SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
Ana (1)


__ADS_3

"Kemudian bagaimana jika aku menang?"


"Ini......." Alisa tidak bisa memberikan keuntungan apapun kepada hendra karena sebelumnya mereka tidak merencanakannya.


"Kami akan mematuhi ke inginanmu selama 1 hari penuh, bagaimana?" Layla memberikan satu keuntungan yang sangat kecil


"Yah baiklah" Bagaimanapun Hendra sudah mendapatkan 3 kali keuntungan malam ini.


"Siapa yang akan maju pertama?" Tanya Hendra kemudian berdiri


"Ana" Ucap Alisa mendorong tubuh Ana Ke hadapan hendra


"Aku?... kalau begitu bisakah kalian keluar? aku malu jika di lihat banyak orang" Ana Meminta semua orang untuk keluar karena dia memiliki rasa malu seperti manusia pada umumnya.


"Aku tidak mau, lagi pula au pernah melihat tubuh kamu dan kita juga sama sama wanita untuk apa malu? dan satu lagi kita sudah menjadi saudari jadi kamu tidak perlu malu" Alisa tidak ingin dirinya keluar, dia ingin melihat Aktifitas Hendra bersama ana Lakukan


Ana memiliki rambut berwarna hitam panjang sebahu dengan wajah cantik dan tubuh yang bagus tinggi 160 cm.


"se...sejak kapan melihatnya?" Ana bertanya karena dirinya tidak pernah memperlihatkan tubuhnya kepada siapapun


"Rahasia" Alisa tidak memberitahukan Ana bahwa dirinya sudah pernah melihat lekuk tubuh Ana


"Sudahlah biarkan saja mereka, toh kalian juga akan melihat satu sama lain" Hendra memeluk tubuh Ana dari belakang, kemudian tangannya merambat dari bawah ke atas meraih gunung kembar Ana


"Uhmmmmmmm...." Desah Ana yang merasakan Geli ketika bagian atasnya di sentuh


"Ja...jangan Menyentuhnya uhhhm, I...ini sangat menggelikan" Ana Mendesah saat Dadanya di sentuh dan di remas oleh hendra.


"Dada kamu lebih besar dari sebelumnya" bisik hendra di telinga Ana


"Ber....berhenti Hendra uhhh aku tidak dapat mengendalikan mulutku uhmmmm"


"Keluarkan saja semuanya, toh hanya ada kita berlima di dalam sini, tidak akan ada yang masuk" Hendra tak hentinya meremas dada Ana, setelah puas menyentuh selama beberapa menit hendra kemudian mengangkat tubuh Ana ke tempat tidur kemudian mendudukkannya di pangkuannya dan mulai membuka satu persatu kancing pakaian ana.


"Se...sebentar Hendra, bisakah kita kamu menunggu ku sebentar saja"

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" Tanya Hendra dengan heran.


"Aku.... tunggu sebentar aku akan kembali sebentar lagi" Ana lari ke luar kamar hendra kemudian pergi ke kamar mandi.


"kenapa dia? apa ada sesuatu yang terjadi sebelumnya?" Layla bertanya kepada Alisa


"Aku juga tidak tahu, mungkin dia ingin Buang air kecil atau yang lainnya" Alisa juga tidak mengetahui apa yang akan dilakukan ana.


"Sepertinya malu atau ingin mengganti pakaian yang lebih terbuka" Lidya menebak apa yang akan dilakukan ana


5 menit kemudian


"ahhh kenapa lama sekali, aku sudah tidak tahan" Ucap Hendra kemudian membaringkan dirinya dengan menatap langit langit rumahnya.


"Krek" Ana membuka Pintu


"maaf sudah menunggu lama" Ana kemudian berjalan ke arah hendra


"kenapa lama sekali? apa terjadi sesuatu?" Hendra bertanya kepada ana dengan meraih pinggang ramping Ana dan mendudukkannya di pahanya.


"Aku... aku sedang membersihkan punyaku" Ana Berbicara dengan menundukkan kepalanya karena malu dengan kelakuan dirinya


"Untuk apa?" Hendra semakin penasaran terhadap Apa yang dilakukan Ana


"Tidak apa apa, aku takutnya kamu jijik melihat punyaku"


"Memangnya kenapa? Bukankah sebelumnya tidak kenapa napa? Aku penasaran apa yang terjadi?" semakin lama hendra semakin penasaran karena sebelumnya dia tidak melihat bagian bawah Ana


"Aku akan melihatnya" Ucap Hendra lalu membuka semua pakaian Ana dan hanya menyisakan ****** ******** dan bra


"Aku malu" Ana melihat sekeliling bahwa semua orang yang berada di dalam sana sedang berada di sisinya.


"Sudah tidak apa apa, apapun yang terjadi aku akan tetap bersamamu" Hendra kemudian menyingkirkan tangan Ana yang menghalangi hendra untuk membuka ****** ***** Ana.


"Ba...baiklah"

__ADS_1


"Kenapa? tidak ada apa apa, bukankah punyamu sangat indah dengan bagian luarnya berwarna pink? dan memiliki rumput yang mulai tumbuh itu?" Tanya Hendra dengan mengelus sedikit membuat Ana mendesah


"ahhh... apa i..itu Tidak apa apa, aku melihat di semua vidio berwarna putih kehitaman, aku takutnya ini akan bermasalah" Ana sebelumnya mencari tahu apa yang terjadi tentang miliknya tetapi tidak menemukan informasi satupun dari internet


"Ini benar benar indah, kenapa kamu harus malu, aku ingin menyentuhnya" Alisa takjub dengan warna kepemilikan ana yang begitu Pink yang dirinya tidak punya.


"Aku hanya memiliki warna sedikit Pink di bagian luarnya dan dia benar benar pink alami bagaimana kamu melakukannya? bisakah berikan kami juga resepnya? Apa menggunakan obat obatan dari tiongkok?" Lidya ingin seperti Ana yang memiliki warna goa yang pink dengan rumput yang mulai tumbuh.


"Hah sebelumnya aku tidak melihatnya terlebih dahulu karena malam itu benar benar tidak ada lampu satupun di sana" Ucap Hendra.


"Sepertinya kita akan di buang oleh hendra" Lidya bercanda ingin membuat layla dan Alisa mengeluarkan ekspresi wajah yang ingin di lihatnya.


"benarkah begitu hendra? akankah kamu meninggalkan kami semua hanya karena warna miliknya berbeda? kalau begitu kamu akan mencoba sebisa mungkin untuk membuatnya berubah warna" Alisa mempercayai ucapan Lidya


"Tidak mungkin, hendra tidak akan melakukan hal tersebut hanya karena masalah warna itu" Layla meyakinkan Alisa dengan kepercayaan yang dia punya.


"kapan aku bicara seperti itu? kalian semua tidak akan aku tinggalkan seumur hidupku dan akan selalu ada di sisiku" Hendra heran dengan kelakuan wanitanya yang satu mudah percaya ucapan seseorang(Alisa) satunya jahil(Lidya), satu lagi sangat percaya padaku(Layla) dan satu lagi polos(Ana)pikir hendra.


"Xixixixi, maafkan aku Alisa habisnya muka kamu sangat imut hehehe" Lidya tertawa dengan bahagia ketika dia mengerjai Alisa


"Hmph, lihat saja nanti aku juga akan mengerjaimu" Alisa memalingkan wajahnya tidak ingin melihat muka Lidya


"Uh cup cup cup, maafkan aku ya Alisa" Lidya mencubit kedua pipi Alisa dengan kedua tangannya


"Aku sudah tidak tahan, bisakah kalian kembali ke tempat masing masing" Perintah hendra yang sudah Tidak tahan melihat milik Ana yang sedang berada di pangkuannya


"Semangat Ana, kita harus mengalahkan Hendra agar dia tidak mencari wanita lain lagi, jika tidak kita akan di buang" Lidya berjalan ke sopa yang berada di dalam kamar hendra


"Diam, aku tidak akan percaya kata katamu" Ucap Ana dengan muka yang sangat merah memikirkan apa yang akan dirinya lakukan bersama Hendra


"Xixixi" Lidya tertawa melihat wajah ana yang merah bak kepiting rebus


"Aku akan memulainya" Hendra memulai semuanya dari awal dengan meremas Gunung kembar Milik Ana dan menyatukan mulutnya dengan Mulut Ana


5 menit kemudian

__ADS_1


"Hmmm uh huh huh huh" Ana menstabilkan napasnya


__ADS_2