SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
pemasukan pertama


__ADS_3

"Aku" ucap Layla menggeser lidya


"Bruk" hendra terjatuh karena pintu tersebut belum di tutup olehnya


"uh"


"He...henda Apa kamu tidak apa apa?" Tanya Lidya membangunkan hendra


"Tidak apa apa, hanya terjatuh bukan masalah besar" ucap Hendra kemudian bangun


"Semua gara gara dia tuh, menggeser posisi duduk aku jadi kamu terkena musibahnya, maafkan layla ya hendra" ucap Lidya


"Kenapa kamu menyalahkanku, semuanya gara gara kamu, aku tidak bersalah kamu sih tidak mengalah" ucap Layla


"Sudahlah aku yang akan duduk di tengah, kamu lidya yang akan membawanya" ucap Hendra lalu duduk di tengah tengah mereka


"baik" ucap Lidya


"Mendesing"


"Apa kamu baik baik saja, aku minta maaf ya" ucap Layla


"Tidak apa apa, aku sudah memaafkanmu" ucap Hendra


"terima kasih, Cup" ucap layla kemudian mencium pipi hendra


"Kamu beraninya" ucap Lidya yang ingin mencium hendra tetapi tidak bisa karena dia sedang mengetir


"hendra aku juga ingin menciummu" ucap Lidya dengan manja


"Baiklah baiklah, huh kalian berdua itu sangat rumit" ucap Hendra


"Cup" hendra mencium Pipi Lidya


"Wle, aku dicium oleh hendra, kamu tidak pernah bukan" ucap Lidya mengeluarkan lidahnya


"Heh aku sudah pernah berhubungan dengannya, untuk apa dicium olehnya" ucap Layla tidak sadar


"Eh tidak bukan bukan jangan dengarkan ucapanku yang barusan" ucap Layla yang baru sadar Bahwa dirinya telah mengungkapkan rahasianya


"Aku juga akan berhubungan dengan hendra, lihat saja nanti" ucap Lidya


Disisi lain


"Maaf bos, sudah beberapa hari ini saya mencari rangga tapi tidak ketemu bahkan saya telah mencari ke seluruh daerah ini" ucap Ray melaporkan Informasi yang dia selidiki


"Bajingan, mengurus begitu saja tidak becus" ucap Ryan


"Plak" Ryan menampar Wajah Ray sampai Ray terjatuh


"Ugh, ma..maafkan saya bos" ucap Ray


"Biarkan saja dia, toh aku juga masih banyak anak buah untuk di perintahkan" ucap Ryan


"Sekarang aku memiliki Misi untukmu, jika kali ini tidak berhasil kamu akan aku bunuh" ucap Ryan


"Baik bos, saya akan menyelesaikannya dengan sungguh sungguh kali ini" ucap Ray


"Kamu bunuh wanita ini" ucap Ryan memberikan gambar ukuran 3X4


"Baik" ucap Ray kemudian keluar


"Huh untung saja hanya di tampar" ucap Ray


Rumah hendra


"Sudah sampai" ucap Lidya


"Kamu tidak pulang?" Tanya Layla


"Tidak aku akan menginap disini" Ucap Lidya


"Tidak bisa, rumah ini hanya memiliki satu kamar" ucap Layla berbohong


"Tidak apa apa, aku akan menginap satu kamar dengan hendra" ucap Lidya

__ADS_1


"Sudahlah kalian kenapa selalu ribut, ayo kita masuk" ucap Hendra


"Ya ayo kita masuk kenapa kamu berdiri di situ" ucap Lidya kemudian berlari ke arah hendra dan menggandeng lenggannya


"Malam ini kamu akan makan apa?" Tanya Layla


"Apa saja toh masakan kamu semuanya enak" ucap Hendra


"Hehe, jangan menyanjung diriku seperti itu" Ucap Layla


"Kamu tunggu di sini aku akan masak" ucap Layla berjalan ke dapur


"Aku juga akan membantumu" ucap Lidya berdiri dari duduknya


"Oh kamu bisa memasak?" Tanya Layla


"A.. aku tidak bisa, bisakah kamu mengajariku" ucap Lidya


"Aku akan mengajari kamu, ayo kita pergi" ucap Layla menarik tangan Lidya


"Terima kasih" ucap Lidya


"Tidak apa apa, hanya mengajari kamu, toh kamu juga nanti akan menjadi istri hendra" ucap Layla


"Y...Ya" ucap Lidya gugup


1 Jam kemudian


"Sudah jadi ayo kita bawa" ucap Layla


"Ya" ucap Lidya kemudian membawa piring berisi makanan


"Kamu masak kepiting rebus" ucap Hendra


"Ya, sebelum aku pergi ke rumah kamu aku ingin sekali memakannya tapi aku tidak memiliki uang untuk membelinya" ucap Layla


"Dring"


"Selamat telah menerima Uang sebesar 5.400.000.000 dari XXXXXXXXX"


"Eh dari mana ini?" Ucap Hendra bingung karena dirinya mendapatkan 5 Milyar tiba tiba


"Dring"


Hendra : baik saya akan menerimanya, apa semua pegawai telah diberi gaji?


Amelia : Sudah Tuan, semuanya telah diberikan


Hendra : apa kamu sudah mengambil bagianmu?


amelia : belum tuan, saya tidak berani mengambilnya


Hendra : berikan Nomor rekening yang kamu miliki


Amelia : baik, 36XXXXXXXX


"Apa anda yakin ingin memberikan 400.000.000 Kepada 36XXXXXXXXX


YA/TIDAK


Hendra mengklik Ya kemudian Uang sebesar 400.000.000 itu terkirim


rumah amelia


"Dring"


"Selamat telah menerima Uang sebesar 400.000.000 dari 36XXXXXXXXX"


"Be....begitu banyak, bukankah uang bulanan yang aku terima hanya 100.000.000(100 juta) apa tuan salah mengirimnya?" Tanya Amelia pada dirinya


Amelia : tuan apa tuan salah mengirim uang, saya hanya digaji sebesar 100 juta perbulan, kenapa banyak sekali?


Hendra : tidak apa apa, itu bonus untukmu


Amelia : terima kasih tuan

__ADS_1


"Akhirnya Ibu bisa operasi hari ini juga, terima kasih tuan karena memberikan banyak bonus kepada saya" ucap Amelia


"siapa?" Tanya Layla


"Amelia" Jawab hendra


"Apa ada perlu?" Tanya Layla kembali


"Tidak, ini pengeluaran bulan ini, dia sudah mengirimkannya kepadaku" ucap Hendra


"Siapa amelia?" Tanya Lidya


"Itu pengurus perumahan ini" ucap Layla


"Oh"


Nama : Amelia


umur : 26 Tahun


pekerjaan : Asisten


nilai rata rata : 94%


ketertarikan : 40%


"Hah, ternyata dia matrealistis" ucap Hendra


"Aku akan keluar malam ini, apa kamu akan ikut?" Tanya Hendra


"kemana?" Tanya Layla dan lidya bersamaan


"ke rumah Alisa, aku akan menjelaskan semuanya" ucap Hendra


"Sebaiknya kami tidak ikut, takutnya dia masih marah kepadamu dan melihat kami akan semakin marah" ucap Layla


"Benar, kami akan menunggu di sini saja" ucap Lidya


"Baiklah, kita makan dulu" ucap Hendra yang belum mengambil makanan.


"Ini untukmu" ucap Lidya memeberikan satu piring nasi


"ini untukmu" ucap Layla memberikan kepiting


"Terima kasih" ucap Hendra


"sama sama" jawab keduanya


Rumah Alisa


"Makan dulu nyonya nasi nya, takutnya nyonya nantinya sakit" ucap pelayan yang melihat Alisa hanya menangis dan menangis


"Biarkan saja saya sakit hiks....." ucap Alisa terus menerus menangis


"Ding Dong"


"Saya akan melihat tamu dulu" ucap pelayan keluar


"Kreek"


"Bi apa Alisanya ada?" Tanya Hendra


"Itu, nona Alisa tidak mau makan dari kemarin dan terus menangis, bibi juga tidak tahu apa masalahnya" ucapnya


"A...Apa Bi, bisakah saya masuk?" Ucap Hendra


"Silahkan" jawabnya


"Non, ada yang nyariin nona nih" Ucapnya sambil mengetuk pintu


"Suruh pulang saja bi hiks...." ucap Alisa dari dalam


"Maaf, katanya pulang saja, mungkin non Alisa tidak ingin bertemu dengan siapapun hari ini" ucapnya mengusir hendra dengan halus


"Tolong bi katakan lagi bahwa saya hendra mencarinya" ucap hendra

__ADS_1


"Baik"


"Non katanya Dia Bernama Hendra ingin bertemu dengan nona" ucapnya kembali mengetuk pintu sambil berbicara di luar pintu


__ADS_2