SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
Dosen baru


__ADS_3

"Teman saya bernama Layla sedang sakit, jadi dia meminta izin selama 2 hari ini untuk tidak masuk kampus" ucap hendra memberikan surat


"Kenapa tidak dia saja yang mengatakannya, aku tidak suka orang yang hanya sakit biasa saja tidak masuk kelas" ucap dosen tersebut bernama Lina


"Begini bu dia sedang sakit jadi tidak dapat pergi untuk masuk kelas" ucap Hendra menjelaskan kembali


"siapa yang kamu panggil ibu? memangnya aku sudah sangat tua? Lalu aku tidak memikirkan apapun tentang wanita yang kamu sebutkan, aku tidak peduli dia sakit atau tidak dia harus mengikuti kelasku hari ini, tidak peduli kalau dia tidak masuk esok hari" ucapnya


"Apa kamu tidak memikirkan kondisi murid? Kenapa kamu seenaknya sendiri membuat peraturan tersebut" ucap Hendra berdiri dari sofa


"Kenapa? Kamu tidak terima? Aku tidak akan menerima surat yang kamu berikan itu, sekarang kamu keluar" ucap Lina kemudian menutup Laptop miliknya dan menatap hendra


[Target terdeteksi]


Nama : Lina


umur : 23 Tahun


pekerjaan : Dosen


nilai rata rata : 98%


ketertarikan : 10%


"Cih, kenapa sistem memberikan target seperti ini, hehe tapi menarik bagaiamana jika aku menaklukan dirinya apakah perlakuannya akan sama seperti sekarang" batin Hendra


"bagaimana sekolah ini menerima dosen yang tidak punya hati nurani? Apakah kamu melakukannya melalui orang dalam" ucap Hendra sambil membuka pintunya


"Tarik ucapanmu, jika tidak aku akan memberikan surat pencemaran nama baik" ucap Lina berdiri


Hendra tak mendengarkan ucapannya dia berjalan keluar dengan santainya


Parkiran


"Apa kamu menunggu lama?" Tanya Lulu pacar robi


"tidak aku baru saja menunggu kamu sudah datang tepat waktu" ucap Robi berbohong padahal dirinya sudah menunggu Selama 10 menit


"Dring,Dring,Dring" bel masuk telah


"Kita akan bertemu di kantin, kamu tunggu aku di meja paling ujung bye" ucap Lulu kemudian pergi meninggalkan Robi


"Hahaha sia sia aku menunggu 20 menit tetapi malah di tinggal sendiri" ucap Robi yang merasa waktu sangat lama berjalan


"Semuanya hari ini kita kedatangan dosen baru, silahkan Masuk bu" ucap guru di depan


"tak, tak, tak"


"Perkenalkan nama saya Lina, pekerjaan kalian sudah tahu pasti, itu saja yang saya ucapkan, jika ada yang ingin bertanya silahkan" ucap Lina

__ADS_1


"bu berapa nomor ponsel milik ibu" teriak salah satu murid berada di sana


"Saya tidak akan menjawab pertanyaan yang tidak penting" ucapnya


"Apakah ibu sudah memiliki pasangan?" Tanya kembali seorang


"Sudah saya katakan bahwa saya tidak akan menjawab pertanyaan yang tidak penting" ucapnya menjelaskan kembali


"baik kalau tidak ada yang ingin bertanya kalau begitu biar saya yang bertanya" ucap Lina


"Sebutkan............" lina bertanya lalu melihat kearah hendra


"Kamu, tolong jawab pertanyaan yang aku berikan" ucapnya menunjuk Hendra


"Hah? a..aku? Kenapa diriku? itu pertanyaan yang sangat sulit, sistem apakah kamu mempunyai kemampuan yang dapat meningkatkan kecerdasanku, aku tidak dapat menjawabnya" ucap hendra dalam hati


[Tuan masih memiliki hadiah random, apakah tuan akan memakainya?]


"pakai sekarang juga" ucap Hendra


"Semoga dapat kemampuan yang dapat menjawab semua pertanyaan yang dosen sialan itu berikan" ucap Hendra dalam hati


[Tuan mendapatkan Kepintaran seorang Dosen dari berbagai negara, anda dapat menjawab semua pertanyaan yang diberikan guru ataupun dosen]


[pemasangan waktu selama 3 detik dimulai]


"Sekali lagi saya ucapkan, yang berada di sana tolong jawab pertanyaan saya, jika tidak kamu akan saya hukum" ucap Lina dengan tersenyum tipis


"Saya akan menjawabnya" ucap hendra kemudian memberikan jawaban yang berada di benak Lina


"Benar, kalau begitu saya akan memberikan pertanyaan berikutnya" ucap Lina kembali memberikan pertanyaan


"Kenapa bumi itu bulat?" Tanya Kembali Lina lalu menunjuk Hendra


"Kamu, jawab pertanyaan ini kembali" ucapnya


"Kenapa harus saya? Bukankah masih banyak mahasiswa yang belum anda berikan pertanyaan" ucap Hendra


"Kamu, saya memberikan pertanyaan ini kepada anda, jadi jawab" ucapnya


"Dua faktor yang menentukan bentuk Bumi bulat adalah massa dan gravitasi. Dua hal ini saling berkaitan dalam proses pembentukan Bumi, bahkan planet lain yang juga kebanyakan berbentuk bulat .............." Hendra menjelaskan panjang lebar sampai memakan waktu hampir 30 menit


"Hebat, bahkan dia dapat memberikan jawaban yang sangat Rinci" ucap Salah satu Murid


"Benar, tidak hanya tampan dia bahkan jenius, dapat menjawab 2 pertanyaan dengan Sangat baik" ucap Satu perempuan yang mengagumi hendra


"Hebat apanya aku juga bisa menjawabnya" ucap laki laki yang iri kepada Hendra karena banyak yang memuji hendra


"Bisa? kalau begitu kamu coba jelaskan apa yang tadi dia ucapkan" ucap perempuan itu

__ADS_1


"I...ini Aku hanya bercanda, kenapa kamu begitu serius"


[Kesukaan Lina 30%]


"Heh, mari kita lihat, Berapa banyak pertanyaan yang akan kamu berikan padaku" ucap Hendra


"Masih kurang, aku akan memberikan satu pertanyaan lagi untukmu" ucap Lina kemudian memberikan pertanyaan lagi dan lagi


3 jam kemudian


"Dring,Dring,Dring"


"Sudah jam istirahat, apakah ibu dosen yang cantik ini akan terus memberikan pertanyaan yang sudah pasti aku ketahui" ucap Hendra yang masih berada di dalam bersama dosen barunya


"Habis bel pulang kamu jangan pergi dulu, pergi ke ruangan milikku, aku akan menanyakan sesuatu " ucap Lina


"Bukankah ibu dosen yang cantik ini sudah menanyakan banyak pertanyakan kepadaku? apakah ada lagi yang ingin ditanyakan lagi?" ucap hendea


"Kamu tidak perlu banyak tanya" ucap Lina kemudian keluar dari Kelas


"menarik" ucap Hendra tersenyum


"Rob, mau kemana?" Tanya Hendra dengan suara keras


"Aku akan pergi menemui pacarku, apa kamu mau ikut?" Ucap Robi


"Tidak, untuk apa aku pergi ke sana paling paling akan menjadi obat nyamuk" ucap Hendra


"hihi, kemarin kan lo juga sama menjadikan diriku obat nyamuk" ucap Robi


"Hai Hen, Lama tidak bertemu" ucap Lidya melambaikan tangannya kemudian berjalan ke arah hendra


"Ya lama tidak bertemu" ucap Hendra yang


"Nah, sekarang sudah ada, bagaimana jika kita pergi" ucap Robi


"ada apanya?" Tanya Hendra


"itu lo udah ada Lidya, bukannya dia sangat dekat denganmu" bisik Robi


"Tidak tahu lidya akan mau atau tidak untuk diajak makan" bisik Hendra kembali


"Mulai, lagi lagi saling bisik, memangnya sedang membisikkan apa? perempuan?" Tanya Lidya


"ah begini, hendra ingin mengajakmu kencan malam ini, apakah kamu ingin berkencan dengannya" ucap Robi


"sial, kenapa dia berbicara sembarangan" ucap Hendra dalam hatinya


"kencan, aku tidak pernah di ajak kencan oleh seorang pria, aku sangat menantikan itu" Ucap Lidya dengan wajah memerah

__ADS_1


"A..aku akan kencan denganmu, aku pergi dulu" ucap Lidya kemudian berlari dengan malu


[Ketertarikan Lidya 70%]


__ADS_2