
Di tengah jalan Emi sudah menegur hendra sebelumnya karena melaju sangat cepat.
"Ini sudah normal" Ucap Hendra yang ingin segera sampai.
"Belok kanan" Emi sudah tidak lagi menegur Hendra, dia tidak dapat melakukan apapun pada pria itu dan hanya memberitahunya tempat yang akan mereka datangi.
Hendra berbelok dan berjalan beberapa meter.
"Berhenti di rumah makan itu" Tunjuk Emi pada rumah makan yang ada di depan.
Hendra kemudian berhenti dan keluar, dia Hendak membuka,kan pintu Emi tetapi Emi sudah keluar terlebih dahulu.
Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam dan duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Hendra melambaikan tangan pada pelayan di sana dan seorang wanita mendatangi keduanya.
"Silahkan pilih menunya terlebih dahulu" Ucap pelayan itu memberijan kertas kepada Hendra.
"Aku ingin steak dan teh saja, Apa yang ingin kamu makan?" Tanya Hendra kemudian memberikan menu itu kepada Emi.
"hmm, aku ingin Ramen,Sushi dan minumnya Jus mangga" Setelah selesai Emi memberikan kembali menunya kepada pelayan tersebut.
Setelah kepergian Pelayan sebelumnya Emi menatap wajah Hendra sangat lama.
"Aku tahu diriku tampan tetapi jangan melihatnya selama itu" Ucap Hendra yang merasa pede.
"Tampan apanya, Aku ingin tahu kenapa kamu ugal-ugalan di jalan?" Emi mengelak dan bertanya kepada Hendra.
__ADS_1
Hendra tidak dapat memiliki Alasan yang jelas, dia hanya diam dan beberapa saat setelah itu pelayan wanita kembali dengan membawa beberapa makanan dan meletakan di meja keduanya.
"Silahkan di nikmati" Ucap pelayan itu meletakan semua makanan dan pergi kembali dengan nampan di tangannya.
Hendra makan dengan lahap dan tidak mengatakan apapun.
"Apakah kamu sudah memiliki kekasih?" Tanya Emi yang sudah menghabiskan makanannya lebih dulu.
Hendra yang lagi makan dia hanya mengangguk.
Emi Berdiri dan membayar makanan itu.
"Ayo pergi" Emi melihat Hendra yang masih duduk. Kemudian Hendra berdiri dan berjalan mengikuti Emi.
"Kemana kamu akan pergi setelah ini?" Tanya Hendra yang berada di dalam mobil bersama dengan Emi.
Hendra menginjak gas dengan perlahan dan menuju Ke kantor Emi, tetapi dirinya tidak mengetahui di mana kantor tersebut dan Kembali bertanya "Dimana letaknya kantor milikmu?"
"Berada Di persimpangan jalan sana" Tunjuk emi, sebelumnya dia kira Hendra mengetahui kantor dirinya karena tahu jalannya.
Hendra melanjutkan perjalanannya dan berhenti di persimpangan jalan.
Emi keluar dan berdiri sebelum pergi "Terima kasih atas tumpangannya" Ujar dirinya kemudian meninggalkan hendra.
Hendra hanya tersenyum kemudian berjalan pergi ke rumahnya.
Di kantor Emi
__ADS_1
Emi menerima beberapa tepukan tangan dan selamat karena telah menyelesaikan kasus yang sedikit rumit sebelumnya, tetapi dia hanya menanggapi dengan senyuman karena tahu itu hanya pujian di saat dirinya berhasil, bagaimana jika tidak?.
Hendra sudah sampai di rumahnya dan masuk ke dalam, dia membuka pintu dan melihat Amelia yang sedang berbicara dengan beberapa wanitanya.
Mendengar pintu terbuka semua orang yang ada di sana melirik ke arah Hendra.
Hendra berjalan dengan santai ke arah mereka dan duduk di sana.
"Bos, Sebelumnya saya ingin membicarakan sesuatu yang sebelumnya ingin saya sampaikan" Amelia berdiri.
"bicaralah" Hendra menyuruh Amelia untuk berbicara di sana.
"Tapi...." Amelia sedikit malu dan takut untuk mengutarakan isi hatinya.
Hendra yang tahu apa yang di inginkan amelia dia menyuruh semua wanitanya pergi dan meninggalkan mereka berdua.
Mendengar perintah Hendra semuanya berdiri dan meninggalkan tempat itu, setelah Kepergian wanita hendra, Hendra melirik ke arah amelia dan berkata "Katakanlah"
"A-Apakah saya bisa menjadi salah satu wanita a-anda" Amelia berkata dengan gugup.
"Ya, kamu hanya perlu ke sini besok" Hendra Tidak tahu kenapa Hari ini banyak sekali yang ingin menikah dengannya.
[Ketertarikan amelia 90%]
[Selamat tuan mendapatkan 20 poin sistem]
[Tuan memiliki Poin sistem sebanyak 741]
__ADS_1