SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
91


__ADS_3

Berjalan ke arah Hendra, Pelaksana itu mendekatkan mulutnya ke telinga hendra "Bisakah kamu berbagi satu saja denganku" Bisik pelaksana itu yang sudah berumur 50 tahun ke atas.


Hendra Tersenyum kecil dan berbisik "Aku punya syaratnya"


"Syarat apa? Aku akan melakukan apapun untuk melakukannya" kembali pelaksana itu berbisik.


"Biarkan aku menembak kepalamu sebanyak 3 kali dan jika kamu tidak mati akan ku berikan jika perlu semuanya" Ucap Hendra yang berbisik dengan menakut-nanti,nya.


"Brengsek, jika syaratnya begitu pasti aku mati kalau nggk mati ya pasti meninggal"Pelaksana itu memaki dalam hatinya


"Bagaimana?" Tanya Hendra.


"Sebaiknya kita segera memulainya" Ucapnya dan mengambil beberapa kertas.


beberapa menit berlalu Hendra sudah sah secara hukum menjadi suami istri dengan Semua wanitanya dia segera pergi dari sana.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita pergi ke Negara R saja? Aku dengar di sana banyak pemandangan yang indah dan juga pantai yang dapat kita nikmati, beluk lagi bukit-bukit yang sangat tinggi membuatku ingin ke sana" Ucap Alisa yang berkata sambil membayangkan,nya.


"Baiklah, kita akan pergi ke sana" Hendra yang tak tahu tempat mana yang bagus dia hanya mengambil saran dari Alisa.


"Bagaiamana dengan Ana? Dia baru saja hamil dan usia kandungannya hanya baru beberapa minggu, apakah akan aman jika kita ikut semuanya?" Layla mengkhawatirkan Ana yang Baru mengandung beberapa Minggu ini.


"Ya benar, Apakah ada cara untuk melindungi kandungannya?" Tanya Lidya.


Hendra tidak memikirkan hal tersebut sebelumnya, setelah Mendengar perkataan Layla dia baru ingat jika Ana mengandung, segera dia mempercepat laju mobilnya karena ingin bertanya apakah ada alat ataupun barang yang dapat di beli dari toko sistem.


Hendra merasakan dan mendengar suara yang samar mengarah dirinya.


"Trang" Satu jarum menembus Kaca Mobil Hendra dan membuat kaca itu pecah, untungnya Hendra dapat mengetahui serangan tersebut dan menahan Jarum itu menggunakan tangannya.


"Brengsek, sepertinya ada yang tidak beres" Hendra melirik ke arah di mana jarum itu di lemparkan dan melihat seorang pria yang memakai Penutup mata tersenyum ke arahnya.

__ADS_1


Dia sedikit bergidik ngeri melihatnya, "Sepertinya ini hal yang paling buruk dalam hidupku" Segera Hendra pergi dari sana dan meninggalkan Tempat tersebut, kebetulan dirinya berada di belakang beberapa mobil wanitanya, tetapi Lidya,Layla, dan Alisa ada di sana bertanya dengan Terkejut.


"A-apa yang terjadi?" Alisa bertanya dengan panik melihat serpihan kaca menggores tangan Hendra.


"Tidak apa, ini hanya Masalah kecil, kalian pegangan dengan erat" Hendra melanjutkan Mobilnya secepat mungkin.


Sampai di rumahnya Alisa segera menghampiri Hendra dan ingin mengobati luka yang sebelumnya Tergores tetapi dia tidak menemukan ada luka bahkan bekas luka di sana.


"Ini mustahil, apa yang terjadi dengan keanehan ini? apa aku sebelumnya salah melihat dan itu hanya bayanganku saja?" Tanya Alisa pada dirinya.


"ada apa? apakah kamu mencari sesuatu?"Hendra bertanya dengan tenang.


"Ti-Tidak" Jawab Alisa dan meninggalkan Hendra di sana, sedangkan Hendra dia Segera masuk ke dalam kamar


"Apakah pria itu adalah pria sebelumnya yang Berada di atap rumah?" Pikir Hendra yang masih khawatir dengan keadaan sekarang.

__ADS_1


"Sistem, bisakah kamu memberikanku kemampuan untuk menjadi kuat?" Hendra tidak tenang dan bertanya, awalnya dia ingin membeli barang agar kandungan Ana tetap aman ketika berada dalam pesawat, tetapi dia mengesampingkan hal tersebut dan akan memperkuat dirinya terlebih dahulu.


__ADS_2