
"Suruh masuk saja bi" ucap Alisa
"Katanya suruh masuk"
"Kreek" hendra membuka pintu kemudian melihat Alisa dengan muka yang kebab
"untuk apa kamu kesini" ucap Alisa menundukkan kepalanya
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud berbohong padamu" ucap Hendra
"Sebenarnya aku tidak marah padamu hiks......." ucap Alisa tetapi air matanya terus mengalir
"Lalu kenapa, kenapa kamu terus menerus menangis seperti ini dan tidak mau makan?" Tanya Hendra memeluk tubuh Alisa
"Hiks...... aku mengingat kembali kisah orang tuaku dulu hiks....." Ucap Alisa mengingat kembali cerita yang pernah dia alami sebelumnya
"bisakah kamu menceritakan kisah yang pernah dialami olehmu?" Tanya hendra
"ketika aku berusia 6 tahun, ibuku tidak memiliki suami, 3 bulan kemudian dia menemukan laki-laki yang membuatnya cinta mati padanya bahkan jika laki laki itu menikah dengan perempuan lain dia tetap akan menerimanya, akhirnya ibuku menikah dengannya bersamaan dengan wanita yang aku maksud, setelah itu ketika ayahku tidak ada hiks....." Alisa berhenti ketika dia bercerita
"Jika kamu belum siap untuk menceritakan semuanya, jangan di paksakan dulu" ucap Hendra
"Ibuku... ibuku dibunuh olehnya, tetapi dia tidak mengakuinya dan bilang bahwa ibuku bunuh diri kepada ayah sambil menangis, tetapi ayahku percaya dengan omongannya dan tidak sama sekali merasa kehilangan, setelah kepergian ibuku, ayah tiriku semakin tidak menganggapku sebagai anak tirinya"
"hari ini kita liburan ke pantai dengan keluarga kita saja ya" ucap Ibu tiri
"Ya kita hanya bertiga saja" ucap Ayah tiri bertiga dengan anak kandung ibu tiri Alisa
"sehabis kepergian ibuku, aku tidak pernah di anggap sebagai keluarga oleh mereka" ucap Alisa dengan air mata tak hentinya mengalir
"Lalu bagaimana kamu dapat pergi dari rumah neraka itu?" Tanya Hendra
"Sehabis mereka pergi berlibur, aku disuruh mencuci semua pakaian mereka membilas dan sebagainya, aku berfikir bahwa mungkin mati saja itu lebih baik, tapi aku ingat kata kata ibuku bahwa aku harus menjadi sukses untuk mencapai cita citaku, tidak hanya di suruh untuk membersihkan rumah aku bahkan dipukul semestinya barang yang tidak berguna untuk mereka, ketika umurku 19 tahun aku berani untuk lari dari rumah dan belajar, untungnya ketika aku pergi dari rumah diriku mendapatkan beasiswa dan melanjutkan kuliah, untungnya mereka tidak mencariku, tapi ketika aku sudah sukses mereka ingin merebut semua yang aku bangun, aku tidak ingin menjadi seperti ibuku dan anakku merasakan yang aku rasakan" ucap Alisa menangis dalam pelukan hendra
"Siapa yang mau merebut perusahaan yang kamu bangun?" Tanya Hendra
"Itu kakak tiriku bernama Ryan" ucap Alisa
"Sial, apa aku harus membunuhnya, tapi bagaimana jika Alisa tidak terima jika kakaknya aku bunuh? Apakah misi kali ini akan gagal? tapi jika gagal ah sudahlah aku akan melakukannya besok pagi" batin Hendra
"Kamu tidak perlu khawatir tentang wanita yang aku cari, mereka 100% baik, aku tidak akan mencari wanita yang seperti ibu tirimu" ucap Hendra meyakinkan Alisa
"apakah aku dapat memegang ucapanmu?" Tanya Alisa
__ADS_1
"Ya, kamu dapat memegangnya, mereka tidak akan saling menyakiti sesama keluarga" ucap hendra
"Besok akan ada acara ulang tahun wali kota, kamu ikut ya" ucap Alisa
"Tapi aku tidak pernah berhubungan dengan pebisnis seperti kalian, bagaimana jika aku gugup?" Tanya Hendra
"Tidak perlu khawatir, aku akan bersamamu" ucap Alisa
"Baik, aku akan ikut" jawab Hendra
"Ini sudah jam 10 malam, aku akan pulang" ucap Hendra
"Apa kamu tidak akan bermalam di sini?" Tanya Alisa
"Tidak bisa, aku takut terjadi apa apa kepada kedua wanitaku, di sana tidak ada yang menjaga mereka" ucap Hendra
"Lalu kamu akan meninggalkan aku begitu saja, aku juga tidak memiliki pengawal yang menjagaku" ucap Alisa
"Eh, lalu bagaimana?" Tanya Hendra
"Aku akan ikut denganmu dan mengenal mereka" ucap Alisa
"Ah baiklah" ucap Hendra terpaksa
"Baik non, tapi nona belum makan, apa tidak apa apa?" Tanya bibi yang mengurus semua yang berada di rumah Alisa
"Tidak apa apa, saya sudah makan makanan yang berada di kamar tadi" ucap Alisa
"kalau begitu hati hati non" ucapnya
"Mendesing"
1 jam kemudian
"Hah, kenapa tidak ada yang lewat sini?" Ucap pria yang memegang sebuah pisau
"Kita tunggu saja selama 1-2 Jam lagi, jika belum ada yang lewat sini kita akan mencari tempat lain" ucap pria berbadan kekar
"Lihat tuh ada yang lewat, siap siap" ucap Pria badan Gemuk
"bruk"
"arghh"
__ADS_1
"ti..tiba-tiba ada yang lewat? Apa itu orang? Kenapa tiba-tiba sekali?" Tanya Alisa yang tidak melihat dari mana orang yang di tabrak hendra munculnya
"mereka bertiga, hati hati ini jebakan" ucap Hendra yang sudah mengetahui trik seperti ini
"Tunggu hendra, kamu mau kemana?" Tanya Alisa
"Kamu tunggu disini, aku akan menyelesaikannya" ucap Hendra kemudian turun dari mobil
"Apa kamu tidak apa apa?" Tanya Hendra dengan Mengulurkan tangan kepada pria yang ditabrak olehnya
"Swoosh"
"trang" hendra menangkis pisau yang melesat itu dengan pisau milik seseorang yang dia tabrak
"Heh trik sampah" ucap Hendra kemudian meninju perut orang yang berada di bawahnya
"Ugh Uhuk Uhuk hoek, bajingan beraninya kau meninju perutku Uhuk uhuk" ucap pria itu dengan memuntahkan seteguk darah
"Bruk" hendra mengangkat pria di hadapannya kemudian melemparkannya ke sebuah pohon
"Ah, kenapa diam saja, cepat keluar dan serang dia" teriaknya
"Siut" sebuah belati terbang ke arah hendra
"A...Apa di..dia menangkapnya dengan tangannya?"Ucap pria kekar kaget melihat hendra menahan belati dengan dua jarinya
"Siut" hendra melemparkannya kembali
"Ahhh, tanganku" teriak Pria kekar
"A...ampun ampuni kami, kami salah mencari lawan" ucap pria gemuk tidak mau dirinya terluka
"Seorang yang tidak memiliki kekuatan berani untuk mengambil harta orang lain" ucap Hendra kemudian menendang Kepala pria gemuk
"Ahhh, ampun kami salah kepadaku " teriaknya dengan memegang kepala miliknya yang mengeluarkan darah
"Kenapa terus disini? Apa ingin mendapatkan mobil milikku" ucap Hendra
"Tidak tidak, kami tidak berani, maafkan kami" ucap pria gemuk kemudian membawa kedua temannya yang sudah pingsan karena kehabisan darah
"Apa itu tidak terlalu kejam" ucap Alisa yang telah melihat semua yang dilakukan hendra
"Tidak, itu adalah yang harus kita lakukan ketika mereka ingin mengambil harta kita, untuk apa kasihan kepada orang seperti mereka, toh mereka juga tidak kasihan kepada kita yang sudah mencari uang tetapi mereka seenaknya mengambil semuanya tanpa rasa bersalah" ucap Hendra dengan
__ADS_1
tersenyum.