SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
67


__ADS_3

"Greg, belikan aku beberapa Bagan obat, cepat dan jangan sampai terlambat" Hendra berbicara sambil melihat wajah Alisa yang sangat pucat.


"Baik bos, aku akan membelinya sekarang" Dia tidak menanyakan apa saja bahan obatnya, Memanggil beberapa bawahannya untuk mengubur mayat.


"Bahan obatnya Ginseng........." Ada 20 jenis bahan obat yang Hendra ucapkan, tetapi Greg tidak dapat mencantumkannya di dalam otaknya.


"bos.... biskaha anda mengirimkannya melewati pesan? Aku tidak dapat mengingatnya" Greg mengatakan dengan bingung.


Hendra kemudian mengakhiri telepon dan menuliskan beberapa bahan obat yang sebelumnya dia ucapkan.


"Diperkirakan Golongan darah ABO itu sangatlah langka, bahkan Hanya ada 1,79% orang yang memiliki Golongan darah ABO" Liona yang sudah mengeceknya dia tidak dapat menemukan Golongan Darah ABO yang Hendra ucapkan


"Tidak apa-apa, aku akan membuat beberapa pil untuk mengembalikan darah yang keluar darinya" Hendra tahu jika itu susah, bahkan dia batu mengetahui jika Golongan darah ABO itu ada, dirinya hanya merasakan dari penglihatannya saja.


"garis darahku O" Lidya berkata dengan wajah bengkak karena menangis sangat lama.


"Aku hanya memiliki garis darah A" Layla mengatakan dengan wajah yang sama.


"Aku sama seperti Layla" Ana sangat sedih, dia bahkan masih menahan tangis di kala itu.


Selang beberapa Menit Greg membawa sekantung plastik penuh bahan obat yang Hendra minta, dia Berkeringat karena takut Jika terlambat.


"Tepat waktu" Hendra mengambil bahan obat di tangan Greg, dia bertanya "Apakah ada ruangan untuk membuat obat-obatan?"


"Ada, mari saya antar" Liona berjalan keluar dan menunjukan tempatnya.


[Target Harem terdeteksi]


[Nama : Liona


Umur : 24 tahun


Pekerjaan : Dokter


Nilai Rata-Tata : 99%

__ADS_1


Ketertarikan : 20%]


Di tengah jalan Liona menatap Hendra, hendra yang melihat itu hanya memandangnya tanpa mengeluarkan ekspresi apapun, dia sangat panik kali ini akibat dirinya tidak dapat melindungi Alisa.


Beberapa menit melangkah Hendra dan Liona sampai di ruangan dimana tempat obat-obatan di buat.


"Silahkan tuan, anda dapat membuat obat dengan bebas karena anda memiliki bahan obat sendiri" Liona yang sebelumnya menghalangi hendra kali ini dia sangat kagum terhadap hendra yang dapat menghidupkan orang mati dan membuat obat yang dapat menambahkan Darah dengan waktu singkat


"Ya" Hendra hanya membalas dengan Spontan, dia masuk ke dalam dan melihat beberapa barang yang canggih.


bertanya ke Liona kegunaannya, setelah mengetahui semua itu dia segera membuat obat selama 10 menit kemudian Hendra berhasil meracik obat yang berkualitas.


"Obat macam apa ini?" Liona bertanya dengan bingung, dia sudah berkecimpung di dunia kedokteran tetapi tidak pernah melihat obat yang di buat hendra.


"Tidak perlu bertanya tentang itu, ayo kita kembali dan memberikannya kepada Alisa" Hendra atau menjawab pertanyaan Liona, dia berjalan mendahului Liona dengan langkah besar.


"Tu...tunggu sebentar...." Liona menghentikan Hendra


"Ada apa?" Hendra Berhenti.


"Bi....bisakah kamu menjadikan aku sebagai murid... aku masih ingin belajar darimu... tenang saja aku tidak akan merugikanmu, kamu dapat mengambil semua bahan obat yang anda inginkan dan aku juga akan membayar anda perbulan sebanyak 500 juta" Liona mengatakan dengan kepala tertunduk, dia sangat malu Karena dirinya sebelumya menghina Hendra


"Aku akan menambahkannya... kamu akan aku bayar sebanyak 1.000.000.000" Liona sangat ingin menjadi Murid hendra, dia sangat kagum terhadap hendra.


"Aku tidak membutuhkan uang, jika kamu ingin belajar mungkin aku akan meluangkan waktu untukmu" Hendra berjalan meninggalkan Liona begitu saja, dia pikir tidak akan ada untungnya jika terus berbicara.


"Be...benarkah, kalau begitu aku akan senang hati menerimanya Guru" Liona sangat senang dia dapat menemukan guru yang lebih baik dari dirinya, berjalan mengikuti hendra dari belakang.


"segera minum ini" Hendra memberikan 20 butir Kepada Alisa.


"Se...semuanya?" Alisa Berbicara dengan bergetar.


"Tidak,hanya cukup minum 1 hari 2 kali saja" Hendra Tidak mungkin menyuruh Alisa menghabiskannya.


"Aku akan tidur sebentar, jika ada sesuatu bangunkan aku" Hendra sangat lelah, dia duduk dan tertidur hanya menempelkan kepalanya di dekat Alisa.

__ADS_1


"Alisa, apa kamu sudah baik-baik saja?" Lidya bertanya dengan sangat pelan, dia tidak mau jika hendra terbangun.


Sedangkan Greg berdiri di sana tak bergerak sedikitpun.


"Aku baik-baik saja, untungnya kalian tidak ada di sana, jika tidak itu berbahaya buat kalian dan tidak merepotkan hendra sepertiku" Alisa mengingat kembali bagaimana Hendra melawan mereka, sampai sampai dirinya mengingat kembali dengan jelas kejadian sebelumnya dan menahan tangisnya.


"kami tahu apa yang kamu rasakan dengan Hendra, jika saja kita tahu akan kejadian ini mungkin kita dapat membatalkan liburannya hiks......" Layla menangis Meraskan apa yang Hendra dan Alisa rasakan.


"Oh ya Layla siapa laki-laki yang di sana?" Ana menanyakan Kepada Layla.


"Siapa?" Layla membalikan badan dan melihat ke belakangnya.


"Aku tidak mengetahuinya, Coba saja kamu tanyakan kepadanya" Layla berbisik kepada Ana


"Halo... Nama saya Greg.... bawahan Bos Hendra" Greg yang tahu jika mereka membicarakan dirinya dia berinisiatif untuk mengenalkan dirinya walaupun dengan sangat canggung.


"....." Semuanya hanya diam tak berbicara, Liona yang tidak mengenal mereka hanya menunggu Hendra bangun


"A...Apakah ada kursi untuk duduk? Aku kakiku sangat pegal berdiri terus" Layla melihat kanan kiri tetapi semuanya tidak Duduk dan juga hanya ada satu kursi yang kosong.


"Anda dapat menggunakannya" Liona memberikan kursi itu kepada Layla.


"Ti...Tidak perlu, saya hanya basa-basi" Layla tidak enak hati melihat jika semuanya tidak menggunakan Kursi, dia mengembalikan kembali kursi itu kepada Liona.


Sedangkan Liona hanya mengambil kembali dan menaruhnya kembali ke tempat sebelumnya.


"Oh ya Alisa.... Kenapa kamu bisa ada di sini?" Ana bertanya untuk membuat suasana menjadi cair, tetapi Ana yang canggung dan tidak memiliki perkataan dari benaknya dia hanya beryanya apa yang ada di pikirannya.


"Pfft" Layla menahan tawa mendengar pertanyaan bodoh dari Ana.


Alisa tidak dapat menjawab Pertanyaan Ana, dia sudah mengetahui jika semua orang tahu dirinya tertusuk, tapi setelah dipikir-pikir dia bertanya "Apakah hendra belum Menjelaskannya?"


"Su...sudah" Ana menjawab dengan malu.


"Tidak apa-apa, dia sudah sering begitu" Alisa mengetahui tingkah laku Ana yang pemalu.

__ADS_1


"Bram's, kamu Ambilkan 6 kursi" Liona berbisik kepada Bodyguardnya yang selalu di dekatnya.


"Baik nona" Berjalan keluar, bram's mengambil beberapa kursi yang besar dengan 5 orang lainnya, dia tidak dapat memikul semuanya karena kursinya sangat besar, jika itu kecil Bram's dapat melakukannya walaupun beratnya hingga 100 kilogram.


__ADS_2