SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
Ana (2)


__ADS_3

"Huh huh huh nya...nyawaku hampir melayang huh " Ana mendorong wajah hendra agar hendra tidak lagi menciumnya dengan paksa.


"Kamu ingin melakukannya dengan posisi apa sayang" bisik Hendra sambil menggigit Telinga Ana


"Ugm i....ini Aku tidak tahu, tapi sepertinya dengan posisi sekarang aja" Ana gugup karena dia pertama kali dan di panggil sayang oleh Hendra


"Kenapa kamu diam saja?"


"lalu aku harus bagaimana? haruskah berdiri?" Tanya Ana dengan wajah bingung


"Kamu yang harus membuka semua pakaian milikku" bisik hendra membuat Ana memelototkan matanya karena terkejut dengan ucapan Hendra


"Kenapa matamu membesar? Apa kamu tidak mau?" Bisik hendra Kembali


"Bu...bukan begitu aku,aku malu untuk membuka pakaian mu" Ana menunjukan kepalanya


"kenapa harus malu? Tidak akan ada yang akan mengejekmu" Hendra memegang wajah Ana dengan kedua tangannya.


"Baiklah" Beberapa menit berlalu tetapi Ana masih saja menundukkan kepalanya


"Baiklah baiklah aku tidak akan memaksamu" Hendra mengelus rambut Ana yang sedang menunduk kemudian memegang buah baju (yang tidak tahu buah baju itu kancing) miliknya


"ti...tidak bukan begitu, aku...aku akan melakukannya" Ana Membuka satu persatu buah baju Hendra hingga semuanya terbuka


"Glek" Ana menelan slipanya melihat perut Hendra yang sudah terbentuk


"kenapa? kamu ingin memegangnya?" Hendra melihat Ana yang terus melihat perut miliknya.


"I....iya" ucap Ana gugup


"Kenapa diam saja? bukannya ingin memegangnya?" Hendra tahu bahwa Ana orangnya pemalu, Hendra memegang tangan Ana kemudian menurunkannya di perut miliknya.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Hendra


Alisa yang sedang berbincang dengan Layla dan Lidya tidak mendengar ucapan hendra kemudian mendekat ke arah hendra " Rasa apa?"

__ADS_1


"OMG, kamu tidak pernah bilang bahwa dirimu memiliki perut yang bagus, aku juga ingin merasakannya" Alisa dengan berani memegang perut Hendra dan mengelusnya.


Ana "......."


"rasanya hmmm gimana ya aku tidak bisa mengucapkannya" Ucap Alisa


"Hei Alisa cepat ceritakan apa selanjutnya?" Teriak layla


"Sebentar lagi" Alisa Terus menyentuh Perut hendra.


Ana menyingkirkan tangannya karena malu jika dilihat oleh Layla dan lidya


"Kenapa kamu menariknya, kita nikmati saja sama sama ita kan hendra" Ucap Alisa yang melihat bahwa Ana menarik tangannya.


"A.. Alisa kenapa sifatmu berbeda?" Tanya Ana dengan bingung dengan perubahan sikap Alisa


"Berubah bagaimana? Aku tidak berubah sama sekali tuh" Alisa tidak merasa bahwa dirinya adalah dirinya yang dulu


"Biasanya sikap ka...kamu pendiam dan dingin, tapi...." Ana menghentikan Ucapannya takutnya Alisa atau bosnya itu marah


"Iya mungkin" Ucap Hendra yang tidak tahu sikap Alisa bagai mana


"Hei Alisa ayo cepat jangan mengganggu merek..." Lidya menghentikan ucapannya ketika melihat perut Hendra yang sudah terbentuk.


"Uwahhh, perut kamu seperti laki laki yang sering Olahraga, apa kamu suka olahraga?" Tanya Lidya kemudian duduk dan menyentuh Perut hendra


"Kenapa kalian malah ngumpul di sini? kita tunggu giliran masing-masing jangan mengganggu mereka yang se...." layla sama seperti Lidya menghentikan ucapannya ketika melihat perut Hendra


"Aku tidak melihat perutku sebelumnya ketika kita melakukan itu, ternyata perut milikmu itu sama seperti tipe idealku ya xixi, aku jadi pengen memegangnya" Layla sebelumnya tidak melihat perut Hendra dan ketika dia melihat perut Hendra Layla kemudian menyentuhnya dengan bahagia


"Hais, kenapa jadi seperti ini, Alisa kamu yang mulai terlebih dahulu jadi kamu yang harus mengajak mereka untuk berhenti, nanti kalian juga akan maju satu persatu jadi kembali dulu, aku sudah tidak tahan untuk memasukkannya, jadi kalian kembali dulu" Hendra menyuruh ketiga wanita itu untuk kembali ke tempat duduknya dan memerintahkan Alisa untuk mengatur semuanya


"Ba..baik, ayo kita kembali" Alisa menarik tangan Layla dan lidya


"Se...sebentar Aku belum puas untuk menyentuhnya" Ucap Layla dengan menahan tangannya agar Alisa tidak dapat menariknya.

__ADS_1


"Ayo layla kamu harus nurut" Lidya menarik satu tangan Layla


"Huhuhu, aku masih ingin menyentuhnya" Teriak ana


"Xixixi" Lidya tertawa


"Hmph, sesudah Ana aku yang akan maju" Ucap Layla memalingkan wajahnya ke arah Hendra dan Ana


"Kyaaakkkkk kenapa besar sekali" Ana menutup kedua matanya tidak ingin melihat batang hendra yang besar dan panjang


"Aku juga ingin melihatnya, aku belum pernah melihat punya kamu" Lidya berdiri dan kemudian berjalan satu langkah


"Tidak bisa, kamu tidak boleh melihatnya" Layla menarik tangan Lidya


"Tidak bisa, aku juga ingin lihat Alisa ayo kita lihat, kamu bantu aku pegang tangannya, aku tidak bisa menariknya dia terlalu berat" Lidya berusaha untuk mengeluarkan tangan Layla yang sedang memegangnya.


"Jangan Alisa, nanti Hendra akan marah padamu, bagaimana jika kamu akan di benci olehnya jika tidak mematuhinya, kamu sudah di suruh untuk menjaga kami agar ridak pergi ke sana, jika tidak kamu tahu sendiri, jadi lebih baik kamu bantu aku" Layla membujuk Alisa agar membantu dirinya supaya dirinya dapat membalas kelakuan Lidya sebelumnya.


"Hendra tidak akan begitu, kamu percaya padaku, ayo bantu aku aku tahu kamu ingin mengetahui milik hendra sebesar apa, bagaiamana jika itu sangat besar? bagaimana jika kecil? kamu pasti ingin tahu jadi bantu aku" Lidya terus mencoba untuk melepaskan tangan Layla tetapi tidak bisa.


"jangan percaya padanya, sebelumnya kamu dipermalukan di depan hendra gara-gara dia membohonhi kamu, jadi bantu aku saja" Layla tetap tidak ingin melepaskan tangan Lidya dan terus memegangnya dengan erat


"Aku.... aku tidak dapat membantu kalian, ucapan kalian sangat membingungkan aku, aku tidak dapat membantu salah satu dari kalian" Ucap Alisa


"Awwww, Layla kamu kenapa memegangnya dengan sangat erat ini sangat sakit hiks" Lidya memegang tangan kirinya sambil terisak


"A...apa perasaan aku tidak memegangnya dengan sangat erat, Lidya kalau aku menyakiti tangan ma...maafkan aku" Ucap Layla melepaskan tangan Lidya dengan raut wajah yang kacau


"Wlee, kamu kena tipu aku akan melihatnya" Lidya membohongi Layla agar dia dapat lepas dari pegangan Layla, setelah lepas dirinya berlari dengan cepat kemudian mengulurkan lidahnya untuk mengejek Layla


"Lidya kamu...., aku akan mengejarmu" Layla mengejar Lidya yang sudah berani mempermainkannya.


"Xixixi, kalian ini sedang apa seperti seekor kucing dan tikus saja terus berantem" Alisa memperhatikan mereka sebelumnya dan melihat kelakuan keduanya sangat lucu dan membuatnya tertawa


"Aku melihatnya, u....uwah itu sangat besar, apa akan masuk ke dalam punyaku?" Lidya melihat milik hendra yang berukuran 17 cm dengan wajah terkejut

__ADS_1


"Aku menangkapmu, ayo kita pergi" Layla memegang tubuh Lidya dengan erat dan berniat untuk menyeretnya pergi dari situ


__ADS_2