
"Tu...tunggu Layla, kamu lihat dulu apa yang belum kamu lihat" Ucap Lidya menahan tangannya
"Aku sudah pernah merasakannya, jadi aku juga..... I...itu pantas saja aku merasakan sakit yang amat pedih ketika itu masuk, tapi kenapa benda sebesar itu bisa masuk ke dalam punyaku? Apakah ini bisa disebut sulap?" Tanya Layla dengan Mulut membentuk Huruf 'O'
"Aku akan memasukkannya" Bisik hendra yang tidak menghiraukan lidya dan Layla.
"Tu...tunggu, apakah sebelumnya kamu bukan menggunakan itu atau menggunakan batang pohon kecil malam itu?" Tanya Ana dengan heran karena dirinya belum pernah melihatnya.
"Apa aku gila memasukkannya menggunakan kayu? untuk apa memakai batang pohon jika dapat menikmatinya" Ucap Hendra
"Jadi.... apakah sekarang akan masuk?" Tanya Ana yang takut akan kebesaran batang hendra.
"Jika sebelumnya masuk, kenapa sekarang tidak?"
"Ehm... I...iya juga" Ana berfikir itu sangat tidak mungkin jika tidak bagaimana itu terjadi.
"ma...maafkan Aku hendra aku tidak bisa menjaga kelakuan mereka, jadi jangan hukum aku lagi, mereka yang melakukan kesa....." Alisa menghentikan ucapannya ketika melihat Batang hendra dan bertanya "apa ini? Apa kamu menciptakannya dari batang pohon?"
"Ini...ini milik hendra" Ucap Ana menjelaskan dengan singkat
"Apa ini yang dimiliki seorang pria? kenapa besar sekali? apa akan masuk? Aku tidak yakin"
"Bagaiamana kamu dapat menciptakan perusahaan yang lumayan besar tapi benda di hadapan kamu saja tidak kamu ketahui" Ucap Hendra heran
"bukankah sudah ku bilang bahwa perusahaan milikku itu paling kecil, dan yang itu Aku...... aku belum pernah melihatnya sejak kecil, aku ingin memegangnya, apa tidak apa apa?" Alisa penasaran dengan batang hendra yang besar membuatnya ingin memegangnya.
"Jika kamu mau" Ucap Hendra dengan senang hati, lagi pula siapa yang tidak ingin di pegang oleh seorang wanita?
"Uh naik turunkan tanganmu" Hendra menikmati sentuhan tangan Alisa
"wah Alisa kamu memegangnya, bagaimana rasanya? Apa keras atau...." Lidya menghentikan ucapannya
"Aku... aku akan pergi dulu sebentar" Alisa melepaskan Batang hendra kemudian berlari ke bawah untuk menutupi rasa malunya.
"Alisa bodoh, kenapa kamu melakukan itu, ini sangat memalukan" Teriak Alisa di dalam kamar mandi yang jauh dari kamar hendra.
"Xixixi" Lidya tertawa lepas
"Lidya jangan suka menjahili orang apalagi dia akan menjadi saudari kamu" Ucap Hendra menegur Lidya agar dia tidak lagi melakukan hal itu terlalu sering
"maafkan aku" Lidya menundukkan kepala
"kekeke" Layla menertawakan Lidya yang sedang di nasehati oleh hendra
__ADS_1
"Hmph"
"Besok akan ada acara ulang tahun wali kota, kamu mau ikut?" Tanya Ana memegang tangan Hendra
"ah Bagaimana ya, seharusnya besok aku akan membunuh Ryan tapi aku harus menemani mereka berdua untuk menghadiri acara, lebih baik pergi dulu saja menghadiri acara, lagipula waktunya sangat lama" Batin hendra
"Aku sudah mengetahuinya, mungkin akan ikut" setelah berbicara sepatah kata hendra kemudian mengangkat tubuh Ana
"Aku akan memulainya" Hendra menurunkan tubuh Ana
"Bless"
"Uhm" desah Ana yang merasakan nikmat pada bagian bawahnya.
"Krek" Alisa membuka pintu
"Kemana kamu pergi?" Tanya Layla yang sudah menunggu Alisa
"Aku ke kamar mandi ada apa?" Alisa bertanya balik
"Acaranya sudah di mulai, ayo kita nikmati saja dulu" Ajak layla menarik Alisa duduk di sofa
"Acara apa?" Tanya alisa
"Ugm... ahhn.. emmmh..." Ana tidak dapat menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara membuat hendra semakin semangat.
3 Jam kemudian
"Aku sudah tidak kuat lagi ahhh huh huh huh" Ana lemas tak berdaya di pangkuan hendra dengan napas yang terengah-engah
"Kamu tidur duluan saja,Cup" hendra membaringkan Ana kemudian menempelkan mulutnya ke kening ana.
[ketertarikan Ana 100%]
"Selanjutnya aku" Lidya berdiri kemudian berjalan selangkah
"Tidak aku yang lebih dulu, kamu seharusnya melihat dulu saja karena belum pernah melakukannya" Layla berlari ke arah hendra
"Tidak bisa, aku sudah sangat basah kamu tidak bisa menjadi yang kedua, seharusnya membiarkanku untuk bermain terlebih dahulu" Lidya tidak ingin dirinya disiksa karena hanya melihat mereka berhubungan, sedangkan Alisa hanya duduk diam dan memperhatikan mereka.
"Aku lebih dulu wle" Layla sudah berada di pelukan hendra kemudian meledek lidya dengan lidahnya keluar
"Hmph" Lidya membalikan badan kemudian duduk di sofa kembali
__ADS_1
"Cup" Hendra mencium layla dengan napsu yang memburu
5 menit kemudian
"Uhm ugh" Layla sudah hampir kehabisan napas, dia ingin mendorong hendra tetapi tidak bisa karena Hendra memeluk erat tubuhnya
"Ugm uh huh huh huh" Layla melepaskan pagutan itu dengan cara dirinya menggigit bibir hendra hingga mengeluarkan darah
"Ma....maafkan Aku he..Hendra, Aku sudah kehabisan napas tapi...." Layla tak melanjutkan ucapannya, mulutnya di hentikan oleh jati tangan Hendra
"Aku yang harus minta maaf, kalau kamu sudah tidak kuat pukul saja atau gigit lagi" Hendra Tidak marah sama sekali kepada Layla
"Baiklah sekarang kita mulai saja" Hendra melepas semua pakaian Layla dan hanya menyisakan ****** ********
"Mmm" Hendra meremas kedua gunung kembar Milik Layla membuat Layla mendesah.
Layla gadis yang cantik memiliki rambut kuning yang lurus sampai bahu, dengan tinggi tubuh 165 cm dan dada 36B
Hendra membaringkan Layla kemudian dia membuka ****** ***** layla dan melihat goa yang ingin dia telusuri.
"Blesss" Hendra menusukkan batang miliknya dengan penuh
"emmmh" seperti Ana Layla tidak meraskan sakit karena sudah tidak perawan lagi.
"Lihat mereka berdua melakukan hubungan begitu intens, kamu ingin melakukannya dengan posisi apa?" Lidya bertanya kepada Alisa yang sedang fokus memperhatikan Hendra dan Layla
"memangnya ada berapa posisi?" Tanya Alisa yang benar benar tidak mengetahuinya.
"Ada banyak, tapi aku menyukai posisi berdiri" Lidya memberi tahu Alisa bahwa posisi berdiri adalah kesukaannya
"Lalu posisi apa lagi yang menurutmu enak?" Alisa bertanya apa yang dia tidak tahu.
"Ahn le...lebih cepat, aku sudah tidak tahan" Layla hampir mencapai klimaksnya dan memerintahkan hendra agar mempercepat laju batangnya.
Hendra tak menanggapinya, dengan cepat hendra menaik turunkan batang miliknya membuat layla mengeluarkan cairan kental dan bau yang menyengat.
"Uh huh huh i...ini nikmat sekali" Ucap Layla dengan wajah bahagia.
"Apa kamu masih kuat?" Hendra bertanya dengan batang yang masih si dalam
"Aku masih kuat" Layla sebenarnya hanya sanggup melakukan dengan waktu 1-2 Jam saja.
"Wajahmu tidsk mengatakannya, sebaiknya kembali tidur dan aku akan melanjutkannya dengan mereka, tapi sepertinya mereka juga akan kalah dan aku akan memenangkan tantangan ini" ucap hendra
__ADS_1