
"saya mengatakan dengan jujur, jika bapak tidak percaya saya memilki bukti di mana saya telah mengambil uang di perusahaa milik saya sendiri" Pria itu menunjukkan bukti dari ponsel miliknya, dengan memegang tangan polisi sambil memohon agar dirinya Cepat di masukkan ke dalam sel.
Polisi itu tak lagi mencurigai Bahwa dia berbohong, segera menangkapnya dan di hukum 25 tahun penjara.
Setelah menyelesaikan masalah tentang pria tua tersebut, Greg kembali ke kampung bandit untuk melatih kembali semua bawahannya.
Di dalam mobil, setelah Hendra menyelesaikan aktifitasnya dia mengencerkan Lidya untuk tidur karena ia tahu jika Lidya sudah sangat lelah.
"kita akan segera kembali" Hendra berkata sambil Memegang rambut Lidya, setelah itu dia memakai pakaian di dalam mobil walaupun itu sedikit susah dirinya tidak bisa keluar sekarang karena tidak memakai apapun.
Sampai beberapa menit berlalu hendra telah memakai pakaian dan segera pulang,dirinya belum merasa puas untuk itu dia ingin bermain dengan Layla.
"Tok,Tok,Tok" ketika Hendra akan mengendarai Mobilnya kaca mobil di ketuk oleh seorang polisi.
"Kenapa lagi ini, aku tidak melakukan apapun bukan?" Hendra merasa dirinya tidak melanggar aturan apapun.
"Tok,Tok,Tok" Kembali polisi itu mengetuk pintu.
"Brengsek, jika saja Lidya memakai pakaian aku akan membukanya" Hendra berbicara dengan pelan.
"Tolong buka pintunya, ada beberapa pemeriksaan hari ini" mengeluarkan suara tanpa mengetuk, polisi itu melihat ke dalam melalui kaca jendela, tetapi karena kaca tersebut menggunakan kaca yang sangat hitam sehingga tidak dapat melihat ke dalam.
"Apa yang dia lakukan, apa tidak di ajari sopan-santun mengintip seseorang dari luar" Hendra buru-buru membuka pintu mobil, dia tidak ingin jika Tubuh wanitanya di lihat oleh orang lain.
"Apa yang kamu lakukan mengintip dari luar, apa tidak di ajarkan sopan-santun oleh orang tuamu?" Hendra berbicara dengan marah.
"maaf, saya kira tidak ada orang di dalam jadi saya memastikan apakah itu benar-benar tidak ada" Meminta maaf dengan tulus polisi itu membungkukkan badan kepada Hendra.
"Sebelumnya saya hanya ingin mengecek barang anda, hari ini ada pemeriksaan di setiap kendaraan yang melintas" kembali polisi tersebut mengatakan apa yang dia katakan sebelumnya.
"Tidak bisa, di sana tidak ada apapun, jadi jangan mencoba untuk masuk" Hendra menghalangi polisi tersebut agar tidak melihat bahwa di dalam ada lidya yang masih telanjang.
__ADS_1
"Maaf pak, sekali lagi saya mengatakan jika ada pemeriksaan hari ini, jadi anda tidak dapat melarang anggota polisi untuk memeriksa, jika anda tidak percaya saya membawa surat perintah dari atasan" Polisi itu tetap ingin menjalankan tugasnya.
"Tidak, aku juga tetap tidak akan membiarkan seorangpun masuk ke dalam Mobil milikku, begini saja aku akan memberikannya uang sebesar 2 juta, tapi jangan memeriksa mobil saya" Hendra menyuap polisi itu dengan uang, dia kira itu akan berhasil.
"Tidak bisa, saya tidak menerima suap dari siapapun, walaupun anda memberikan berapapun uangnya saya tidak akan menerimanya" Tetap pada pendiriannya, polisi itu tidak menerima uang dari Hendra.
"Kalau tidak cukup aku akan menambahkan 3 juta lagi bagaimana" Hendra juga tetap pada pendiriannya, dia tidak akan membiarkan seorang melihat wanitanya telanjang bulat.
"Tidak, saya tetap tidak akan menerimanya"
"Baik, kalau begitu saya akan memukul anda satu kali, jika anda bisa bertahan dan tidak pingsan saya akan membiarkan kamu mengeceknya" Hendra sudah tidak ada pilihan lain, dia hanya bisa memberikan satu-satunya syarat tesebut.
"Baik, anda dapat melakukannya sekarang" Dengan penuh keberanian polisi itu membiarkan hendra untuk memukulnya.
"Maafkan saya jika anda tidak bisa mengeceknya" Hendra berbicara sebelum memukul.
"Jangan banyak bicara, sebaiknya cepat selesaikan" Menatap ke depan dengan rasa percaya diri yang besar.
"Buk"
"Bruk" Polisi tersebut pingsan dengan tidak mengeluarkan suara orang yang kesakitan.
"sudah aku bilang jangan memeriksa diriku untuk hal yang tidak aku sukai" Hendra menelepon kembali Greg.
"Halo bos, apa ada lagi sesuatu?" Greg menjawab terlebih dari Hendra dan menanyakan apa ada sesuatu kembali.
"Greg, apa kamu masih di kantor polisi?" Hendra bertanya
"Ya bos, kebetulan saya akan pergi sekarang juga" Greg berbicara sambil masuk ke dalam Mobil.
"Kalau begitu datang sekarang juga ke tempat ku berada, aku memiliki masalah kembali" Hendra menyuruh Greg untuk ke tempat di mana dia berada.
__ADS_1
"Baik bos, segera anda kirimkan dimana tempatnya"
"Aku akan mengirimkannya sekarang juga" Hendra mematikan Telepon kemudian mengirimkan dimana sekarang dia berada.
Setelah 20 menit perjalanan Greg akhirnya sampai ke tempat Hendra, dia melihat polisi yang sudah terkulai di bawah hendra.
"kamu bawa dia ke rumah sakit, aku sudah mentransfer uangnya, jika itu tidak cukup kamu perlu hubungi aku untuk itu" setelah itu Hendra masuk ke dalam dan menjalankan kembali mobilnya.
Greg melihat notifikasi dari handphonenya, Dia terkejut jika hendra mengirimkan 5 juta uang kepadanya, dia berpikir jika pingsan seperti ini tidak akan memakan biaya sebesar itu, tapi dirinya tidak mempedulikannya, dia segera membawa polisi tersebut kerumah sakit.
Setelah Hendra sampai di rumahnya, dia segera mengangkat tubuh Lidya ke dalam.
"Apa yang terjadi? apakah Lidya sakit?" Layla yang sedang tiduran di sofa dia melihat hendra menggendong tubuh Lidya.
"Tidak apa-apa, dia hanya terlalu lelah bermain saja, aku akan menidurkannya di kamar, kamu juga ikut" Hendra berjalan perlahan ke atas
Berjalan mengikuti hendra Layla menjawab "Tentu saja"
Di dalam kamar, Hendra sudah membaringkan Lidya, dia tidak lagi melirik lidya, membalikan badan dan berjalan ke arah layla.
"Aku akan memulainya, sekarang" Membuka pakaian Layla secara perlahan, Hendra merasakan sentuhan demi-sentuhan tangan Layla.
adegan di atas sesuai imajinasi kalian saja.
Di sisi lain, Ryan sedang berbicara serius dengan seorang berjubah hitam.
"Jika kamu bisa membunuh orang ini, aku ana memberikan uang sebesar 1 Miliyar kepadamu" Ryan menunjukan foto Alisa kepada pria jubah hitam.
"Dan juga jika membunuh keduanya aku akan memberikam 1,5 milyar, bagaimana apa kamu bisa melakukannya?" Ryan menunjuk foto Hendra yang berada di sebelah Alisa, dia sudah sangat kesal terhadap hendra yang selalu menggangu rencana dirinya.
"Hehehe,aku juga tidak bodoh, sepertinya dia sangat kuat untuk di kalahkan, bagaimana jika setelah membunuh keduanya aku membunuhmu juga untuk mendapatkan lebih banyak uang" Pria jubah hitam itu berbicara dengan nada yang tinggi
__ADS_1
"ja....jangan begitu, aku sudah memberikan hadiah yang sangat besar kepadamu tuan, jadi saya mohon tuan bermurah hati" Ryan sangat takut kepada orang yang berada di hadapannya