
"mustahil, bagaiman dia membunuhnya hanya dengan sekejap mata dalam umur segitu?" Guru Jonggun tidak percaya dengan apa yang di ceritakan Muridnya.
"Saya juga sempat tidak percaya, tetapi kenapa harus tidak percaya dengan kenyataan jika kita melihatnya dengan kepala kita sendiri" Ucap Jonggun meyakinkan Jika dia benar-benar menceritakan apa yang dia lihat.
"Kamu kembalilah ke sana, Awasi pergerakan klan Angsa emas, Jika mereka melakukan pergerakan segera laporkan kepadaku'' Guru Jonggun tidak ingin jika terjadi kepada Hendra karena tahu dari muridnya jika Hendra pria yang baik-baik dan berpotensi.
"Kalau bisa Kamu jadikan dia sebagai muridmu" Ucapnya kembali.
"Guru bercanda, bahkan aku tidak dapat mengalahkan pria itu, seharusnya aku yang berguru kepadanya" Jonggun menggelengkan kepalanya kemudian pergi ke rumah Hendra.
Hendra Yang akan melakukan kegiatan itu kembali dia mendengar Bell rumah berbunyi dan segera memakai pakaian kemudian berjalan ke luar untuk memeriksa siapa yang telah mengganggunya.
"Kenapa kamu kembali lagi?" Tanya Hendra yang melihat Pria yang belum dia tahu asal usulnya kembali ke hadapannya.
"Aku ingin memberitahu jika pria yang kamu bunuh adalah anggota klan dari angsa emas, mungkin mereka akan segera tahu informasi tentang kematian orang yang kamu bunuh, jadi aku ingin melindungimu" Ujar Jonggun
Hendra mengawasi pergerakan Jonggun dan dia tidak merasa ada yang aneh dengan Pria itu " Baiklah jika kamu tidak keberatan" Hendra mengijinkannya masuk dan meninggalkan Jonggun di kamar tamu.
Setelah kepergian Hendra Jonggun mendengar suara yang tidak bising di telinganya, dirinya merasa tersiksa saat ini dan kemudian menutup telinganya dengan bantal.
__ADS_1
"Sial, Jika harus begini aku tidak akan bermalam di rumahnya dan akan tidur di atas Atap saja" Jonggun merasa sangat sial karena mendengar suara erangan yang membuatnya hampir Gila, dia ingin menegur Hendra tetapi dirinya tahu jika itu tidak baik untuknya karena takut jika Hendra marah.
Esok pagi, Jonggun keluar dengan mata hitam, Hendra melihat itu bertanya "Kenapa Matamu berwarna hitam?" Tanya dia yang tidak tahu jika Jonggun tidak bisa tidur.
"Tidak ada, Aku habis latihan tidak Memejamkan mata saat tidur" Ucap Jonggun beralasan
Bodohnya lagi Hendra mempercayai itu, Layla mendekatkan mulutnya ke telinga Hendra dan berbisik "Siapa dia?".
"Oh aku belum memperkenalkannya pada kalian, Ini adalah teman baruku, siapa namamu?" Hendra bertanya terlebih dahulu sebelum memperkenalkan,nya karena tidak tahu siapa nama Jonggun.
Jonggun sedikit tertawa mendengar itu dan memberitahukan namanya.
[Hadiah]
- Uang tak terbatas.
[Hukuman]
-Tuan tidak akan mendapatkan Misi dari sistem selamanya
__ADS_1
-Tuan akan mendapatkan kesialan selama 1 tahun
-Tuan akan kehilangan semua wanita dan tidak akan mendapatkan wanita kembali.
-Senjata tuan tidak akan berdiri kembali
[Durasi]
- 5 Bulan
Hendra terkejut saat melihat jika hadiah yang akan dia dapatkan adalah uang yang tak ada batasnya, Jika dia menyelesaikan misi ini dirinya tidak perlu lagi mengkhawatirkan tentang uang, tetapi ketika melihat hukuman yang dia terima sangatlah banyak, dirinya sedikit merinding membayangkannya, apalagi itu adalah soal senjata ampuh miliknya.
"Apakah tidak bisa hukumannya di ganti sistem?" Hendra mencoba untuk menawar agar hukumannya di ringnkan.
[Tidak bisa, ini sudah kebijakan dari sistem, saya hanyalah perantara]
Hendra tidak bisa melakukan apapun selain berusaha agar dapat menyelesaikan,nya.
Untungnya dia semalam telah mendapatkan 2 hadiah random dan 100 Poin sistem, tetapi dirinya belum membuka Hadiah random tersebut karena akan membuka nya di saat genting.
__ADS_1