
Hendra memberikan uang kepada Greg sebesar 200 juta.
Dia akan meminta izin kepada walikota terlebih dahulu untuk membuat perusahaan tersebut, dirinya tidak bisa tidak meminta izin kepada pihak berwajib, bisa-bisa perusahaannya akan di tutup jika ketahuan oleh mereka bila tidak meminta izin terlebih dahulu.
Setelah itu Hendra pulang bersama Robi dari kampung bandit, Sedangkan Greg berbicara apa yang di jelaskan oleh Hendra secara rinci.
Semua bawahan Greg ada yang menerima dan ada juga yang tidak menerima aturan baru, tetapi ketika mendengar bahwa mereka pasti akan mendapatkan makanan dari latihannya mereka semua semangat termasuk yang tidak senang sebelumnya.
[Misi selesai]
[Hadiah]
-Satu pasukan kampung bandit
"Hadiah apanya, sudah aku taklukan juga" Hendra sedikit merasa rugi terhadap hadiah yang dia dapatkan
[Tidak tuan, anda mendapatkan 1 pasukan kampung bandit yang berarti pasukan anda bertambah dari 400 pasukan menjadi 800 pasukan]
"Apa? bisa begitu? gimana cara menambahkannya?" Hendra merasa terkejut ketika sistem miliknya mengatakan akan menambahkan pasukan kampung bandit.
[Tuan mendapatkan 1 kartu dari sistem dan dapat digunakan untuk memanggil 1 pasukan kampung bandit kapan saja, sistem telah menyimpan kartu tersebut di penyimpanan sistem]
"Kenapa tidak menjelaskannya sejak misi dimulai, kan aku bisa semangat untuk melakukannya" Hendra sangat senang hari ini, dia segera melihat kartu dari penyimpanan sistem dan benar di sana ada satu kartu yang dapat dia gunakan.
Di rumah hendra, semua wanitanya menunggu kepulangan Hendra, tidak termasuk Lidya, Lidya sebelumnya pergi kerumah hendra tetapi tidak mendapatkan seorangpun di sana, alhasil dirinya kembali ke rumahnya dan menanyakan kepada Layla kenapa rumahnya kosong, Layla membalas bahwa dirinya sedang berada di kantor Alisa dan tidak bisa pulang sebelum pekerjaan selesai.
"Kenapa hanya dilihat? cepat makan nanti penyakitmu kambuh lagi" Bella memperingati Lidya yang tidak kunjung makan, Dia takut Penyakit adiknya kambuh kembali akibat tidak makan sejak pagi.
__ADS_1
"Biarin, aku tidak mau makan" Lidya ingin pergi ke rumah hendra tetapi Bella melarang karena dia tidak mau adiknya terjadi apa-apa karena sudah malam hari.
"Lidya, kenapa kamu seperti anak kecil? kamu sudah besar jadi jangan merengek seperti itu" Bella sudah tidak dapat menahan amarahnya, Sebelumnya Bella sudah bersabar dengan perilaku adiknya.
"Kak, aku sudah besar jadi jangan mengatur semua kegiatan aku, kakak juga sudah tahu aku sudah besar kenapa kakak masih mengatur diriku? Aku sudah bosan diatur-atur seperti ini" Bahkan ketika Lidya ingin pergi Ke kampus dia harus meminta izin kepada Bella, dia sudah bosan dengan kehidupan yang seolah dirinya seperti orang yang diatur oleh Kakaknya. Lidya pergi dari meja makan dan berjalan ke arah kamarnya.
"Lidya, bukan begitu kakak tidak bermaksud untuk mengatur hidup kamu" Bella mengejar Lidya tetapi dia tidak dapat meraih tangan Lidya yang sudah berada di dalam kamar.
"Lidya buka dulu pintunya" Bella tidak menyangka jika adiknya semakin besar bukannya memiliki pemikiran yang dewasa tetapi dia seperti anak kecil yang mudah marah.
"Aku tidak ingin diatur-atur seperti anak kecil hiks........ Kenapa kakak memperlakukanku layaknya anak kecil, aku ingin hidup bebas" Sedangkan Lidya mengira dirinya diatur oleh Bella, bella tidak berniat untuk mengatur kehidupan adiknya, tetapi dia mengira Bahwa Lidya masih belum mengerti tentang hidup.
Lidya berdiri dan mencari handphone miliknya, tetapi dia lupa bahwa handphone miliknya masih berada di atas meja makan.
Dia tidak mau keluar untuk malam ini, dan berbaring menatap langit-langit kamar.
Mengambil kunci dari tasnya kemudian mengemudikan mobilnya dengan perasaan yang tak jelas.
Di sisi lain hendra mengendarai mobil miliknya untuk pulang, dia sudah mengantarkan Robi pulang sebelumnya.
"Berapa uang yang harus aku keluarkan untuk membangun perusahan? Aku belum bertanya kepada siapaun, sepulang ini Aku akan bertanya kepada alisa semoga saja dia tahu dan dapat memberitahuku" Hendra belum mengetahui berapa total yang harus dia keluarkan untuk membangun sebuah perusahaan.
Ketika dia sedang mengendarai Mobilnya dengan normal, tiba tiba setelah di tikungan ada sebuah mobil yang menabraknya.
"Bruk"
"Sial, siapa yang menabrak mobilku" Hendra memaki di dalam mobil.
__ADS_1
Seorang wanita Keluar dari mobil yang tak lain adalah Bella, dia sedang tidak fokus mengendarai Mobilnya dan menabrak mobil hendra yang sedang berjalan.
"Maafkan saya karena salah fokus, saya akan mengganti ruginya" Bella meminta maaf dengan tulus, dia bahkan akan mengganti semua kerugiannya, jika saja dia tahu mobil yang di kendarai hendra dia pasti akan terkejut karena harus mengganti dengan beberapa bulan gajinya, haruskah dia tidak makan untuk beberapa bulan?.
"Tidak apa-apa, tidak perlu menggantinya, ini juga kesalahanku karena tidak melihat ketika berbelok" Hendra tidak tega untuk membiarkan seseorang yang tidak sengaja harus menggantinya, dia bukan seorang yang jahat jika mereka tidak berlaku jahat padanya.
"Kamu......" Bella terkejut ketika melihat Hendra yang berada di sana.
"Kita bertemu lagi" Hendra melambaikan tangan kepada Bella, sebelumnya dia juga sudah mengenal sosok bela tetapi dia tetap bersikap seperti biasanya.
"Kalau begitu aku akan pergi lagi" Hendra menyalakan kembali mobilnya, dia akan pergi ke bengkel mobil terlebih dahulu untuk memperbaiki kerusakan yang baru saja tergores.
"tunggu sebentar, Aku ingin menanyakan sesuatu" Bella menghentikan hendra sebelum hendra menjalankan mobilnya.
"Apa ada yang ingin kamu bicarakan?" Hendra mematikan kembali mobilnya.
"Bisakah berbicaranya jangan di sini? Aku merasa sangat canggung untuk membicarakan sesuatu" Dengan malam yang penuh bintang, kedua orang berjalan ke arah taman.
"Sekarang apa kamu dapat berbicara?" Hendra tidak ingin membuang-buang waktunya untuk berbincang.
"Aku ingin bertanya kemarin Lidya bermalam di rumahmu atau bukan?" Sebelumnya Bella mencurigai Lidya bermalam di rumah Hendra karena sebelum pergi Lidya pergi bersama hendra.
"Aduh, apa yang harus aku katakan, apa dia akan membenciku lagi jika aku berbicara dengan jujur, tapi kelihatan dari mukanya dia sedang marah, apa yang harus aku ucapkan, apa berbohong saja jika lidya tidak bermalam di rumahku, tapi haruskah aku takut? untuk apa takut? brengsek masa seperti ini saja takut" Hendra sudah mempersiapkan diri untuk berbicara
"Iya, dia semalam menginap di rumahku, apa ada sesautu?" Hendra berbicara dengan menatap Bella.
"Tidak, aku hanya ingin mengatakan jika kamu serius dengannya jangan sampai membuatnya bersedih, jangan biarkan dia telat makan" Bella hanya mengatakan itu, kemudian pergi begitu saja.
__ADS_1
"......." Hendra Tak mengatakan apa-apa, dia terdiam menatap kepergian Bella, dirinya kira bella akan marah karena adiknya menginap dirumahnya