SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
kacau


__ADS_3

"Te...terima kasih telah membantuku" ucap Angelina dengan wajah menunduk


"Tidak apa apa, hanya masalah kecil" ucap Hendra kemudian menemui pemilik kantin


"pak maaf saya menghancurkan beberapa kursi dan meja milik bapak, saya akan mengganti semuanya" ucap Hendra


"E i...iya, a-apa kamu ingin membayarnya dengan cash atau lewat Aplikasi" ucap bapak itu


"aplikasi aja pak, saya tidak memiliki uang dengan cash" ucap Hendra kemudian dia membereskan masalah itu dengan beres


"Aku penasaran dengan pria bernama Ryan itu, apa dia begitu kuat? sampai sampai sistem memberikan aku waktu selama 3 bulan penuh" ucap Hendra sambil memakan makannya


pulang sekolah


"Akhirnya pelajaran hari ini selesai" ucap Hendra merapikan Buku pelajarannya kemudian memasukkannya ke dalam tas lalu keluar dari kelas


"Apa kamu mahasiswa yang bernama hendra?" Tanya seorang pria


"Benar, ada apa?" Tanya Hendra


"Kamu di suruh di ruang Dosen" ucap pria itu kemudian pergi begitu saja


"Yah, sebenarnya aku tidak ingin menemuinya, tapi dia memanggilku jadi ah baiklah" ucap Hendra kemudian pergi dengan berjalan pelan


"Tok,Tok,Tok"


"Masuk"


"Kenapa kamu lama sekali?" Tanya Lina kemudian mematikan Laptop miliknya


"memangnya ada apa? apakah ada sesuatu yang serius?" Tanya Hendra


"Tidak apa apa" jawab Lina


"Kalau begitu untuk apa kamu menyuruhku datang?" Tanya Hendra


"bagaimana kamu menjawab pertanyaan aku dengan benar semua? bahkan ada juga yang tidak aku ketahui dan kamu mengetahuinya?" Tanya Lina penasaran


"Hah, seharusnya Sekolah ini memanggil aku untuk menjadi dosen" ucap Hendra mengejek


"apa kamu mengejekku? Aku tanya sekali lagi bagaimana kamu dapat menjawabnya, soal yang aku berikann" tanya lina kembali


"kenapa kamu menanyakan hal tidak penting, bukankah sudah jelas bahwa diriku pintar, sekarang bagaiamana jika aku memberikan pertanyaan kepadamu dan kamu menjawabnya dengan benar, apa yang akan kamu berikan jawabannya? bukankah itu tidak masuk akal?" Ucap Hendra membalikan keadaan


"Kamu beraninya berbicara seperti itu kepada guru, apa kamu tidak diajarkan sopan santun oleh orang tuamu?" Ucap Lina


"orang tua, hah aku tidak memiliki orang tua bahkan saudara, yang aku punya hanyalah sahabat" ucap Hendra


"baiklah maafkan aku, apa orang tuamu sudah meninggal?" Tanya Lina dengan rasa penasaran dari hatinya


"Untuk apa membicarakan hal itu, itu tidak penting" ucap Hendra


"kalau kamu hanya ingin menanyakan ini saja, aku akan pergi sekarang" ucap Hendra kemudian berdiri

__ADS_1


"Tunggu sebentar, aku hanya ingin menanyakan di mana alamat rumahmu?" Ucap Lina


"apa apaan, menurutku kesini hanya untuk menanyakan itu saja? lagi pula untuk apa alamat rumahku?" Ucap Hendra bertanya tanya dalam hatinya


"Untuk apa kamu menanyakan alamat rumahku?" Tanya Hendra


"Tidak apa apa, kalau kamu tidak ingin memberikannya tidak apa apa" Ucap Lina


"Baiklah" ucap Hendra kemudian memberikan alamat rumah miliknya


"Kamu boleh pergi" ucap Lina


"Kreek" hendra membuka pintu


"Sedang apa kamu di dalam?" Tanya Lidya yang tiba tiba berdiri di depan pintu


"Ah, sejak kapan kamu berdiri di sini, bikin kaget saja" ucap Hendra mengelus elus dadanya karena kaget


"Aku membuntuti dirimu, kamu kenapa lama sekali? Apa sedang melakukan" Lidya memberhentikan ucapannya


"Melakukan apa? jangan bicara sembarangan, pikiran dirimu sangat kotor ternyata" ucap Hendra mencubit hidung lidya


"aww sakit" ucap Lidya


"Kamu mau kemana? apa sedang menunggu teman?" Tanya Hendra


"Sedang menunggumu" jawab Lidya


"Ini sudah jam 4:30 apa kamu tidak akan pulang?" Tanya Hendra


"ti..tidak bisa, dirumah ada layla pasti akan curiga jika dia mengetahuinya, apa yang harus aku lakukan" pikir hendra


"Kamu akan di marahi oleh kakak mu jika sore hari begini keruamhku" ucap hendra


"Aku sudah minta izin kepadanya" jawab Lidya


"Ah, apa yang harus aku lakukan....." hendra berfikir keras


"sudah ayo, ngapain berdiri di sana" ucap Lidya menarik Tangan hendra


"hehe, i..itu apa tidak apa apa jika seorang laki laki berduaan di rumah bersama, bukankah itu tidak baik" ucap Hendra masih berusaha agar lidya tidak Pergi ke rumahnya


"Tidak apa apa jika kita tidak melakukan apa apa" ucap Lidya


"kalau kamu lelah biarkan aku yang menyetir, kamu hanya perlu bersantai santai" ucap Lidya


"Aku lupa bahwa mobilnya sedang tidak bisa dinyalakan"


"tenang saja, aku membawa mobil milikku, tidak perlu khawatir" ucap Lidya memperlihatkan kunci mobilnya


"sudah ayo aku akan melihat rumah milikmu, dan aku akan sering sering berkunjung" ucap Lidya


"Ah baiklah" ucap Hendra sudah pasrah

__ADS_1


"Lagi pula hari ini juga pasti akan aku ceritakan kepada mereka suatu hari nanti" ucap Hendra


"mendesing"


"ternyata rumahmu sangat dekat, jika begitu seharusnya kita berjalan saja agar kita banyak waktu berdua" ucap lidya


"kenapa sekarang banyak mobil yang asing pergi ke sini, mau beli rumah? kan bisa membelikan lewat aplikasi" ucap Satpam itu kemudian mendekati ke mobil lidya


"tok.tok.tok"


"maaf...... Ah ternyata bos silahkan" ucap satpam itu tak mau melakukan kesalahan dua kali


"Ah kenapa aku lagi dan lagi melakukan kesalahan" ucap satpam itu dengan wajah murung


"Apakah kamu bos dari semua perumahan ini?" Tanya Lidya


"Bisa di bilang begitu" jawab Hendra


"Sudah sampai, kamu memiliki 2 mobil?" Tanya Lidya


"a..apa 2 tidak aku hanya memiliki 1 mobil saja" ucap Hendra kemudian melihat bahwa ada mobil di sebelahnya


"I..itu mobil miliki Alisa? kapan aku memberi tahu alamat rumahku kepadanya?" Tanya Hendra kepada dirinya


"Sudah tidak perlu dipikirkan, mungkin itu tamu" ucap Lidya


"Baiklah ayo kita masuk" jawab Hendra


"Berarti Alisa memiliki rumah di sini?" pikir hendra


"Ding Dong"


"Untuk apa kamu membunyikan bel? Bukankah kamu tinggal sendiri?" tanya lidya tapi tidak Di jawab oleh hendra


"Kenapa belum ada yang membuka pintu juga? Apa Layla tidak ada di rumah?" Ucap Hendra


"kreek" hendra membuka pintu dan melihat dua wanita yang sedang menatap dirinya dengan tatapan yang ingin menerkam dirinya


"ha, kamu juga ada di sini" ucap Hendra


"Siapa dia?" Tanya Lidya muncul dari belakang Hendra


"Hendra, siapa wanita di sebelah ku, dan juga dia siapa?" Tanya Layla


"Siapa wanita di sebelahku?" Tanya Alisa


"Huhuhu kenapa semuanya bisa begini" ucap Hendra


"I..ini Aku akan menjelaskannya" ucap Hendra


"Apa kamu Pacarnya?" Tanya Lidya kepada Layla


"ya aku pacarnya, kenapa siapa kamu?" Tanya Layla

__ADS_1


"a..aku Aku hanya temannya, tapi katanya dia tinggal sendiri kenapa kamh berad di rumahnya?" tanya Lidya


"Aku sudah tinggal sekamar dengan hendra, memangnya kenapa?" tanya Layla


__ADS_2