
"Tak perlu khawatir, aku hanya bercanda denganmu, Besok hari aku akan menyelesaikannya" Ucap pria berjubah hitam kemudian pergi begitu saja.
"Hahaha, akhirnya aku dapat membalaskan dendam ayah dan ibu, walaupun harus menyerahkan semua hartaku, cih aku tidak akan menyia-nyiakan hal ini, besok hari aku akan pergi bersama orang hebat itu" Ryan tertawa bahagia sambil merobek foto Alisa yang lain.
Malam hari
"Hendra, bagaiamana jika kita besok traveling bersama, aku ingin mengunjungi pantai yang berada di Cord stone" Alisa mengajak hendra untuk berlibur.
"Aku suka dengan pantai itu karena memiliki pemandangan yang indah dengan batu-batu besar di sebelahnya, dan juga pantainya bersih" Alisa memberitahukan sedikit tentang pantai yang dia sarankan
"Apa kamu tidak bekerja?" Hendra bertanya terlebih dahulu, dia tidak mungkin menggangu pekerjaan Alisa.
"Tidak, Besok aku meliburkan semua karyawan karena ingin berlibur, jadi aku mohon kamu mau ya" Alisa menatap Hendra dengan memohon.
"Baiklah, aku tidak bisa menolaknya" Hendra tidak bisa menolaknya, dia hanya bisa mengiyakan ajakan Alisa.
"Kalau begitu aku juga ikut" Lidya yang belum pulang dia ingin juga ikut bersama keduanya
"Ya, semuanya akan ikut, aku sudah mempersiapkan semuanya" tidak lupa dengan Lidya layla dan Ana, Alisa sudah mempersiapkan semuanya agar bisa ikut.
"Yeah, kamu memang yang terbaik" Lidya memeluk Hendra dengan erat.
"Dasar kamu ini" Alisa melihat Lidya memeluk Hendra yang hanya diam saja.
"Hehehe, oh ya sebaiknya kita pergi tidur saja, bukannya pantai Cord stone perlu beberapa jam untuk sampai, untuk itu kita mempersiapkan diri agar tidak mengantuk di perjalanan" layla berbicara sambil memeluk Hendra di sebelahnya.
"seharusnya begitu, tapi apakah kita tidak akan melakukan hal itu" Ana Berbicara dengan terpaksa, dia sangat malu untuk berbicara walaupun sudah akrab dengan semuanya.
"Tidak, kami sudah melakukannya sebelumnya, jadi itu tidak perlu di lakukan lagi bukan" Layla Memberitahukan bahwa mereka sudah melakukan hubungan dengan Hendra
"Apa, dasar kalian ini, kenapa tidak memberitahukan terlebih dahulu kepadaku, cih itu tidak adil" Alisa tidak terima jika dirinya tidak di ajak oleh mereka.
"Aku juga tidak melakukan bersama Lidya, dia bermain sendiri sebelumnya" Layla membela diri untuk itu.
"Jangan Berbicara sembarangan, aku tidak itu hanya sedikit ke isenganku tapi hendra menganggapnya serius" Lidya berkata jika sebelumnya dia hanya iseng memegang senjata hendra, dia tidak berpikir jika hendra akan langsung bersemangat.
__ADS_1
"Jangan berbohong, aku tidak percaya dengan kata-katamu, kamu menyingkir dulu dari sana, sekarang giliran kami untuk melakukannya" Alisa yang di sebelah kanan Layla tidak bisa menjangkau hendra.
"Tidak, aku tidak mau" Lidya tetap kekeh ingin di sebelah hendra.
"Jangan seperti itu Lidya, kita harus adil" Ana mulai berbicara dengan Lidya yang di sebelahnya.
"Baiklah, aku akan memberikan tempat ini kepadamu, kamu Alisa ambil dari layla yang di sebelahmu" Lidya tidak ingin memberikan posisinya di ambil oleh Alisa, jadi memberikannya ke Ana yang di sebelahnya.
Alisa menatap layla yang di sebelahnya.
"Baiklah,baiklah, aku akan memberikannya kepadamu" Layla tidak ingin ribut dengan Alisa, dia hanya perlu bergeser posisi bukan?.
"Kenapa hanya diam saja, apa kamu tidak melakukan keadilan untuk wanitamu, kalau begitu jangan mencari wanita lagi" Alisa melihat Hendra yang hanya menatap kesana kesini.
"Tidak, aku hanya tidak percaya jika kalian meributkan diriku" Hendra tersenyum menatap Alisa.
"Jangan tersenyum mesum seperti itu, aku sangat jijik melihatnya" Alisa Memejamkan matanya ketika Hendra Menatap dirinya seperti orang mesum.
"Yah baiklah, aku tidak akan menatapmu" Hendra membalikan wajahnya ke arah Ana.
"Dasar bodoh, aku hanya bercanda apa yang kamu lakukan" Alisa memegang Wajah Hendra dan segera mencium Mulut Hendra.
Berbeda dengan Ana, layla dan lidya Memejamkan matanya, mereka tidak ingin menyiksa diri mereka sendiri.
Setelah puas memainkan Lidah, Hendra membuka pakaian Alisa dan memainkan Gunung kembar Alisa menggunakan tangan dan mulutnya membuat ruangan di penuhi suara erangan Alisa.
"Jangan menggigitnya mmmh.... aku tidak bisa menahannya di sana" Alisa yang merasakan jika Hendra menggigit benjolan yang ada di gunung miliknya dia mengerang geli.
Hendra Tak mendengarkan Alisa,dia terus menerus memainkan kedua gunung milik Alisa.
Sampai 10 menit kemudian
"Bi...bisakah cepat masukan saja, aku tidak bisa menahannya" Alisa memohon agar Hendra segera memulainya, dia sudah tak tahan ingin merasakan senjata milik hendra
Hendra berhenti memainkan Gunung milik Alisa, membuka pakaian Alisa kemudian memainkan kembali Gunung milik Alisa.
__ADS_1
"umh...." Alisa hanya mengerang merasakan Geli pada gunung miliknya.
setelah Hendra puas memainkannya baru dia membuka ****** ***** Alisa dan menusukkan Senjata miliknya.
Salah 3 jam bermain Hendra membaringkan Alisa yang sudah lemas tak berdaya, dia menatap ana yang sedang menatap dirinya.
Tak Butuh waktu lama hendra membuka pakaian Ana, dia segera memasukan miliknya ke dalam Goa Ana hingga memenuhi Milik Ana.
"umh... I..ini sangat dalam" Ana mengerang saat merasakan Goa miliknya di masuki oleh senjata yang sangat besar.
Hendra bermain dengan Ana selama 3 jam sama seperti Alisa.
Esok hari
"Seperti biasa, mereka masih tidur jika belum di bangunkan" Hendra berjalan ke kamar mandi, dia membersihkan badannya serta menggosok gigi setelah itu kembali ke kamar dan membangunkan Alisa.
"Alisa,sekarang sudah jam 7, mau sampai kapan kalian tidur" Hendra menggoyangkan tubuh Alisa.
"Sudah pagi? perasaan baru saja tidur" Alisa bangun kemudian membangunkan ana dan yang lainnya
"Ana,Lidya,layla, bangun ini sudah pagi, Apa kalian tidak ingin ikut"
Semuanya segera duduk untuk melihat apakah yang di katakan Alisa benar.
"Aku akan pergi ke kamar mandi" Bangun dari tidur Lidya berjalan ke arah kamar mandi yang berada di kamar itu.
"Aku juga ingin ikut" Alisa berjalan mengikuti Lidya di belakang
"Kenapa kalian tidak mandi? kita akan berangkat pukul 7:30" Hendra bertanya kepada ana dan layla yang hanya duduk sambil menahan kantuk.
"Aku akan menunggu mereka saja" Ana menjawab dengan merebahkan tubuhnya kembali.
"Jangan memancingku, kamu tidak memakai selimut sekarang, jika tidak ingin di makan olehku tutupi tubuhmu" Hendra melihat Tubuh telanjang Ana sambil menelan slipanya
Ana meraih Selimut yang berada di sebelahnya, dia tidak ingin pagi ini bermain dengan Hendra karena semalam dirinya tak dikasih napas oleh hendra untuk berhenti.
__ADS_1
Di sisi lain
Robi sedang berlatih dengan Greg, dia sangat semangat ingin segera memiliki kekuatan untuk melindungi orang yang lemah.