SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
Kado ulang tahun[3]


__ADS_3

"Bisakah membantuku untuk menjadi pacar palsu, aku janji akan memberimu uang sebesar 100 juta, mau ya pliss" Chen Yu Sudah mengumpulkan keberanian sebelumnya dia berbicara dengan lancar sambil memegang tangan Hendra


"Bukannya tidak mau...." Hendra ingin menjelaskan bahwa dirinya mempunyai 4 wanita tapi ucapannya di potong oleh Chen Yu


"Aku tambahkan aku tambahkan menjadi 200 juta, aku janji, kalau kamu tidak percaya aku akan mengirimkannya langsung hari ini" Chen Yu memohon sampai dia menambahkan uang muka untuk Hendra


"Dengarkan aku dulu, aku bukannya tidak mau, aku sudah mempunyai 4 wanita dan akan menghadirinya malam ini juga bersama 2 wanitaku" Hendra berbicara dengan jujur, jika dia berbohong itu akan membuatnya rumit kedepannya.


"A...Apa, empat....empat wanita? dan akan menghadiri dengan 2 wanita sekaligus? apa mereka dapat akur? tidak akan berantem? Apa....." Chen Yu ingin bertanya kembali tapi dirinya di hentikan oleh tangan Hendra dan menyandarkan tubuhnya Di dinding toilet


"apakah kamu bisa ketika bertanya tidak bersamaan? bisakah satu persatu? bagaiamana rasanya jika kamu ditanya secara terus menerus tanpa di berikan jeda? Apa itu menyenangkan?" Hendra berbicara dengan wajahnya mendekat ke arah Chen Yu


"Mmmh" Chen Yu tidak dapat berteriak, mulutnya sudah di bekap oleh tangan Hendra.


"Aku hanya bercanda, jika kamu berani bertanya lagi secara terus menerus aku akan melakukan sesuatu yang lebih dari ini" Hendra melepaskan tangannya membuat hati Chen Yu lega.


"Huh huh huh, aku tidak akan begitu lagi huh huh" Chen Yu menstabilkan napasnya karena dirinya sudah sangat panik ketika Hendra mendekatkan wajahnya.


"Kamu memiliki 4 wanita?"


"Ya, aku tidak bisa menjadikanmu wanita kelima, tapi jika mereka menginginkan mungkin bisa di bicarakan" Hendra hanya berbicara dengan asal, ke empat wanitanya mana mungkin akan menerima Chen Yu sebagai Wanitanya yang kelima, bahkan mereka sudah kalah dari Hendra dari pertempuran semalam, jadi Hendra dapat mencari wanita yang dia inginkan.


"Apa mereka tidak bertengkar?" Chen Yu Tidak berani bertanya dengan terus menerus, jadi dia bertanya satu persatu kepada hendra agar tidak mencari kesalahan lagi.


"Tidak, tapi aku tidak dapat menjelaskan tingkah laku mereka" Hendra benar benar tidak dapat menjelaskannya, karena ke empat wanitanya berbeda beda sifatnya.


"Aku mohon, hanya 1 malam ini saja, kamu pasti bisa, aku akan memberikan kompensasi kepada ke empat wanitamu jika mereka menolaknya" Chen Yu merasa cocok dengan Hendra,dirinya tidak akan melepaskan hendra begitu saja, dia akan menggunakan cara apapun agar hendra dapat menyetujuinya.

__ADS_1


"Jika kamu mau, mungkin aku akan berjalan bersama ke tiga wanitaku dan kamu menjadi yang ke tiga, itu tergantung padamu jika kamu mau aku akan menerimanya" Hendra mengatakan bahwa dirinya akan menerima permintaan Chen Yu jika Chen Yu bersedia berjalan bersama kedua wanitanya.


"Aku........" Chen Yu tidak dapat berkata kata, dia bingung untuk masalah saat ini


"Aku tidak mau, aku akan mencari pria yang lain saja" Chen Yu tidak bersedia berpura-pura menjadi Wanita hendra yang ke 3 dan lagi Hendra sebenarnya memiliki 4 wanita.


"Yah, itu masalah yang kamu hadapi, lagi pula untuk apa mencari pasangan, lebih baik tidak memiliki sama sekali" Hendra berbicara seolah dirinya tidak memiliki wanita


"Hmph, untuk apa kamu berbicara seperti itu, toh kamu juga memiliki 4 wanita sekaligus, bicaramu seperti laki-laki yang polos dan tidak memiliki wanita" Chen Yu berbicara dengan menyindir Hendra


Hendra tak menanggapinya, dia berjalan ke toko jam tangan kemudian membeli jam yang berharga 10 juta rupiah.


setelah membeli jam tangan Hendra mencari gaun untuk Ana dan Alisa


"Aku paling yang ini" Hendra memberikan gaun berwarna Merah cerah dan hijau daun kemudian memberikannya kepada resepsionis


Hendra menggosokkan kartunya dan berhasil membayarnya, dia tidak membeli jas ataupun pakaian yang bagus, dirinya tidak nyaman dan tidak ingin pakaian yang seperti itu, dia sudah merasa nyaman dengan pakaian yang murah.


"Aku tidak tahu hari ini kenapa sangat bersemangat, bahkan aku ingin segera sampai rumah" hendra mengendarai Mobilnya dengan kecepatan penuh, tetapi dirinya tidak memiliki kemampuan untuk berkendara dengan benar, mengakibatkan jalanan yang damai menjadi berantakan.


"Sialan, kenapa mobil ku sepertinya ada yang menabrak dari belakang"


"Hei, kalau berjalan hati hati, jika menggores saja sedikit aku akan menuntutmu"


"Brengsek, siapa dia, kenapa berkendara dengan begitu arogan, memangnya ini jalan nenek moyangnya"


Situasi menjadi kacau akibat hendra mengendarai mobil dengan ugal-ugalan.

__ADS_1


Kantor polisi


"Lapor, Jendral ada seorang yang membuat kekacauan di jalanan, mengakibatkan jalanan yang sebelumnya tidak terjadi apa apa menjadi kacau" Seorang wanita melapor kepada jendral yang mengatur para polisi di sana untuk menjalankan misi ataupun untuk mengatur semua bawahannya.


"Apa kamu bisa untuk menangkapnya?" Jendral itu bertanya dengan membelakangi wanita yang melapor


"Saya bisa jendral" Wanita yang melapor tersebut tak lain adalah Emi, setelah menerima misi dari jendral dia keluar dari ruangan kemudian mengemudikan mobil polisi untuk mengejar hendra yang ugal-ugalan di jalan.


"Hahaha, ternyata sangat asik jika mengendarai mobil dengan kecepatan penuh" Hendra tertawa sambil mendengarkan musik yang disukainya.


Hendra terus menerus bernyanyi dan tertawa di dalam mobilnya dan tanpa sadar di belakangnya ada mobil polisi yang sedang berusaha untuk menangkapnya.


"Sepertinya aku pernah melihat mobilnya, tapi dimana aku lupa" Emi meraskan familiar dengan mobil yang Hendra bawa, tentu saja dia pernah melihatnya karena sebelumnya dia dia juga pernah bertemu dengan orangnya.


"Aku penasaran dengan orangnya, jika aku menangkapnya akan ku beri dia pelajaran" Emi mempercepat lajunya tetapi tidak bisa karena itu sudah mencapai batas kecepatan mobil polisi.


"ah, sial, kenapa mobil polisi kalah cepat dengan mobilnya" Emi memaki mobil yang dikendarainya, dia kemudian menghidupkan Sirine polisi.


Hendra Yang mendengar sirine polisi dirinya membalikan kepalanya untuk melihat, ketika dia melihat bahwa mobil polisi sedang mengejarnya dia segera mempercepat lajunya.


"Sialan, begitu bodohnya aku malah menghidupkan Sirinenya" Emi memukul setirnya dan kemduian berhenti untuk mengambil foto di bagian plat nomor mobil hendra


"Aku akan mencarimu sampai ketemu, hari ini akan ku bebaskan dia, tapi hari berikutnya lihat saja apa yang akan aku lakukan, hmph" Emi sangat kesal lantaran dirinya adalah komandan tetapi tidak dapat menangkap seorang yang ugal-ugalan sama sekali.


"mau di taro di mana mukaku" Emi kemduian menjalankan mobilnya untuk melapor bahwa misinya gagal


"Hahaha, memangnya mobil polisi ada apanya? lain kali aku akan ugal-ugalan dan mengerjai polisi lagi" hendra tertawa lepas melihat bahwa mobil polisi tidak mengejarnya.

__ADS_1


__ADS_2