingga dia menginginkan Alisa untuk dibunuh dari tangannya sendiri.


"Set" Hendra menaikkan satu kakinya lidya lagi sehingga hendra memegang bokong Alisa dengan kedua tangannya.


"Sebentar, i...ini sangat sakit ah" Lidya masih merasakan sakit walaupun sudah beberapa menit berlalu karena goa miliknya tak seperti yang lainnya yang lebih besar darinya.


"Ya aku tahu, punyamu sangat kecil sehingga menjepit batangku" Hendra meraskan bahwa Batangnya yang besar terjepit di goa lidya yang kecil itu.


"Apa dia akan baik baik saja?" Alisa melihat muka Lidya yang sudah pucat.


"Aku tidak akan bergerak dulu, dia nanti juga akan baik baik saja" Hendra tak bergerak walaupun menggerakan kepalanya tidak akan menyakiti Lidya tapi Hendra tetap tegak menghadap lidya dan tidak bergerak.


"Apa kamu tidak berat menggendong Lidya?" Alisa heran karena melihat hendra sudah lama menggendong Lidya tetapi tidak merasakan pegal ataupun keberatan.


"Lebih baik kamu menurunkan aku saja" Pinta Lidya yang baru menyadari bahwa Hendra sedang menggendong dirinya.


"Tidak, aku tidak keberatan jika menggendong wanitaku seumur hidup" Hendra berbicara wajah menghadap Lidya


[Ketertarikan Lidya 80%]


"Sistem Cek setatus " Hendra membatin sambil menunggu Lidya tak merasakan sakit


Nama : Hendra Wijaya


umur : 20 tahun


pekerjaan : tidak ada


pasangan :


-Lidya


-Alisa


- Layla


-Ana


Saldo yang dimiliki : 5.200.000.000(5,2M)

__ADS_1


keterampilan :


-Beladiri kuno


-Pengobatan Kuno


Target :


-Angelina 40%


-Amelia 40%


-Lina 30%


-Emi - 30%


-Bella -40%


Misi : -Membunuh Ryan


-berhubungan dengan 4 wanita


"Huft, apa membunuhnya nanti saja ya bulan depan, tapi jika terus bilang bulan depan dan pada bulan depan tidak dapat menyelesaikannya.... bulan depan lagi dan bukan depan lagi sampai waktunya habis, sebaiknya aku harus menyelidiki dia terlebih dahulu" Hendra bingung untuk menyelesaikan misi yang di berikan sistem kali ini. "sebelumnya waktunya hanya sedikit tetapi kali ini 3 bulan, bukankah itu sangat panjang? berarti kekuatannya juga kuat? Apakah ini perkembangan misi? semakin kita mengerjakan misi maka misi selanjutnya akan menjadi lebih sulit?" Pikir hendra


"Apa sudah tidak meraskan sakit?"


"Aneh, yang lain hanya membutuhkan waktu 5-10 untuk meredakan sakit pada bagian bawah,Tapi Lidya membutuhkan waktu mungkin 15-20 m**enit karena sekarang sudah 15 menit aku berdiri" Hendra kembali membatin.


10 menit kemudian


"Sekarang sudah tidak sakit lagi" Lidya melihat ke arah hendra


"kenapa wajahmu mengeluarkan banyak keringat?" Lidya merasa aneh yang baru melihat hendra tiba-tiba mengeluarkan keringat.


"Tidak apa apa, hanya sedikit khawatir sama keadaanmu" Hendra beralasan takutnya Lidya akan merasa bersalah karena keringat yang di hasilkan hendra akibat terlalu lama menggendong nya.


"Kalau begitu kita mulai sekarang,Hendra" Hendra yang mulai kesal dan hampir kehabisan tenaga dia akhirnya semangat kembali ketika Lidya memulainya.


Hendra dengan semangat mulai menaik turunkan pinggulnya dengan dirinya memegang bokong Lidya.


"ssh ini sakit tapi nikmat mmh" Lidya meraskan Nikmat dan rasa sakit secara bersamaan ketika Hendra mulai dengan laju yang cepat.


"Kamu nikmati saja jangan memikirkan rasa sakit yang berada di bawah sana" Hendra semakin cepat menusukkan batangnya karena dirinya akan keluar untuk sekian kalinya.


"Aku akan keluar" Hendra semakin cepat dan cepat membuat Lidya juga meraskan bahwa dirinya akan keluar

__ADS_1


"a...aku juga, a..ah ke..keluar" lidya keluar bersamaan dengan hendra


"Ah.. lubang milikmu berkedut dengan cepat membuat batang milikku terjepit" Hendra meraskan bahwa Lubang milik Lidya berkedut dengan cepat, itu membuat Batang hendra meraskan nikmat yang lebih dari wanita lainnya.


"Ha...habisnya milikmu sangat besar mmmmh"


3 Jam kemudian


"tu...turunkan Aku Hendra, aku sudah tidak dapat bermain denganmu" Lidya sudah mencapai batas maksimum yang dia miliki.


"Ya kamu tidur dulu, tempat tidurnya juga mampu menampung 6-8 orang" Hendra membawa Lidya tanpa melepaskan Batang miliknya.


"Kamu tidur sana" Hendra membaringkan Lidya dan mencium kening Lidya.


"Apa kamu juga ingin?" Tanya Hendra melihat Alisa yang sedang memperhatikannya.


"em" Alisa menganggukkan kepalanya


"Baiklah" Hendra berjalan ke arah Alisa


"misi kali ini sejagat mudah" hendra tersenyum sambil berjalan ke arah Alisa


Alisa yang melihat senyuman aneh hendra merinding melihatnya dan menutup wajahnya.


"Hei, kenapa menutup wajah?" Tanya Hendra mendekat ke arah Alisa dan memeluk tubuh Alisa


"Tidak apa apa, senyuman kamu mengerikan" Alisa menatap wajah hendra kemudian mencium Mulut Hendra.


Hendra yang merasakan bahwa mulutnya di cium tiba tiba oleh Alisa dirinya kemudian mengangkat tubuh Alisa ke dalam pangkuannya dan mendudukkannya sambil saling berciuman.


"Mhhh" Alisa mendesah ketika tangan kiri Hendra masuk kedalam pakaiannya dan meremas salah satu gunung Alisa.


Hendra tak hanya memainkan satu tangannya, tangan kanannya mulai merogoh satu gunung kembar Alisa membuat Alisa tak dapat menahan suaranya.


"nnnh... Emh...." Alisa tak hentinya mengeluarkan ******* sampai hendra berhenti memainkan gunung kembar miliknya, sesekali hendra memelintir benjolan yang berada di tengah tengah gunung kembar tersebut.


"Umh, uh huh huh aku sudah tidak tahan" Alisa mendorong tubuh hendra agar dirinya lepas dari pagutan yang intens itu.


Alisa memiliki rambut berwarna hitam panjang, tinggi 164 cm dan ukuran dada 36B


"Hendra, kenapa kamu tidak lelah sama sekali?" Alisa bertanya kepada hendra yang dari tadi bermain tetapi tidak merasa lelah


"Aku sering berolah raga jadi tidak akan lelah" ucap Hendra dengan membohongi Alisa, bagaimanapun dia tidak bisa menceitakan keberadaan sistem yang dimilikinya, bagaimana jika dia memberitahunya kepada semua wanitanya? mungkinkah mereka dapat merahasiakan rahasia ini? bagaimana jika salah satu dari mereka tidak dapat merahasiakannya dan membocorkan rahasia hendra akankah hendra baik baik saja? semua orang pasti menginginkan sistem yang dimiliki hendra dan berbondong bondong ingin membunuh Hendra dan merebut sistem hendra, Jika memang hendra dibunuh sistem juga tidak dapat memilih tuan dengan cara seperti itu.


"Besok jangan lupa" Alisa mengingatkan hendra dengan acara yang akan mereka hadiri

__ADS_1


"Jangan lupa apa? apa ada acara yang akan kamu rayakan?" Hendra bertanya dengan raut wajah bingung yang sudah lupa bahwa dia sudah janji akan menghadiri acara ulang tahun wali kota.


__ADS_2