
Hendra mengambil Salah satu alat musik, memainkannya dengan lincah.
Semua orang terkejut melihat itu, mendengarkan alunan Alat musik yang di mainkan Hendra dengan Menikmatinya, tak Terkecuali Orang yang membenci Hendra, mereka sangat kesal melihat Hendra yang dapat bermain di atas panggung, mereka pikir Hendra akan Hanya berdiam diri di atas sana.
"Bos, Anda sangat Hebat" Vincent Berteriak dengan Kencang menggunakan Speaker yang dia bawa sebelumnya.
Semua pasang mata melihat ke arah vincent, Dia tidak memikirkan semua pasang mata itu, kembali berteriak untuk menyemangati Hendra.
"Apa yang kamu lakukan di atas mobil itu, Bodoh bahkan aku tidak dapat mendengar Alunan musik yang di mainkan oleh dia, jika kamu tidak ingin mendengarnya lebih baik pergi dari sini" Seorang wanita berteriak ke arah Vincent dengan Kencang.
Vincent Berhenti dan memikirkan jika perkataan wanita itu benar, dia harus mendengarkan alunan musik yang di mainkan Hendra.
Hendra selesai memakan alat musik pertama, kemudian dia berganti Ke gitar dan memanggil Mic untuk bernyanyi.
Lagi-lagi semua orang terkejut mendengar suara merdu Hendra dan petikan gitar yang dia mainkan.
[Ketertarikan Lina 80]
Tak menghiraukan Sistemnya Hendra bermain Hingga Waktu berlalu dengan cepat dan dirinya selesai memainkan peran dirinya.
"Terima kasih atas waktunya" Henda tidak dapat membuat kata-kata, dia hanya mengatakan terima kasih kemduian melangkah untuk menuruni tangga.
"Dapatkah anda bermain sekali lagi" Teriak semua orang bersamaan
Hendra menggelengkan kepalanya Dia tidak dapat melakukan itu karena ingin segera pulang.
"Sepertinya dia tidak akan bermain lagi" Ucap Seorang yanh kecewa.
"Tak apa, aku sudah merekam permainan dia sebelumnya dan akan mengabadikan suara yang merdunya di berbagai sosial media" ujar seorang dengan memainkan handphone
"Dapatkah Kamu mengirimkan beberapa vidio yang kamu miliki tentang penyanyi sebelumnya, aku tidak sempat untuk memvidiokan dirinya karena sangat menikmati musik yang dia mainkan" Ucap Orang sebelumnya dengan menyodorkan Handphone miliknya.
"Baiklah" Jawabnya.
__ADS_1
"Kamu sangat Hebat, aku tidak percaya jika kamu dapat memainkan Musik yang sangat karen" Lidya dan Layla memeluk Hendra secara bersamaan dari sebelah kiri dan kanan.
"Hehe, aku sebelumnya sudah pernah memainkan dan berlatih" Ucap Hendra dengan tersenyum.
"Bos, saya tidak menyangka anda mempunyai kemampuan yang lebih dari itu" Vincent Berlari ke arah Hendra dan memeluk dari belakang.
"Bodoh, apa yang kamu lakukan, menyingkir dari sana" Hendra tidak dapat menyangka jika Vincent berani memeluknya.
"Hehe, maaf bos saya kira anda tidak akan marah jika di peluk oleh saya" Dengan cepat Vincent melepaskan Hendra dan berjalan ke arah depan Hendra.
"Dia sudah memiliki pacar?" Lina melihat Hendra yang di peluk oleh kedua wanita, sedikit terkejut tetapi dirinya tetap berjalan ke arah Hendra dengan muka yang sudah di perbaiki.
"Kenapa mukamu seperti itu?" Hendra bingung dengan muka Vincent yang seperti orang yang aneh.
"Tidak ada" Vincent tidak memberitahu Hendra apa yang terjadi
"ekhem" Lina berdehem untuk membuat Hendra menyadari jika dirinya berada di belakangnya
Mendengar itu dia berbalik dengan keduanya dan melihat Lina yang berada pas di hadapannya.
"Janji? sepertinya tidak ada janji di antara kita" Mendengar Hendra mengatakan janji Lina baru ingat jika dirinya melakukan taruhan dengan Hendra dan berpura-pura lupa untuk mengelak.
"Bos, apakah anda menerima saya? saya baru ingat jika anda belum menerima saya dan berani akan memikirkannya setelah bertemu anda akan mengatakan yang sebenarnya" Vincent yang baru ingat juga menagih Janji Hendra.
"Aku sudah memikirkan, aku tidak akan menerima dirimu menajdi muridku" Hendra sebenarnya tidak memikirkan hal itu, dia hanya berkata dengan nalurinya.
"Tapi bos, kenapa anda menolak saya?" Vincent sudah yakin jika dia akan di terima oleh Hendra tetapi perkiraannya salah, jika tahu begitu dia tidak akan bertanya kepada Hendra dan akan menganggap Hendra sebagai gurunya
"Tidak ada" Hendra kemudian berbalik kembali untuk menagih janji kepada Lina, tetapi dia tidak melihat Lina di sana.
"Sialan, dia kabur? dia pikir dapat melarikan diri? Apakah dirinya bodoh? kan dirinya Dosen pasti esok akan Hadir kembali, cih aku akan menekannya esok hari" Hendra Pergi ke mobilnya dengan Lidya dan Layla, tetapi ketika dia berbalik melihat Vincent yang masih mengikutinya dan berkata "Untuk apa kamu mengikuti diriku?"
"Aku akan terus mengikuti guru sampai Guru menerima aku sebagai murid" Ujar Vincent dengan menundukkan kepalanya
__ADS_1
"Ingin di pukul?" Hendra mengepalkan tangannya dan menempelkannya di wajah Vincent dengan bercanda.
"Pukul saja Guru, saya akan menunggu anda menerima saya sebagai murid Guru walaupun harus di pukul sebanyak 1 kali" Vincent Menegakkan kepalanya untuk membiarkan Hendra memukulnya.
"Sudahlah, aku akan menerimamu, segera pergi dari sini" Hendra tidak ingin mempersulit dirinya, jika dia tidak menerima Vincent dia yakin jika Vincent akan melakukan segala cara agar dirinya di terima oleh Hendra.
"Benarkah Guru? kalau begitu saya akan kembali, sampai jumpa besok" Vincent Berlari sambil meloncat dengan perasaan bahagia.
"akhirnya aku bisa mendapatkan pacar" Ucap Vincent sebelum di kerumunan.
"Apakah dia Gila?" Salah satu orang berkata dengan jijik melihat tingkah laku Vincent.
"Tidak, dia sangat bahagia karena akan mendapatkan pacar, sepertinya dia baru saja mendapatkan pacar" Ucap temanya.
"Ya, kamu benar, dari tingkah lakunya saja dia seperti orang yang baru pacaran"
Hendra melihat Jam dan ternyata sudah pukul 9:23, dia tidak memiliki kegiatan lain lagi kemudian Menancapkan gas untuk pulang.
"Apakah kamu sudah menemukan informasinya?" Tanya kakek tua yang tidak lain adalah Guru dari kakak seperguruan Jubah Hitam.
"Saya baru memiliki beberapa informasi tentangnya tetapi tidak mengetahui masalah apa yang mereka debatkan" ucapnya.
"Baiklah, kamu pergi istirahat sjaa dulu, biasakan saja besok melanjutkan pencariannya" Ucap gurunya memerintahkan untuk beristirahat.
"Baik guru" kemudian dia pun beristirahat karena beberapa hari tidak tidur.
Di rumah hendra.
Hendra Yang sudah sampai dia segera turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah bersama keduanya.
Melihat Alisa yang keluar kamar Hendra Bertanya dengan Heran "Kamu tidak bekerja?"
"Iya, aku sebelumnya ingin berangkat bekerja dengan Ana, tetapi tidak tahu kenapa tiba-tiba Ana sakit, dia sekarang lagi berada di kamar mandi sedang memuntahkan isi perutnya, aku menyuruhnya untuk pergi ke dokter tetapi dia tidak mau" Ucap Alisa.
__ADS_1
Hendra segera berjalan dengan cepat ke arah kamar mandi yang di tunjuk Alisa, setelah sampai dia mengetuk pintu Toilet itu dan berkata "Ana, apa yang terjadi? apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Hendra dengan panik