SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
77


__ADS_3

"A..Aku percaya, lalu kenapa kamu tidak dapat terlihat?" Lidya heran dengan hal itu, dia bertanya dan mengeratkan pelukannya


"Itu hanya sedikit trik biasa kamu tidak perlu memikirkannya, sebelumnya kamu tak menjawab pertanyaanku" Beberapa saat Hendra bertanya kepada Lidya bahwa dia ingin kemana.


"Aku ingin pergi ke kamar mandi" Lidya berjalan kembali ke tempat tidur.


"Lalu kenapa kamu tidak jadi?" Hendra bertanya kembali dengan wajah bingung.


"Aku sedikit takut karena kamu sebelumnya menakutiku" Lidya masih memikirkan jika itu bukanlah hendra, dia kembali tertidur dengan selimut yang berada di atas tubuhnya.


"Maafkan aku, aku akan mengantarmu, jika ingin BAK Sebaiknya jangan di tahan itu akan menjadi penyakit" Hendra berjalan ke arah Lidya dan meminta maaf atas kejadian sebelumnya.


Lidya berdiri dan berjalan dengan tangan menarik tangan Hendra.


Setelah berada di toilet lidya tak melepaskan Tangan hendra membuat hendra mengerutkan keningnya.


"Apa kamu tidak akan melepaskan tanganku?" Hendra Bertanya dan menghentikan langkahnya.


"Bukankah kamu akan mengantarku? Kalau begitu aku ingin di antar sampai dalam, jika kamu di sini mungkin hantunya akan menyerangku" Lidya menarik tangan Hendra tetapi dia tidak memiliki tenaga untuk mengimbangi hendra.


"Ayo" Kembali Lidya menarik tangan Hendra, Hendra hanya bisa menggelengkan kepalanya dan masuk ke dalam.

__ADS_1


"Jangan lama-lama" Hendra berdiri di belakang Lidya.


Setelah Lidya memastikan jika hendra tidak keluar dia segera membuka celananya dan mengeluarkan beberapa air dari .....


"Huh, tahan, jangan sampai tergoda" Hendra menutup matanya, dia tidak bisa mengontrol dirinya jika terus melihat bokong Lidya


"Sudah belum" Hendra bertanya dengan wajah tertutup dengan kedua tangannya.


"Sudah, untuk apa kamu menutup matamu?" Setelah Lidya selesai dia melihat hendra menutup matanya.


"Tidak, hanya saja aku Tidak ingin menatap belakang punggungmu" Hendra beralasan untuk menghindari Lidya dan menurunkan tangannya ke arah senjatanya untuk menutupi benjolan yang di sebabkan oleh lidya.


Melihat Hendra yang sedikit aneh lidya menatap ke arah bawah dan melihat jika hendra sedang memegangi senjatanya, tersenyum jahat Lidya menggerakan tanganya memegang senjata hendra.


"Jangan membuatnya berdiri semakin besar lidya, jika tidak itu akan berbahaya" Hendra menatap Lidya yang sedang berusaha menyingkirkan tangannya.


"Untuk apa menahannya, aku janji tidak akan membicarakan ini kepada yang lainnya" Lidya masih berusaha sampai dirinya menyerah untuk menyingkirkan tangan Hendra.


"Cih, kalau begitu aku tidak akan memaksa" Lidya Berjalan melangkahkan kakinya ke luar toilet.


Tetapi Hendra menahannya, Dia sudah tidak tahan untuk menahan selama semalam dan pasti tidak akan tidur pulas, dia menarik tangan Lidya dan menyandarkan tubuh Lidya ke dinding, menempelkan mulutnya ke mulut lidya.

__ADS_1


"Umh....." Merasakan tangan Hendra yang menggerayap ke kedua gunung kembar miliknya Lidya mengeluarkan suara nikmat dan geli (mungkin karena kita tidak dapat merasakannya)


Setelah beberapa menit hendra melepaskan pagutannya dan membuka seluruh pakaian Lidya dan tak menyisakan sehelai benangpun.


"Sebentar... huh..huh A.. Aku masih menstabilkan napas" Lidya yang tak sempat menstabilkan napasnya karena pagutan sebelumnya dia meminta hendra untuk tidak memasukan Senjatanya, tetapi Hendra yang sudah tak tahan di mengeluarkan senjatanya dari balik dinding penghalang dan segera memasukan Senjatanya ke milik Lidya.


"A......ahh, pe...pelankan dulu" Lidya tahu jika Hendra tidak menahan birahinya, dia meminta kembali Hendra untuk memperlambat laju tongkatnya.


"Aku akan memberimu waktu selama 3 menit" Hendra meraih kedua kaki ramping Lidya dan menggendong nya di depan dengan senjata yang berada di dalam.


Lidya mengangguk menanggapi Ucapan Hendra, dia segera mengambil napas yang penuh dan mengeluarkannya.


Selang beberapa Menit Hendra beraksi menaik turunkan senjata miliknya sampai 4 jam kemudian.


"A...ahhh, aku akan keluar" Lidya mendesah saat dirinya akan mengeluarkan beberapa cairan kental.


"Ya, aku juga akan keluar, kita akan keluarkan sama-sama" Hendra mempercepat lajunya, setelah dirinya merasakan Lava yang ingin keluar di senjata bawahnya.


"Mmm... ah ke...keluar" Lidya keluar ke 4 kalinya, dia sangat menikmati permainan hendra dan memeluk tubuh hendra dengan tubuh yang sudah lemas.


Hendra yang sudah mengeluarkan lava miliknya dia segera menggendong Lidya ke arah Bathtub dan membasuh tubuhnya dan tubuh Lidya untuk membersihkan diri mereka.

__ADS_1


Setelah membersihkan tubuhnya dan lidya dia menggendong kembali Lidya ke kamar dan membaringkannya di sebelah Layla kemudian menyelimuti Lidya, berjalan kembali ke arah lemari Hendra mengambil sepasang pakaian dan memakaikannya ke tubuh Lidya, Setelah itu Hendra mengambil selimut dan tertidur.


__ADS_2