
"Apa mereka tidak akan melaporkan kita ke polisi?" Tanya Alisa
"Bagaimana caramu mendirikan perusahaan sebesar itu, Mereka ingin mengambil harta kita masa mereka yang melaporkan kepada polisi?" Ucap Hendra
"Iya juga, tapi Perusahaanku itu bukan perusahaan besar merupakan perusahaan terkecil dari yang terkecil" ucap Alisa
"Perusahaan sebesar itu kamu bilang terkecil, itu besar menurutku" ucap Hendra
"Memang Perusahaanku paling kecil dari yang lainnya, kamu lihat saja yang lain itu besar dan menghasilkan uang besar tapi aku hanya menghasilkan 200.000.000 perbulan" ucap Alisa
"Lalu kenapa kamu bisa diundang oleh wali kota?" Tanya Hendra
"mendesing" setelah menyalakan mesin mobilnya hendra kemudian melaju dengan kecepatan sedang
"Semua perusahaan besar maupun kecil diundang oleh wali kota, tapi mungkin wali kota tidak mengenal aku yang hanya pemilik perusahaan kecil ini" ucap Alisa
"Aku yakin perusahaan milikmu pasti akan menjadi yang terbesar suatu saat nanti" ucap Hendra memegang tangan Alisa
1 Jam kemudian
"Kreek" hendra membuka pintu
"Ayo masuk kenapa hanya berdiri saja" ucap Hendra
"Ah iya" ucap Alisa kemudian masuk
"Selamat datang kembali" ucap Layla bersamaan dengan lidya
"........."
"........."
Ruangan itu hening seketika saat mereka bertiga bertatapan
"Kenapa bengong, dia Alisa yang aku ceritakan kepada kalian" ucap Hendra
"Ah iya, Layla" ucap Layla mengulurkan tangannya
"Alisa" Alisa mengulurkan tangan
"Lidya"
"Alisa"
[Misi terdeteksi]
[Melakukan hubungan dengan 4 wanita tuan]
[Hadiah]
-Kemampuan dewa musik
-Uang 2.000.000.000
- Kemampuan Dewa piano
[Hukuman]
- Semua wanita tuan akan membenci tuan
[Durasi]
- 1 hari
"A..Apa, kalau begitu harus melakukan hubungan dengan 4 wanita yang menjadi target? Lalu apakah aku mampu melakukan hubungan dengan ke empat wanita itu? bahkan sebelum aku memiliki sistem 1 jam saja tidak kuat untuk berdiri lagi" ucap Hendra dalam hatinya
"kalian bicaralah, aku akan mengerjakan sesuatu terlebih dahulu" ucap Hendra kemudian pergi ke kamar
__ADS_1
"Hai, kamu lagi kuliah atau kerja?" Tanya Layla
"Bekerja" jawab Alisa dengan menundukkan kepalanya
"Tidak usah malu begitu, kita kan sudah menjadi keluarga" ucap Lidya
"Be...benarkah" ucap Alisa menatap keduanya
"Ya, sekarang yang harus kita lakukan adalah bagaiamana caranya menghentikan hendra mencari wanita lain" ucap Layla
"Benar, sekarang kita harus bagaimana?" Tanya Lidya
"begini.............................................." Layla memberi ide
"A...Apa apaan, kenapa ide yang seperti itu, tidak aku tidak mau" ucap Lidya dengan muka memerah
"Hei, Apa kamu mau hendra mencari wanita lain lagi?" Ucap Layla
"ti..tidak mau, tapi apa tidak ada cara yang lain lagi?" Ucap Lidya
"tidak ada, Alisa kamu telepon Ana sekarang" ucap Layla
"Ya kita harus melakukannya kalau tidak dia akan mencari wanita lain lagi" ucap Alisa kemudian mengambil ponselnya
"Halo Ana kamu bisa pergi ke alamat ini" ucap Alisa memberikan alamatnya
"Untuk apa bos, apa ada sesuatu?" Tanya Ana
"Tidak perlu panggil bos lagi, panggil saja Namaku, sekarang kamu pergi saja ke alamat yang aku kirimkan, nanti aku akan memberi tahu sesuatu" ucap Alisa
"Baik" ucap Ana kemudian keluar dari rumahnya
"Ah, harus apa aku sekarang? apa memaksa mereka? jika memaksa akan sangat bahaya jika mereka membenci aku bagaiamana?" Ucap Hendra
"Tenang, harus pikirkan cara yang efektif" ucap Hendra berfikir keras
30 menit kemudian
"saya di suruh oleh Bos Alisa" ucap Ana
"siapa dia? Apa dia mempunyai rumah di sini?" Tanya satpam itu
"Tidak, tapi saya di suruh ke alamat ini" ucap Ana menunjukan alamatnya
"itu alamat rumah tuan hendra? kenapa aku sekarang melakukan kesalahan terus menerus" ucap satpam itu kepada dirinya
"Ah apa nyonya mengenal tuan hendra?" Tanya satpam itu
"Kenal, memangnya ada apa?" Tanya Ana
"mampus aku, semoga dia tidak marah" batin satpam
"maaf ya nyonya saya menjaga pintu saat nyonya ingin masuk, sekarang silahkan masuk" ucap satpam itu
"harus sopan, jika tidak aku tidak akan bekerja di sini lagi" batinnya
"baik" ucap Ana kemudian masuk
"aneh, kenapa sifatnya tiba tiba baik seperti itu?" Tanya Ana
"Ding Dong" Ana menekan bel
"Kreek" Alisa kemudian membuka pintu
"Ada apa bos memanggil saya" tanya ana
"kamu masuk dulu, baru kita bicara" ucap Alisa
__ADS_1
"baik" kemudian mereka berdua masuk
"Siapa mereka?" bisik Ana
"mereka ke dua wanita hendra" ucap Alisa
"Lidya" Ucap Lidya mengulurkan tangan sambil tersenyum
"Ah A...ana" ucap Ana membalas uluran tangan Lidya
"layla" layla mengulurkan tangannya dengan muka tersenyum
"Ana" Kembali ana mengulurkan tangan
"Untuk apa bos memanggilku ke sini?" Tanya Ana
"Sudah aku bilang jangan panggil bos, panggil saja Nama" ucap Alisa
"Ah baik bo... eh Alisa" ucap Ana gugup karena pertama kali memanggil bosnya dengan nama
"Aku memanggil kamu ke sini karena ingin ......................." Alisa menjelaskan secara detail apa yang mereka rencanakan kepada ana
"bagaiamana apa kamu setuju?" Ucap Alisa
"ta..tapi sepertinya tidak akan berhasil" ucap Ana dengan muka merah
"bagaiamana kamu mengetahuinya jika kamu belum mencoba" ucap Layla
"Ba...baiklah Ayo kita coba" ucap Ana
"Tok,Tok,Tok" Alisa mengetuk pintu
"Huh, aku harus mengumpulkan keberanian untuk berbicara" ucap Hendra kemudian berdiri
"kreek"
"A...ana, kamu ada di sini?" Tanya Hendra terkejut melihat ana tiba tiba ada di rumahnya
"Y..ya Aku di panggil oleh b..... Alisa" ucap Ana masih gugup untuk menyebut nama Alisa
"Baiklah sekarang masuk dulu baru bicara,jangan berdiri berjajar seperti itu" Ucap Hendra
kemudian mereka berempat masuk
"Apa ada yang ingin kalian bicarakan, kalau tidak aku yang akan bicara terlebih dahulu" ucap Hendra
"kamu harus janji akan melakukannya?" Tanya Alisa
"Melakukan apa?" Tanya Hendra dengan bingung
"Ya kamu harus janji" ucap Layla
"Baiklah aku janji akan melakukannya" ucap Hendra
"kamu jangan mencari wanita lain lagi selain kamu berempat bagaimana" ucap Lidya
"I..itu bagaiamana ya bukannya aku tidak ingin mencari wanita lagi, tapi wanita yang berada di luar sana yang mencariku" ucap Hendra
"iih, kami tidak sedang bercanda" ucap Layla sambil mencubit pinggang hendra
"awww" hendra refleks berteriak
"Baiklah baiklah aku tidak akan bercanda, tapi sepertinya aku tidak bisa menerima keputusan kalian" ucap Hendra
"bagaiamana jika kita melakukan perjanjian" ucap Ana
"perjanjian apa?" Tanya Hendra
__ADS_1
"Jika kamu kalah maka kamu tidak bisa mencari wanita kembali" ucap Lidya
"huh sepertinya kalian telah merencanakan sesuatu, yah bagaiamana ya aku ini selalu menang jadi aku akan terima tantangannya"