SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
89


__ADS_3

Hendra yang merasa Aneh dengan Liona dan Amelia dia bertanya kepada keduanya "Apakah terjadi sesuatu di antara kalian?"


Keduanya menatap satu sama lain dan menggelengkan kepala bersamaan.


"Baiklah, kalau begitu kenapa kalian datang malam-malam begini?"


"Aku..... ingin bermalam di rumahmu" Liona menjawab kemudian Menundukan kembali kepalanya, sedangkan Amelia hanya diam.


"Kalau kamu Amelia?" Tanya Hendra yang tak tahu apa tujuan amelia.


"Sa-sama" Jawabnya dengan gugup.


"kenapa tidak terus terang sejak pertama kali datang, kalau begitu ikut denganku" Hendra masuk ke kamarnya dengan Liona dan Amelia berada di belakang.


"Kalian bisa tidur di sana, sedangkan aku akan di kamar bawah" Hendra melihat jika tempat tidur tersebut tidak cukup untuk semuanya, jadi dia akan tidur di kamar bawah.


Liona Hanya mengangguk kemudian masuk ke dalam, Amelia yang berdiri di depan hendra dia berkata "Bisakah aku ikut denganmu?"


"Jika kamu mau aku tidak keberatan" Kemudian Hendra turun ke bawah.Amelia mengangguk dengan senang dan mengikuti Hendra di belakangnya.


Liona sangat gugup saat ini, dia melihat semuanya yang sedang tertidur, dirinya akhirnya memberanikan diri untuk tidur di sana.


Esok Hari Hendra terbangun dengan tubuh yang segar, melihat Amelia yang sudah tidak ada dia beranjak dari tempat tidur kemudian keluar untuk menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Setelah Berada di luar kamar dia melihat jika semuanya sudah berdandan dengan rapih, hanya dirinya yang baru bangun, tersenyum canggung Hendra pergi ke kamar mandi dengan sebilah Handuk di tangannya.


"Huft" Layla Menghela napas saat dia melihat hendra yang baru bangun.


"Dong Dong" seorang menekan bel dan suara bel terdengar di berbagai ruangan, Layla keluar untuk memastikan siapa yang berada di luar sana.

__ADS_1


"Krek"


Membuka dengan perlahan terlihat jika Beberapa orang tua dari mereka sudah ada di sana, termasuk orang tua layla.


"Ibu" Layla yang melihat ibunya dia segera berlari dan memeluk ibunya.


"Kenapa kamu tidak memberitahu ibu jika akan menikah?" Tanya Ibunya Layla dengan sedikit marah karena dirinya tahu itu dari Hendra.


"Maafkan aku bu, aku takut jika ibu tidak akan merestui aku dan Hendra..." Layla akan mengatakan beberapa patah kata tetapi ibunya menghentikan dia berbicara.


"Dasar bodoh, untuk apa ibu tidak merestui pasangan yang kamu pilih"


"Apakah kamu juga akan menikah?" Ibu Amelia bertanya melihat keduanya sudah selesai berbicara.


"Emm iya" Jawab Layla melihat ke arah Ibu Amelia


"Apakah di dalam ada amelia?"


...****************...


Bella yang baru saja membuka Handphone dia melihat pesan dari hendra yang semalam Hendra kirim.


"Apa? kenapa mendadak begini?" Bella terkejut saat melihat isi pesan tersebut mengatakan jika Lidya akan menikah dengan Hendra, dia segera beranjak dari tempat tidur, masuk ke kamar mandi dan membasuh mukanya.


Keluar dari rumah dan memasuki mobil, Bella menginjak pedal gas dengan perasaan yang campur aduk.


"Kenapa dia tidak memberitahuku?" Pikir Bella yang sudah ada di jalan raya.


Sampai di rumah Hendra dia keluar dan melihat Layla yang sedang berbicara dengan Orang yang tidak juga dia kenal yang tak lain adalah ibunya Layla.

__ADS_1


"Maaf, Apakah ini rumah Hendra?" Tanya Bella dengan melihat kembali apakah lokasi yang dia tuju benar.


"Iya benar, Apakah ada perlu mencari Hendra?" Tanya Layla


"Tidak ada, aku ingin bertanya apakah Lidya ada di dalam?" Kembali dia bertanya


"Ada, jika ada perlu masuk saja" Layla kembali membuka pintu untuk bella.


"Ibu, kita masuk dulu" Ajak Layla yang tidak enak jika berbicara di depan pintu.


Lidya Melihat Kakaknya berjalan ke arah dirinya dengan wajah yang memerah karena sangat marah, dia sedikit takut dan Menundukan kepalanya.


"Lidya, aku ingin berbicara denganmu" Bella menarik tangan adiknya itu dengan kencang.


"Sebentar kak...." Lidya berusaha menyingkirkan tangan kakaknya tetapi tenaganya tidak cukup.


"Tidak ada kata sebentar, ikut kakak sekarang juga" Bella membawa Lidya keluar dari rumah Hendra dan melepaskan tangannya setelah sampai di luar.


"Auwh!" Pekik Lidya merasakan sakit pada pergelangan tangannya.


"Kenapa kamu tidak mengatakan jika ingin menikah?" Bella menatap Lidya yang sedang memegang satu tangan yang sebelumnya dia tarik.


Lidya tidak menjawab pertanyaan Kakaknya, dia hanya merintih menahan sakit.


Bella tidak mempedulikan apa yang di lakukan adiknya sekarang, dia mengira jika Lidya sedang bercanda untuk mengelak dari pertanyaan dirinya.


"Lidya! jawab pertanyaanku!" Teriak Bella dengan keras Membuat Lidya kaget mendengarnya.


"Aku......" Lidya tidak bisa mengatakan apapun, dia tertekan saat ini.

__ADS_1


"Sekarang apa yang akan kamu lakukan? memangnya menikah itu menyenangkan? heh, menikah tidak hanya berjanji di depan hukum, tetapi di hadapan tuhan juga"


__ADS_2