SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
72


__ADS_3

"Benar-benar orang yang sangat gila, aku akan memberikan hukuman yang berat untukmu" Emi sangat kesal saat mobil miliknya hendak menyalip mobil hendra tetapi tidak sempat karena Hendra mempercepat lajunya.


"Haha, aku hanya bermain-main denganmu, selanjutnya hanya perlu meninggalkan beberapa jejak dan pergi" Hendra berbelok ke kiri dengan cepat menghilang


"Sial, Aku bahkan lupa untuk memotret plat nomor mobilnya" Emi Berhenti di pinggir jalan dengan muka yang kesal, jika saja ayahnya mengetahui jika dirinya gagal lagi mengejar mobil yang ugal-ugalan sebelumnya pastinya dia akan mendapat hukuman yang lebih berat dari kemarin.


Setelah Berjalan jauh menggunakan mobil nya Hendra mengambil Handphone miliknya dan mencari nomor Chen Bai setelah menemukan nomor Chen Bai Hendra menekan Nomor tersebut dan terhubung.


"Halo, Dengan siapa saya berbicara?"Suara Pria tua di Telepon terdengar.


"Tuan Chen, Ini saya Hendra yang sebelumnya pergi ke acara ulang tahun tuan" Hendra menjawab segera Pertanyaan Chen Bai


"Hmm, ada apa kamu meneleponku?" Chen Bai bertanya langsung ke poin utamanya.


"Begini, Saya ingin membuat perusahaan tetapi harus mendapatkan persetujuan dari Tuan Bai, Jika tuan Bai berkenan bisakah Tuan menandatangani suratnya" Hendra berkata dengan Sangat berhati-hati, dia tahu kemampuan dirinya tak ada apa-apanya di bandingkan Master bela diri yang sedang berbicara dengannya.


"Kamu pergilah ke kediamanku" Chen Bai mematikan teleponnya dan kembali mengambil sebuah koran untuk dia baca.


Hendra segera melajukan mobilnya ke kediaman Chen dan setelah beberapa menit berkendara dirinya sampai.


Begitu dia sampai di depan Gerbang kediaman Chen, gerbangnya terbuka dan itu di lakukan oleh beberapa security yang menjaga yang telah di beritahukan oleh Chen Bai Sebelumnya.


Hendra masuk dengan senang hati, dia memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah Chen Bai setelah itu keluar dan berjalan Masuk ke dalam.


tetapi setelah berjalan beberapa langkah dia melihat Chen Gu yang sedang menatap dirinya dengan sinis, Hendra hanya berjalan tanpa menghiraukan Tatapan itu.


"Hei, berhenti di sana" Chen Gu menghentikan langkah Hendra dan berjalan ke arah Hendra.

__ADS_1


"Apa yang akan dia lakukan lagi? Apa akan mencari masalah kembali?" Hendra Berhenti sambil bertanya-tanya pada dirinya.


"Ikuti aku, aku sudah tahu jika kamu akan pergi ke kediaman ayah, jadi aku akan mengantarkanmu" Chen Gu Berjalan setelah mengatakan itu.


Hendra hanya mengetahui jika Chen Bai hanya memiliki 1 ruangan dia mengikuti saja apa yang di katakan Chen Gu.


Berjalan beberapa langkah ada sebuah Rumah yang cukup besar "Kamu hanya perlu masuk ke dalam dan akan menemui ayahku" Setelah mengatakan itu Chen Gu pergi dengan langkah yang sangat cepat.


"Aku kira dia akan melakukan beberapa pukulan pada tubuhku" Hendra menggelengkan kepalanya dan berjalan ke rumah yang di tunjuk oleh Chen Gu.


"Tok,Tok,Tok" Mengetuk dengan pelan, Hendra menunggu jawaban dari luar


"Masuk" Terdengar suara Chen Bai dari dalam, Hendra membuka pintu dan melihat ruangan yang kosong tidak ada apapun kecuali Kursi dan 1 meja di sana.


Setelah termenung beberapa menit hendra masuk dan duduk di hadapan Chen Bai, dia tidak mengucapkan beberapa patah katapun dan menunggu Chen Bai berbicara.


"Sekarang kamu dapat berbicara apa yang akan kamu rencanakan" Chen Bai berbicara sambil memegang secangkir teh.


"Menarik, aku akan menandatanganinya setelah ini" Chen Bai hanya mengatakan itu, dia bahkan tidak meminta apapun kepada hendra, Jika saja itu Orang lain mungkin Dia akan meraih keuntungan dari perusahaan yang akan di bangun oleh mereka, tetapi hendra tidak tahu jika harus memberikan sedikit keuntungan dan juga Chen Bai tidak memberitahukan itu.


"Bagaimana kamu dapat bertahan dari beberapa serangga yang akan membunuhmu?" tiba-tiba Chen Bai berbicara, Hendra sedikit terkejut, dia pikir sudah selesai ketika Chen Bai mengatakan jika akan di proses Hari ini.


"Soal itu saya akan melakukannya dengan kemampuan saya sendiri" Hendra hanya berkata dengan Asal, dia pikir itu hal yang baik.


"Itu sedikit buruk" Meminum sedikit Teh dari tangannya Chen Bai kembali berkata "Jika ingin bertahan kamu juga harus memanfaatkan beberapa status orang-orang yang dekat denganmu, dan juga jangan lupa jika teman dekat bukan berarti tidak akan menjadi musuhmu" Chen Bai menaruh Teh tersebut.


Hendra tidak tahu apa yang di katakan oleh pria tua itu, dia sedikit bingung dengan yang di katakan oleh Chen Bai.

__ADS_1


"Tidak perlu di pikirkan sekarang, mungkin kamu akan mengerti suatu saat nanti, sekarang kamu bisa pergi" Chen Bai tahu jika Hendra bingung dengan perkataanya, dia hanya menyuruh Hendra pergi dan mengambil rokok di kantongnya.


"Kalau begitu saya pamit dulu" Hendra keluar dengan raut wajah bingung, Tak ada yang dapat dia pahami dari kata-kata itu karena dia tidak berpengalaman tentang dunia bisnis.


Chen Bai sudah berkecimpung dalam dunia bisnis sejak dirinya berumur 20 tahun, jadi dia sudah mengetahui dan berpengalaman dalam dunia bisnis.


"Sudahlah, aku akan memikirkan itu nanti setelah pikiranku tenang" Hendra masih tidak tenang karena Alisa, dia berjalan ke arah mobilnya, masuk kedalam kemudian menginjak pedal gas dengan dalam.


Di pertengahan jalan pulang, Hendra melihat beberapa orang yang sedang mengendarai mobil yang tak jauh mahalnya dari mobil miliknya, Hendra Tak menghiraukannya tetapi kedua mobil itu mengikutinya.


"Hei bro, apa kamu mau ikut" Seorang pria yang menyalip hendra membuka kaca mobilnya


"Apa yang kamu maksud?" Hendra berbicara dengan keras.


"Kami akan melakukan kompetisi, aku lihat mobil milikmu layak untuk ikut"


Hendra Tak menghiraukan pria itu, dia segera menginjak Pedal Gas dan perlahan menghilang dari pandangan kedua orang itu.


"Hebat, dia memiliki bakat yang luar biasa dalam mengemudi, bahkan aku tidak dapat melakukannya" Pria itu berhenti dan memuji hendra.


"cih, hanya seperti itu aku juga bisa melakuaknnya" Ujar pria yang satunya.


"Bisa apa?!kamu hanya bisa berbicara" Pria yang sebelumnya mengajak Hendra ikut dalam kompetisi berkata dengan meledek.


"lihat saja nanti jika kita bertemu lagi, akan aku kalahkan dia" Tak ingin kalah pria itu menginjak gas dengan penuh, tetapi kemampuan yang belum di miliknya bahkan tidak setara dengan hendra, dirinya sedikit ragu dan memperlambat lajunya kembali.


"Hahaha, bahkan aku dapat mengejarmu" pria Tertawa dengan Kencang pria itu

__ADS_1


"Menganggu saja" Hendra memperlambat lajunya setelah dia melihat kedua mobil itu tak terlihat dari belakang.


Setelah 30 menit Hendra berkendara dia sampai di rumahnya dan segera membersihkan dirinya karena waktu sudah hampir malam.


__ADS_2