
"Apa yang dia maksud dengan jangan sampai lidya telat makan? Apa Lidya memiliki penyakit? sepertinya begitu, aku akan bertanya kepada Lidya besok" Hendra tidak bisa membiarkan salah satu wanitanya memiliki penyakit yang dia tidak ketahui dan dia hanya diam saja.
Setelah berdiam diri beberapa menit hendra beranjak dari taman tersebut, dia melihat banyak orang yang lalu lalang.
Begitu memasuki mobil hendra menarik saat belt dan memakainya, menginjak pedal gas dengan dalam hendra melajukan mobilnya ke tempat bengkel yang dapat memperbaiki mobil miliknya.
Butuh uang sebesar 50 juta untuk membenarkan goresan pada mobil hendra, dia terkejut karena harganya sangat mahal, dia pikir hanya membutuhkan 1-2 juta.
Setelah memperbaiki mobilnya hendra kembali ke rumahnya, dirinya sudah sangat lelah hari ini.
"Krek" Hendra membuka pintu rumahnya.
Terlihat ke tiga wanitanya sedang menatap kearah dirinya.
"Hai, sudah pulang" Hendra hanya bisa melambaikan tangan membalas tatapan ketiganya.
"Kemana saja tidak pulang seharian?" Alisa bertanya menatap Hendra yang sedang berdiri di depan pintu.
"Aku habis bekerja" Jawab hendra sambil berjalan ke arah ketiganya.
"Bekerja apa? memangnya kamu memiliki perusahaan selain perumahan ini?" Layla bertanya dengan Mendongakan wajahnya.
"Aku sudah lelah hari ini, kalian sebaiknya tidur, pasti sama lelah juga sepertiku bukan" Hendra tidak mengetahui keinginan mereka, dia menyuruh mereka tidur saja karena dirinya juga akan tidur
"kami sudah menunggumu selama 2 jam disini agar memuaskan kami semua, jadi kamu harus melakukannya" Alisa berjalan ke arah Hendra
"......" Hendra tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan Alisa.
"Apa maksudnya?" Hendra bertanya kepada Alisa yanh sedang memeluk dirinya.
"Apa kamu masih tidak mengerti jika kamu menginginkan itu" Bisik Alisa pada telinga hendra.
"Ini sudah malam, aku sudah sangat lelah" Hendra menolaknya
"Tidak bisa, kamu harus melakukannya, bukannya dirimu akan mencari lebih banyak wanita lagi? Apa hanya memuaskan separuh dari wanitamu saja tidak sanggup" Ejek layla dengan menyunggingkan senyum.
__ADS_1
"Kalau begitu jangan mencari wanita lain lagi" Alisa meremas kejantanan Hendra.
"Sial, padahal aku kerumah ingin beristirahat, tapi ya sudahlah lebih baik aku memuaskan mereka lebih dulu" Hendra Tak bisa membiarkan joni miliknya di injak-injak oleh wanitanya, dia segera melakukan sesuatu.
"Mmh" Alisa mendesah ketika merasakan bagian miliknya diremas kuat oleh hendra.
Setelah puas melakukan hal tersebut hendra membuka satu persatu kancing pakaian Alisa.
"Aku akan memasukkannya" Hendra mengangkat tubuh Alisa kemudian menusukkan tongkat miliknya.
jam 10
"Mereka masih tidur? seharusnya aku bermain dengan pelan semalam" setelah bangun dari tidur dia mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi untuk mandi dan menggosok giginya.
Setelah selesai menbersihkan semua Bagian tubuhnya hendra memasak untuk dirinya dan ketiga wanitanya makan.
Hendra memasak apa yang ada di dalam kulkas, dirinya tidak memilih-milih makanan, yang penting kenyang dan bisa menikmati makanan.
1 jam memasak akhirnya selesai, semua telah dia hidangkan dengan sempurna, ada cumi,tiram,kerang,dan ikan laut lainnya
"Kebiasaan mereka susah banget bangun" Hendra berjalan ke kamar untuk membangunkan ketiganya karena sekarang sudah siang.
"memangnya jam berapa sekarang?" Alisa iseng bertanya dan menggosok matanya.
"Jam 11 siang aku sudah menyiapkan makanan untuk....." Hendra Tak melanjutkan ucapannya, setelah dia mengatakan itu Alisa yang mendengar bahwa sekarang jam 11 siang dia panik karena dirinya ada rapat pada saat jam 11:30
"Kenapa tidak membangunkan aku sejak pagi, sebentar lagi ada rapat dengan perusahaan lain" Alisa bergegas lari ke kamar mandi
"Apa ana juga ikut?" Hendra bertanya saat Alisa berada di pintu.
"iya, dia juga ikut denganku" teriak Alisa.
"Lalu kenapa dia tidak seperti dirimu? yang lari kesana kemari dan berteriak seperti itu?" Hendra bertanya kepada Alisa tetapi tidak ada balasan lagi.
"Aku akan pergi dengan Alisa pada pukul 11:30, bukannya masih ada waktu 30 menit lagi untuk mandi? jadi kita tidak perlu buru-buru" Ana tidak khawatir dia kesiangan dia sudah memikirkannya sejak tadi.
__ADS_1
"Tapi terlalu santai juga tidak baik, kalau telat di perjalanan bagai mana? belum makan, terus skin care, memakai lipstik dan masih banyak lagi" Layla bertanya dengan melirik Ana
"Sudahlah, aku akan mandi sekarang, tidak ada namanya skin care aku hanya butuh makan" Ana berjalan ke luar kamar mengambil handuk kemudian bergabung ke kamar mandi bersama Alisa.
Hendra pergi ke meja makan, dia akan makan lebih dulu karena wanitanya akan melakukan banyak pekerjaan lagi mungkin.
"Alisa hentikan, itu geli" Teriak ana dari dalam.
"Aku ingin meremasnya, lihatlah punyamu bahkan lebih kecil dariku" Ejek Alisa yang sesekali memegangnya.
"Alisa berhenti Emh" Desah Ana saat merasakan Geli yang tak tertahankan oleh dirinya.
"Aku tidak tahan Alisa, kalau kamu tidak berhenti aku akan melaporkan kamu ke Hendra sekarang juga" Ana tidak bisa melakukan apapun
"Xixixi, laporkan saja toh hendra sudah mendengarnya" Alisa tertawa kecil saat melihat ana yang terpojok,
"Sudahlah, kalian ini sudah terlambat, apa tidak akan ke kantor" layla menasehati Alisa yang iseng kepada Ana.
"Hais, masih saja iseng padahal sudah telat juga" Hendra Tak menghiraukan suara yang sangat keras itu, dia menyantap makanan dengan cepat karena tidak fokus mendengar suara dari dalam kamar mandi.
"Aku benci ini" Ucap hendra yang sudah menghabiskan makanan.
Alisa keluar dari kamar mandi, dia pergi ke kamar sambil melihat hendra yang bersandar pada kursi "Apa kamu sedang tidak baik- baik saja, mukamu seperti Sedang memikirkan sesuatu" Teriak Alisa
"Tidak ada, aku baik-baik saja" Jawab hendra
"baiklah" Alisa berjalan ke atas
Setelah makan hendra tak kemana-mana, dia memainkan handphone terlebih dahulu.
"Aku lupa menanyakan berapa banyak uang yang di keluarkan saat membangun perusahaan" Ucap hendra meletakan handphone berjalan ke atas.
"Krek" Hendra membuka Pintu sambil berjalan dengan menatap keindahan yang ada di depannya.
"Aku ingin bertanya, berapa total yang harus kita keluarkan saat membuat perusahaan " berjalan ke arah Alisa hendra duduk di kasur.
__ADS_1
"Pertama kali kamu harus menyerahkan MODAL DITEMPATKAN dan MODAL DISETOR ke dalam perusahaan yang didirikan bersama-sama dengan partner/rekan bisnis kamu. Ini nilainya minimal 25% dari modal dasar, dan modal dasar sendiri besarnya minimal Rp. 50.000.000. jadi, modal awal yang harus dimasukan ke dalam perusahaan oleh kamu dan rekan bisnis kamu adalag minimal modal Disetor: Rp. 12.500.000."
"Hmm, jadi aku harus mengeluarkan 500 juta untuk membangun ya?" Hendra bertanya kepada Alisa