SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
Kampung Bandit


__ADS_3

"Sudahlah, nanti juga kamu tahu"


Hendra memarkirkan Mobil miliknya di pinggir jalan, dia melihat peta terlebih dahulu dan melihat dimana Kampung Bandit.


"Sistem, dimana Kampung Bandit?" Hendra baru kepikiran bahwa dia bisa bertanya kepada sistem miliknya.


[Tuan tinggal Lurus kemudian belok kiri dan belok kanan setelah itu lurus ada pertigaan belok kiri setelah itu belok kiri lagi dan tinggal lurus beberapa kilometer]


"Seharusnya aku tidak bertanya kepadamu" Hendra tidak dapat mengingat apa yang di katakan sistem, dia hanya manusia biasa yang tidak mudah mengingat setiap kata demi kata secara sekaligus.


Hendra Kembali membuka ponselnya dan melihat peta kembali, setelah beberapa menit dia akhirnya menemukan kampung bandit.


"Apa sudah ketemu?" Robi bertanya di sebelah hendra dengan bosan.


"Sudah, kita berangkat sekarang" Hendra menginjak pedal gas dan berjalan menggunakan mobil Mercedes-AMG GT miliknya menyusuri kota.


4 jam perjalanan Hendra tiba di pintu utama Kampung Bandit, dia melihat beberapa orang yang sedang berbicara satu sama lain.


"Kamu Tunggu di sini Bi, aku mau bertanya dulu pada mereka apa benar ini kampung bandit" Hendra turun dari mobil tanpa menghiraukan kata-kata Robi


"Apa dia bodoh? bukannya sudah aku bilang bahwa kampung ini sangat rawan dengan pembunuhan dan pencurian" Sebelumnya robi sudah melihat informasi dari kampung tersebut, dia sedikit takut ketika melihat informasi yang tertera pada handphone miliknya.


Hendra berjalan tanpa rasa takut, semenjak memiliki sistem hendra tidak lagi takut kepada seseorang.


"permisi pak saya mau nanya apa benar ini kampung bandit?"


"Siapa kamu? Apa yang ingin kamu lakukan?" Bukannya Menjawab pertanyaan Hendra tetapi salah satu dari mereka bertanya balik.


"Saya ingin menaklukkan kampung bandit" Hendra menyeringai Ke beberapa orang di hadapannya.


"Brengsek, kamu tidak tahu bos kami adalah orang yang sangat kuat" semua orang marah ketika Hendra berbicara bahwa dia akan mengalahkan kampung bandit.

__ADS_1


"Swoosh"


"Swoosh"


"Swoosh"


Tiga orang menyerang Hendra dengan tinju mereka.


"Buk"


"Buk"


"Buk"


Hendra memukul ketiganya dengan ringan tetapi mereka terpental 2 meter Ke belakang


Bagaimanapun hendra sudah memiliki kekuatan yang di berikan oleh sistem miliknya, sedangkan preman di hadapannya hanya petarung liar yang tidak profesional.


"be....benar Ini kampung bandit, untuk a....apa Kamu kesini? Apa kamu pernah melakukan kesalahan denganmu sebelumnya?" Pria itu menjawab dengan gemetar, dia tidak melihat tangan Hendra yang secepat kilat menggenggam kerah bajunya, dia hanya meraskan bahwa tubuhnya tiba-tiba melayang.


"Seharusnya bilang dari tadi biar aku tidak mengeluarkan tenaga lebih"


"Siapa yang berani datang kesini?" Seorang pria keluar dari pintu masuk kampung bandit, Sebelumnya seseorang melarikan diri saat Hendra menghantam 3 orang lainnya, dia tidak menyadari ada yang melarikan diri.


"bagaimana kamu ingin mati anak bodoh? ingin di tusuk menggunakan tusuk sate?" Pria tersebut bernama Greg, dia sedang memakan sate ayam dari tangannya, sebelum dia keluar greg sedang makan tetapi bawahannya melaporkan bahwa ada masalah diluar jadi dirinya mengikuti Bawahannya untuk melihat masalah apa yang terjadi.


"Seharusnya aku yang bertanya apa kamu ingin mati?" Hendra melemparkan orang yang berada di tangannya ke hadapan Greg.


"Buk, ugh bos tolong! anda harus membalaskan apa yang telah dia lakukan kepadaku" Pria yang dilemparkan Oleh hendra bersujud dihadapan Greg meminta pertolongan.


"009 kamu bawa mereka dan segera obati, aku akan mengurus bocah ingusan ini" Greg maju dengan arogan, dia sudah pernah bertarung beberapa kali dengan bocah seperti hendra, jadi dia yakin akan menang walaupun hanya dengan jentikan jarinya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan memberimu kesempatan untuk menyerang, sekarang serang aku dengan kekuatan milikmu yang bodoh itu" Greg Membuka baju miliknya dan memperlihatkan tubuh penuh bekas luka, Sebelumnya dia adalah seorang militer tetapi dirinya mengundurkan diri karena alasan lain.


"Apa kamu yakin akan mampu menahannya? jika kamu mati jangan salahkan aku di kehidupan selanjutnya" Hendra berlari dengan cepat, dia sudah tidak sabar untuk menaklukkan pria yang berada di hadapannya.


"Buk" Hendra memukul Dada Greg tetapi greg tidak memberikan reaksi apapun, dia sudah sangat tahan akan tinju.


"Hanya segini kekuatan kamu bocah? kerahkan semua kematianmu dong, aku ingin meraskan lebih sakit lagi" Greg Berdiri dengan tetap dan tersenyum kepada hendra.


"Apa? kenapa tidak meraskan sakit? apa dia benar-benar tahan pukulan? tapi ini tidak mungkin, semua orang pasti memiliki kelemahannya masing masing, jika dia tidak dapat dipukul dari bagian dada kalau begitu aku akan memukulinya di bagian perutnya" Hendra terkejut ketika melihat pria yang berada di hadapannya tak meraskan sakit sedikitpun


"Swoosh"


"Buk" Lagi lagi Greg tak membuat reaksi, dia hanya tersenyum kepada hendra dengan wajah yang menyeramkan, Hendra tidak merasa takut, dia sedikit bersemangat karena ini adalah kesempatan baginya untuk memperkuat kekuatannya.


"Buk" Hendra memukul Bagian Punggung Greg tetapi greg sama seperti sebelumnya, dia hanya berdiri tegak.


"Brengsek, benar-benar tidak bisa merasakan sakit? Apa dia benar manusia? bahkan 3 kali pukulan yang aku keluarkan dia tidak meraskan sakit? dan lagi pukulan yang aku keluarkan memiliki kekuatan yang lebih besar dari pukulan yang aku berikan kepada Ryan" Hendra di buat kaget oleh Greg, sebelumnya dia tidak pernah menemukan orang semacam Greg.


"Kalau begitu giliranku" Greg mengangkat Satu tangannya, dia mengarahkan dengan kekuatan penuh ke arah Hendra.


"Buk"


"Ugh" Hendra tidak bisa menahan kekuatan Greg, bahkan dia tidak bisa memberikan goresan pada tubuh greg yang bagaikan batu yang sangat keras.


Robi Merasa dirinya benar-benar sedang dalam masalah, dia tidak pernah berpikir akan mati secepatnya, andai saja dia tidak mengikuti hendra apakah dia akan hidup beberapa tahun lebih lama?.


"Apa Hendra akan baik-baik saja, jika saja aku memiliki kekuatan yang dapat menghancurkan segala sesuatu mungkin akan aku bantu kamu dra, tapi aku hanya seorang npc di dunia ini" Robi memegang erat tapi pengamanan pada mobil hendra, dia tidak bisa melakukan apapun saat ini, hanya rasa takut yang menghantui dirinya dan rasa kasihan melihat temannya yang sedang di hajar oleh seorang preman yang tidak dia kenal.


"Berdirilah, aku ingin melihat apakah kamu masih sanggup untuk memukulku" Greg menaikan satu kakinya ke kepala hendra dengan tangan kebelakang.


"Uhuk" Hendra mengeluarkan darah pada mulutnya, sistem sedang dalam masa pemulihan jadi dia hanya bisa menerima perlakuan yang dilakukan greg sampai sistem miliknya selesai.

__ADS_1


[Luka tuan sedikit parah, jadi butuh waktu hingga 1 sampai 2 menit untuk memulihkannya]


__ADS_2