SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
61


__ADS_3

"Kalau begitu apakah aku harus membuka pakaianku?" Bella bertanya dengan sedikit malu dan membuat merah wajahnya.


"Jika kamu memakai pakaian aku tidak dapat melihat titik akupunktur yang ada pada dirimu" Hendra khawatir jika dirinya salah menusuk akan mengakibatkan masalah pada Bella.


"Aku akan melepaskannya di dalam kamar, jika disini rasanya sangat canggung untuk membukanya" Bella Berjalan ke arah kamar dengan sedikit keberanian


Setelah berada di dalam kamar Bella melepaskan semua pakaian miliknya dan menyisakan Pakaian dalam milik,nya


"Kenapa tubuhnya berbeda dari yang lain, ini sungguh sangat menggoda" Hendra melihat Tubuh Bella yang sangat pas menurutnya, dada berukuran 36D bokong yang besar, dan kaki yang ramping.


Bella bertelungkup seperti lidya sebelumnya, Hendra yang melihat belahan belakang milik Bella yang besar membuatnya miliknya menegang.


"Aku akan memulainya dengan cepat, tapi sedikit mubazir jika menyia-nyiakan pemandangan yang sangat langka ini" Hendra ingin mempercepat proses nya tetapi dirinya sedikit merenung bagaimana harus melakukannya.


Beberapa saat berpikir dia menemukan bagaiamana dirinya harus melakukan sesuatu, dia memiliki sedikit rencana jahat kepada bella.


"Apa yang kamu lakukan di sana, apakah ini sudah mulai seperi Lidya sebelumnya? Aku tidak percaya jika benar-benar tidak meraskan apapun" Bella mengira jika hendra sedang melakukan sesuatu yang sama kepada lidya sebelumnya.


"Aku belum melakukan apapun, sekarang akan memulainya" Hendra mengeluarkan jarum dari kotak peralatan.


satu persatu dia menusukkan jarum kepada Bella, berbeda dengan Lidya yang tidak merasakan apapun, bella merasakan rasa yang membuatnya mengerang nikmat.


"Emh, ke...kenapa rasanya sangat ni..nikmat, apakah.... Apakah Lidya sebelumnya meraskan hal serupa ah" Bella bertanya kepada Hendra sambil mengeluarkan suara yang membuat hormon pria naik.


"Sial, aku sungguh tersiksa disini" Hendra hanya ingin dirinya mendengar erangan Bella tetapi dia tidak mengira jika dirinya juga tersiksa menahan Joni miliknya.


"mmmh..... Bi....bisakah lebih banyak lagi menusukkannya,ini sangat nikmat" Bella menginginkan hal yang lebih, tetapi hendra tidak menurutnya, dia ingin melihat apakah Bella akan melakukan hal yang menguntungkan bagi dirinya.

__ADS_1


"Tidak bisa, aku akan pergi setelah ini, mungkin jika ada waktu akan mampir ke sini" Hendra mengambil kembali Jarum dan meletakkan nya di tempat semula.


"Bi....bisakah Kamu melakukannya sekali lagi" Bella ingin meraskan kembali apa yang sebelumnya dia rasakan.


"Tidak bisa, aku akan pergi sekarang juga" Hendra ingin segera pulang dan melakukannya dengan wanitanya, dia sudah tidak tahan untuk saat ini, jika terus mendengarkan erangan Bella dia akan tersiksa lebih lama lagi dan jika dirinya melakukan kepada Bella mungkin bella akan membenci dirinya karena Bella baru memilii 60% ketertarikan kepada dirinya.


"Ka...kalau begitu sampai ketemu besok" Bella tak lagi memaksa hendra, dia tidak ingin jika Hendra Mengira dirinya wanita yang memaksa.


"Kenapa aku berbicara seperti itu, dasar bodoh dia adalah pacar adik kamu, jangan sampai merebutnya dan membuat adikku sedih" Bella membatin, dia tak tahu perasaan apa yang muncul secara tiba-tiba kepada Hendra.


Hendra Tak lagi mengatakan apapun, dia keluar dengan berjalan cepat.


"Kenapa terburu-buru sekali, apa sudah selesai?" Lidya Melihat hendra berjalan dengan cepat, dia mengira jika Hendra marah kepada kakaknya.


"Tidak apa-apa, oh ya apa kamu ingin ikut ke rumah? jika mau kita kesana bersama" Hendra mengajak Lidya untuk pulang bersama dengan dirinya, dia tidak akan merasa puas jika hanya Layla yang bermain dengannya, sedangkan Ana dan Alisa sedang bekerja.


"Ya, aku sebelumnya ingin pergi kerumahmu" Lidya berlari ke arah Hendra, dia berjalan di depan Hendra.


"Sepertinya tidak pernah" Hendra berjalan sambil berfikir.


Setelah sampai hendra masuk ke dalam dan menyalakan mesin mobil, menginjak pedal gas dengan dalam.


"Kenapa sangat terburu-buru? apa ada pekerjaan yang beluk kamu selesaikan?" Lidya bertanya dengan melihat hendra yang seperti Sedang ada pekerjaan yang mendesak.


"Tidak ada, hanya saja ingin segera sampai rumah" Hendra tidak berbicara jika dirinya akan berhubungan dengan Lidya dan layla, dia takut Lidya akan menolaknya.


"Aku sudah sangat lama tidak melihat punyamu, bisakah aku melihatnya" Lidya Melihat ke arah bawah hendra dan itu sangat menonjol, dia penasaran dengan apa yang dimiliki hendra, apakah itu semakin membesar?

__ADS_1


Hendra Tak menjawab karena Lidya sudah membuka retsleting miliknya dan menampakan senjata jumbo miliknya.


"siapa yang membuatmu setegang ini nak, bahkan warnanya sampai merah begini, apa sudah lama menginginkannya" Lidya mengelus Senjata milik Hendra selang beberapa detik dia mulai menaik turunkan tangannya.


"yeah terus seperti itu, aku sudah sangat menantikan rasa ini" Hendra bahkan tidak fokus untuk menyetir, dia meminggirkan mobilnya terlebih dahulu dan berhenti.


Melirik ke arah Lidya, setelah itu menggerakan tangannya untuk menaikan kedua gunung kembar Milik lidya.


"emmmh, remas lebih keras" Lidya mengerang dengan meminta hendra meremas keras miliknya.


"aku sudah tidak tahan, lebih baik cepat buka pakaianmu" Hendra sudah tidak tahan menahan hormon Milik nya.


tak menunggu Lidya membuka, dirinya membuka pakaian lidya menggunakan tangannya dengan perlahan, walaupun Hendra tidak kuat menahan rasa pada senjatanya dia tidak akan membuka paksa pakaian Lidya.


Setelah membuka semau pakaian milik Lidya dan tak menyisakan satu helai benangpun Hendra menarik lidya ke pangkuannya kemudian memasukkan senjata miliknya.


"Ini lebih baik dari sebelumnya" Hendra berhenti sejenak menikmati sentuhan pada bagian dalam milik Lidya.


"seperti sebelumnya tidak ad perubahan tetapi ini sangat penuh" lidya meraskan Goa miliknya di penuhi oleh senjata milik Hendra.


"Aku juga meraskan bahwa di sana sangat sempit" Hendra mulai menaik turunkan setelah dia berbicara sebelumnya.


"Mmh, ini sangat nikmat" Lidya mengerang nikmat saat Hendra mulai mempercepat kecepatannya.


Hendra bermain dengan Lidya selama 4 jam, dia tidak bisa melakukan di tempat umum lebih dari itu, bisa saja ada yang mencurigai mereka dan mengintip.


Di kantor polisi.

__ADS_1


"Pak, tolong penjajakan saya, saya telah melakukan kesalahan yang sangat besar, saya pernah korupsi sebesar 4 milyar lebih di perusahaan dan tidak itu saja, saya barusan ingin memperkosa seorang karyawan saya, jadi tolong penjajakan saya" Pria tua itu menangis meminta agar dirinya di penjara, dia tidak ingin bertemu dengan Hendra kembali karena menurutnya melihat belakang hendra saja sangat menyeramkan.


"Apa yang kamu lakukan, apakah kata-kata dari mana maling mengaku itu akan hilang" Polisi di depannya sangat heran dengan tingkah laku yang di lakukan Pria itu.


__ADS_2