
Esok Hari
Hendra terbangun jam 5:30 pagi, dia segera membersihkan tubuhnya untuk bersiap agar berolah raga sebelum pergi ke acara.
Setelah Membersihkan tubuhnya, Hendra keluar dengan Tubuh yang sudah segar dan berlari mengelilingi komplek yang berada di sana.
"Eh, ternyata jam segini banyak orang yang berkeluyuran" Hendra tidak berpikir jika Jam segitu banyak orang yang sedang berolahraga, dia berpikir semua orang tidak menyukai olah raga yang tak tahu tujuan apapun.
"Halo, bisakah Tolong pegangi air minum milikku?" Seorang wanita meminta kepada hendra untuk memegangi botol yang di pegangnya.
"Eh..... bisa" Hendra Berhenti sejenak melihat lekuk tubuh wanita itu, menatapnya dengan meneguk sedikit slipanya.
"Maaf menyusahkan, sepatuku lepas" kembali Wanita itu berbicara, menggunakan Celana Legging pendek yang ketat berwarna hitam dan Tank top yang menempel pada tubuhnya.
"Ti..tidak Apa, Ini tidak merepotkan sama sekali" Hendra sedikit gugup, Dia tidak bisa mengendalikan Senjata miliknya melihat lekuk tubuh wanita di hadapannya.
"Sudah, terima kasih" Setelah Melakukan sedikit ikatan pada sepatunya, wanita itu berdiri kembali dan mengambil air minum yang sebelumnya di berikan kepada Hendra.
"Ya, aku akan kembali berlari" Hendra tidak bisa berlama-lama disana, dia sangat panik jika Senjatanya di ketahui oleh Wanita yang berada di hadapannya itu.
"Ah, kalau begitu aku juga akan ikut, bukankah kamu ingin berolahraga?" Berlari menyusul Hendra, Wanita itu bernama Nova, dengan tinggi sebahu Hendra memiliki dada yang tidak besar dan tak juga kecil.
"Ba....baiklah" Hendra tidak enak untuk menolak, dia hanya mengiyakan saja dan berlari dengan Sedikit memegangi senjatanya.
Mereka berdua berlari dengan sedikit canggung, Nova tak mengucapkan apapun dan terus berlari mengimbangi Hendra yang sedikit lebih cepat darinya.
"Em... siapa namamu? namaku Nova" Tanya nova di sebelah Hendra yang berlari menatap Ke arah Hendra dan memberitahukan namanya.
"Hendra" Jawab Hendra dengan Spontan.
"Mm Apakah kamu sebelumnya berolahraga di sini? Aku tidak pernah melihatmu" Nova bertanya supaya menghilangkan kecanggungan mereka.
"Tidak, aku Baru pertama kali melakukannya di sini" Hendra hanya menjawab pertanyaan Nova dan meluruskan pandangannya.
[Target Terdeteksi]
[Nama : Nova]
__ADS_1
Umur : 20 Tahun
Pekerjaan : Tidak ada
Nilai Rata-Rata : 98%
Ketertarikan : 30% ]
"Begitu ya, Apakah kita bisa berhenti sebentar?" Nova yang sudah merasakan lelah dia meminta Hendra untuk berhenti di sebelah taman yang memiliki beberapa tempat duduk.
"Baik, kemana kita akan beristirahat?" Tanya Hendra.
"Di sana saja" Tunjuk Nova ke arah Kursi panjang besi.
Hendra hanya mengangguk dan segera berjalan ke arah Kursi yang di tunjuk Nova.
Setelah sampai di sana keduanya duduk, Nova membuka tutup air minum yang dia pegang dan segera meminumnya beberpa ml air.
"Tak" Menyimpan Tumbler yang berisi air tersebut di sebelahnya, dia melihat hendra yang sedang duduk di sebelah dirinya.
"I....itu, apa itu...." Nova yang tidak sengaja melihat Benjolan yang sangat menonjol di depan celana hendra segera menutup Wajahnya dan segera bertanya sambil menunjuk ke arah senjata Hendra.
"Ma...maafkan aku" Hendra berlari dengan sedikit tidak nyaman karena senjata yang masih berdiri.
"Brengsek, kenapa aku bisa lupa tentang ini, padahal sangat kerasa saat berlari" Hendra Memaki dirinya ketika dirinya berlari dengan malu.
Setelah dia kembali ke rumahnya Hendra melihat jam yang menunjukan pukul 5 pagi, dia membuka seluruh pakaian dan segera mencucinya.
20 menit berlalu Hendra keluar dari kamar mandi, dia telah membersihkan dirinya dan menjemur pakaian yang sudah dia cuci sebelumnya, pergi ke kamar dan melihat Lidya yang sudah tidak ada dia berpikir jika Lidya sudah kembali ke rumahnya.
berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian yang sudah dia siapkan untuk pergi ke kampus.
Layla terbangun dan mengucek matanya untuk melihat dengan jelas, melihat hendra dia bertanya kepada hendra "Kenapa kamu tidak membangunkan aku?"
"Aku kira kalian lelah, jadi tak membangunkan kalian" Jawab Hendra.
Layla mendengar ucapan Hendra dia membalikan kepalanya dan melihat Alisa dan Ana yang sudah juga bangun.
__ADS_1
"Sudahlah" Layal berjalan ke arah kamar mandi dan masuk, setelah beberapa detik memasuki kamar mandi dia keluar kembali dan berjalan keluar kamar, mengambil handuk miliknya dan kembali masuk ke kamar, berhenti sejenak kemudian duduk di pinggir kasur.
"Kenapa?" Hendra bertanya melihat Layla yang duduk kembali
"Tidak, hanya saja ingin mandi bareng kamu" Ucap Layla yang Sedikit masih kantuk.
"Nanti saja besok, hari ini aku akan pergi ke kampus 10 menit lagi, jadi tidak keburu untuk mandi kembali" Hendra mengambil sisir dan mulai menyisiri rambutnya.
Mendengar perkataan Hendra Layla segera berlari ke arah kamar mandi, dia pikir Hendra akan pergi ke kampus pukul 7, perkiraannya salah karena hendra akan berangkat jam 6:30.
Membuka kembali Pintu kamar mandi dan berkata "tunggu aku sebentar saja"
"Iya, jangan lagi pake acara memakai skin care berjam-jam" Hendra pernah menunggu Layla selama 1 jam ketika ingin bersiap untuk pergi ke kampus.
Layla tak menjawab Hendra, dia segera membersihkan dirinya dengan cepat.
"Jangan lupa janji kamu" Alisa Berjalan keluar kamar untuk mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi yang satunya.
"Ya ya ya" Hendra sebenarnya ingin melakukannya sekarang tetapi dia tidak bisa karena waktu yang menghalanginya.
Hendra sedikit berpikir tentang kejadian sebelumnya bertanya pada sistem "sistem, bisakah memperkecil senjata milikku saat di depan banyak orang agar tid**ak terlihat sangat jelas?"
[Tidak bisa tuan, Tuan dapat membeli obat untuk melemaskan beberapa jam senjata milik tuan di keramaian]
"ada obatnya juga? berapa harga yang harus aku bayar untuk mendapatkan obat tersebut?" mendengar perkataan sistem Hendra sedikit senang dalam hatinya.
[Harganya 1 Poin sistem per botol, apakah tuan akan membelinya?]
"Ya, aku membeli 5 botol" Berbicara dengan senang Hendra tidak sadar jika dirinya berteriak keras.
"Sepertinya otaknya sedikit konslet" Ana yang mendengar teriakan hendra dia terkejut dan berbicara dengan kesal.
"Hehe, maafkan aku sayang, sepertinya kamu terkejut" Hendra yang melihat Ana yang terkejut dia melompat ke arah Ana dengan perasan senang.
Ana hanya diam saat di peluk Hendra, dia tidak memberikan reaksi ataupun ekspresi apapun
"Kamu sangat Bau" setelah mencium sedikit Pakaian Hendra dia mendorong hendra dan mencium Bau pada tubuh hendra.
__ADS_1
"Apa? Aku sudah memakai parfum sebelumya, sepertinya kamu mencium air liur kamu" Hendra segera memastikan badannya dan itu tidak ada yang salah.