
[kantornya berada di sebelah kanan tuan, tuan]
Hendra melirik ke sebelah kanan, dia melihat perusahaan yang lumayan besar.
"Sangat besar" Ucap hendra yang baru saja melihat perusahaan yang sebesar itu.
"Untuk apa menakjubkan sebuah perusahaan, yang harus aku lakukan adalah menyelamatkan seseorang" Hendra berlari ke dalam perusahaan, tetapi dia di stop oleh security yang menjaga di depan pintu masuk.
"maaf pak hanya pekerja perusahaan saja yang boleh memasuki perusahaan, apa anda memiliki kartu perusahaan?" Security itu menghadang hendra, dia tidak bisa memasukan seseorang dengan sembarang.
"begini pak, saya ingin masuk, bagaimana jika saya berikan anda 1 juta dan biarkan saya masuk" Hendra meminta agar dirinya masuk dengan uang 1 juta, dia tidak ingin memberikan pukulan pada security tersebut.
"Aku bilang tidak bisa ya tidak bisa" security itu marah dengan apa yang hendra ucapkan.
"lah kok ngamuk, saya hanya meminta agar masuk kenapa anda sewot, kalau begitu aku akan masuk dengan cara lain" Hendra memukul Kepala security itu dengan keras sampai terjatuh.
"cih, hanya satu pukulan saja sudah tumbang" Hendra berjalan ke dalam, tetapi kakinya di hentikan oleh tangan security tersebut.
"masih bisa bangun? lumayan" Hendra sedikit terkejut dengan kemampuan security itu, tetapi dia hanya butuh satu tendangan untuk membuatnya pingsan.
Tiba-tiba suara peringatan di dalam perusahaan berbunyi, Segerombolan orang berlari ke arah Hendra.
"Jika tahu akan begini aku tidak akan masuk ke sini" Hendra terkejut melihat begitu banyak orang yang datang dengan membawa sebuah tongkat.
"Serang" Seorang berbicara dan semuanya mengelilingi hendra.
"Swoosh" Satu orang melayangkan satu pukulan, hendra dengan refleks yang bagus menghindari dan menendang dada orang tersebut.
"buk"
"uagh" teriak Pria yang di tendang terpental ke sekelompok orang yang sedang mengelilingi hendra.
"ugh" teriak seorang yang terkena tubuh dari pria yang di tendang hendra.
__ADS_1
"Kenapa keamanan ini lebih lemah dari security sebelumnya" Hendra tidak ingin membuang-buang waktu, dia melesat dengan cepat dan satu persatu orang yang mengelilinginya tumbang.
Dia berpikir kekuatannya sama dengan security sebelumnya,ternyata pikirannya salah.
Setelah mengalahkan semaunya hendra berjalan Masuk ke dalam perusahaan, tidak ada yang mengawasi hendra, sebelumnya orang yang memantau CCTV pergi untuk menghajar hendra, dia pikir hendra akan tumbang dalam beberapa gerakan dari orang yang mengamankan.
"Dimana pintunya?" Hendra tidak mengetahui apapun disana, dia sebelumnya hanya orang biasa yang di bantu oleh sistem menjadi kaya.
[Di depan anda tuan]
"Ini?" Hendra berjalan ke arah lift tersebut, dia sangat terkejut ketika melihat lift itu terbuka dengan sendirinya.
"benar-benar hebat, kemudian apa yang harus aku lakukan?" Hendra masuk kedalam tetapi dia tidak mengetahui apa yang harus di lakukan selanjutnya.
[Tuan Tekan Tombol Panggilan: Tekan tombol panggilan lift yang sesuai dengan arah yang Anda inginkan, apakah naik (↑) atau turun (↓). ...
Setelah itu Tunggu dengan sabar.]
"Sebentar, berada di lantai mana Bella berada?" Hendra tidak tahu dimana bella sekarang, dia hanya menerobos masuk dengan kekuatannya sendiri.
Setelah mendengar apa yang sistem ucapkan hendra menekan tombol 17 dan lift berjalan dengan sendirinya.
Di lantai 17
"Maaf pak saya terlambat" Bella membungkukkan badannya sebagai permintaan maaf.
"Kenapa kamu tidak masuk kerja kemarin?" Tanya Direktur tersebut menatap Bella dengan tersenyum aneh.
"saya sudah meminta izin kepada perusahaan bahwa hari itu saya tidak dapat masuk" Bella melihat senyuman yang seperti itu dia merasa tidak enak hati, dirinya menundukkan kepala sambil memegang erat roknya.
"Tapi saya tidak mengizinkan kamu untuk tidak masuk, jika anda ingin bekerja terus di sini saya akan memberikan satu syarat" Pria dengan tubuh gemuk berwajah jelek itu berbicara dengan tersenyum.
"Tapi pak..... saya baru saja tidak masuk satu kali, dan lagi saya bekerja sangat baik di perusahaan" Bella masih mempertahankan pekerjaannya.
__ADS_1
"Saya tidak perduli tentang itu, jika kamu ingin bekerja di sini ada satu syarat yang harus kamu lakukan" Pria tua itu tetap memaksa apa yang dia inginkan.
"Sya....syarat? syarat apa?" Bella penasaran dengan syarat yang di bicarakan olehnya.
Pria tua itu berjalan ke belakang Bella dan berbisik "temani saya malam ini"
Mendengar bisikan dari pria tua gemuk bella sangat merinding saat ini, dia ingin berlari tetapi Dirinya tidak bisa karena pria tua itu memeluk tubuh Bella dari belakang.
"ingin lari? jika kamu tidak bisa malam ini, di sini juga bisa" Pria itu mulai menggerakan tanganya di paha Bella.
"Tidak bisa, kalau begitu saya akan berhenti sekarang" bella mencoba melepaskan pelukan tetapi dirinya tidak bisa, walaupun pria tua itu sudah menginjak usia 50 tahun lebih tetapi tanganya masih bisa menandingi seorang wanita seperti Bella.
"Hehehe, sudah terlambat, aku akan melakukannya sekarang, sebelumnya dirimu sangat menggoda sampai aku hampir mati ingin bermain denganmu" Pria itu mulai menjalankan tangannya ke dada Bella, bela yang sudah mulai panik dia tak kehabisan akal, dirinya menginjak kali pria itu menggunakan sepatu hak tinggi miliknya dengan keras.
"Argh, brengsek berani-beraninya kamu" Pria tua melepaskan pelukannya dari bella, bella yang memiliki kesempatan untuk melakukan diri dia segera berlari ke pintu keluar.
"Krek" Bella membuka pintu dengan panik, ketika dia hendak keluar pria tua dengan cepat memegangnya, tidak tahu kenapa Dia sangat cepat walaupun usianya sudah hampir 60 tahun.
"Buk" Bella menendang pria itu sampai terjungkal dan hendak berlari
"Aku tidak akan membiarkanmu keluar" Pria itu menarik kaki Bella dengan keras sampai bella terseret dan tergelincir karena memiliki sepatu hak tinggi.
"aw" Bella merasakan sakit pada kakinya, sekarang dia tidak bisa berdiri sekalipun.
"Maaf,kan aku, aku tidak bermaksud untuk menyakiti kamu sayang, semuanya karena kamu sih berniat untuk kabur dariku" Pria itu berdiri sambil tersenyum melangkah ke arah Bella.
"Aku mohon lepaskan aku, aku tidak bisa melakukan ini" bella tidak bisa melakukan apapun,dia hanya bisa memohon.
"Kenapa tidak memberontak, memberontaklah aku suka bermain sambil kamu memberontak, sepertinya itu sangat menyenangkan" melangkah ke arah Bella sambil membuka pakaian miliknya dan hanya menyisakan kulit tubuhnya.
"Brak" Hendra yang baru sampai membuka dengan keras pintu tersebut walaupun pintunya tidak di kunci.
"Brengsek, beraninya menyentuh wanitaku" Hendra berlari dengan Cepat, jika sedikit saja dia terlambat itu akan bahaya.
__ADS_1
"Buk" Dengan keras pria itu terpental ke dinding sampai dinding itu sedikit hancur.
Bella yang melihat hendra pria yang dia kenal sedikit lega untuk itu, menghela napas dan berusaha untuk berdiri.