
"Tidak, ini berbeda dan bahkan aku tidak pernah mengeluarkan air liur saat tertidur" Ana mundur sedikit ketika dia mencium kembali Tubuh Hendra
"Krek" Alisa yang sudah membersihkan dirinya dia kembali dengan cepat.
"Sekarang kita buktikan siapa yang badannya bau, Alisa kamu ke sini sebentar" Hendra yang melihat Alisa masuk dia memiliki ide untuk membuktikan kebenarannya.
"Untuk apa? aku belum memakai pakaian, tunggu sebentar dan itu tidak akan lama" Alisa tidak mendengarkan ucapan Hendra, dia berjalan ke arah lemari untuk mengambil Pakaian.
Hendra hanya mendengarkan ucapan Alisa, dia duduk di tempat tidur dan kembali memastikan tubuhnya.
Setelah Alisa Memakai pakaian dia berjalan ke arah Hendra dan berkata " Aku sudah ada di sini"
Hendra Yang masih memastikan tubuhnya apakah bau badan ataupun bau apapun itu dia segera menatap Alisa dan memeluknya.
"Apakah Kamu mencium Bau pada badanku?" Bisik Hendra
Alisa mendengar bisikan itu sedikit geli dan mencium badan Hendra, tetapi dia tidak mencium Apapun kecuali Parfum pada badan Hendra.
"Tidak, apa ada yang salah?" Alisa Tidak melakukan apapun dan hanya menjawab perkataan Hendra.
"Tidak apa? Apakah kamu tidak mencium Bau badan dia?" Ana yang tidak tahu apa yang di bicarakan oleh keduanya dia bertanya kepada Alisa.
__ADS_1
"Aku tidak mencium Bau pada badan Hendra, mungkin penciuman yang kamu miliki akhir-akhir ini sedikit bermasalah" Alisa berbicara jika Ana sedikit sakit Hari ini dan segera berjalan ke arah Alisa untuk melihat apakah benar-benar sakit.
"Tidak, kamu tidak demam apapun" Alisa yang meletakan punggung tangannya pada kening Ana dia tidak merasakan panas ataupun itu di kening Ana.
"Sudahlah, aku tidak akan memikirkan hal yang sudah tidak penting lagi, aku tahu kalian bersekongkol" Ana berjalan keluar kamar
"Kenapa sebenarnya dia?" Alisa bertanya kepada Hendra dengan bingung, dirinya tidak pernah melihat tingkah laku Ana yang seperti itu sebelumnya.
"Tidak tahu, yang pasti kenapa Layla lama sekali" Hendra melihat jam dan menunjukan sudah pukul 6:39
"Tok,Tok,Tok, Layla apakah kamu sudah selesai" Hendra yang mendengar suara sofware dari dalam dia mengetuk pintu kamar mandi dan bertanya dengan keras.
"Sebentar lagi, aku sedang memakai sabun" teriak Layla dari dalam.
Di Rumah Lidya
"Kebiasaan kamu kenapa sekarang suka bermalam di luar?" Bella yang sudah terbangun dan melihat Lidya yang sudah berada di dapur dia sedikit kesal karena sudah menunggu hingga pukul 2 Malam tetapi Lidya tidak juga kunjung pulang.
"Aku tidur di rumah teman kak" Lidya menjawab dengan berbohong sambil membuat mie.
"Teman siapa, aku tahu kamu tidak memiliki teman dan pasti itu Hendra, jika kamu ingin berpacaran jangan sampai melewati batas sampai bermalam di sana, kalau dia sampai berani melakukan apapun bagaiamana?" Bella sedikit khawatir jika adiknya melakukan hubungan yang lebih dengan hendra tetapi Hendra tidak akan bertanggung jawab
__ADS_1
"Aku tidak mungkin melakukan hal itu, dia juga sudah janji akan melakukannya saat sudah menikah" Kembali Lidya berbohong dan mengambil 2 mangkuk kemduian menuangkan mie ke kedua mangkuk tersebut.
"Yah kakak tidak ingin kamu meraskan sakit dan membuat dirimu patah semangat untuk hidup, bagaimanapun kamu tidak boleh percaya dengan manusia sepenuhnya, tidak semua manusia dapat memegang janji janjinya" Bella meninggalkan Lidya dan pergi untuk membersihkan dirinya.
"Aku percaya Hendra tidak mungkin melakukan hal itu" Lidya Meneguhkan hatinya untuk percaya kepada Hendra dan membawa kedua mangkuk mie itu ke meja makan dan menyisihkan satu mie untuk kakaknya.
Setelah selesai makan Lidya menunggu kakaknya untuk berpamitan, menunggu beberapa menit Bella keluar dengan Pakaian yang sederhana.
"Kak, aku berangkat dulu, itu mie yang sudah aku buatkan untuk kakak" Setelah mengatakan beberapa kata Lidya keluar dengan membawa tas kecil milik nya.
"Hati-hati di jalannya, jangan kencang-kencang mengendarai mobilnya" Ucap Bella sebelum Lidya keluar.
"Iya kak" Jawab Lidya di pintu Keluar.
Tengah jalan.
Hendra Yang baru saja berangkat dia sedikit kesal dnegan layal karena sangat lama, tetapi dirinya tidak menampilkan wajah yang kesal.
"Apa kamu benar-benar akan maju ke depan?" Layla memastikan kebenaran itu, dia sedikit takut jika Hendra akan gemetar saat berada di atas karena melihat ribuan orang yang sedang melihatnya nanti.
"Yakin, aku sudah melakukan persiapan untuk bernyanyi di depan Sebelumnya" Hendra sangat yakin pada dirinya, mengemudi dengan Kencang dia akhirnya sampai di kampus
__ADS_1
Pada saat ini jam menunjukkan pukul 7 kurang 3 menit, Hendra segera keluar dari mobilnya dan pergi ke ruangan Khusus.
"Maaf aku sedikit terlambat" Ucap Hendra ketika masuk dan melihat beberapa pasang mata melihatnya termasuk Lina