
"Apa boleh berkenalan?" Chen Yu menawarkan dirinya untuk berkenalan dengan Hendra
"Hendra" Hendra mengulurkan tangannya
"Chen Yu" Chen Yu membalas uluran tangan Hendra
"Apa kamu bukan orang Negara H?" Hendra bertanya Karena nama Chen Yu bereda dengan nama negaranya.
"Aku lahir di negara H, tapi keluargaku dari Negara Y jadi margaku Chen, apa kamu memiliki marga?" Chen Yu bertanya apa Hendra memiliki Marga
"Marga? Apa itu? Aku tidak mengetahui apa yang kamu maksud" Jangankan Marga hendra saja hidup di panti asuhan.
"Marga adalah nama Keluarga, Aku Chen Yu dan nama ayahku adalah Chen Bai, jadi seperti itu"
"Aku tidak memiliki keluarga, mana mungkin mempunyai marga" Hendra Bicara dengan wajah lemas karena dia dari kecil ingin melihat wajah kedua orang tuanya.
"Maafkan aku" Chen Yu yang tahu perasaan yang di rasakan Hendra meminta maaf.
"Hei, kalian ingin terus disini? Aku sudah lama menunggu untuk lewat" Tiba-tiba seorang menggertak hendra yang menghalangi jalan seorang pria berbadan kekar.
"Bukannya masih luas jalannya?" Hendra menunjuk Jalan yang masih luas di sebelahnya
"Aku ingin lewat sini" Pria itu masih berdiri di belakang hendra dengan sorot mata tajam.
"Huh, sabar-sabar, aku jangan mencari ribut di sini" Hendra mengusap dadanya kemudian menyingkir dari jalannya.
"Dasar pria yang aneh" Chen Yu memaki laki laki itu saat tidak ada.
"Hendra, kamu disini untuk membeli apa? apa boleh berangkat bareng?" Chen Yu mendekat ke arah Hendra.
"Aku ingin membeli barang yang mewah untuk pesta ulang tahun, Boleh" Jawab hendra.
"Ulang tahun? ulang tahun siapa? cewek apa cowok? Tua atau muda?" Chen Yu bertanya dengan terus menerus membuat Hendra tak bisa menjawab satu persatu
"Kamu ini sebenarnya wartawan atau apa? Kenapa bertanya tidak satu persatu"
"Hehehe, maaf aku selalu bertanya begini, jadi ini menjadi kebiasaan aku" Chen Yu tertawa kecil ketika melihat hendra.
"Ulang tahun siapa?" Chen Yu bertanya.
"Katanya Wali Kota, tapi aku tidak tahu siapa namanya dan sepertinya dia tua" Jawab Hendra.
__ADS_1
"wali kota, bukannya itu ayahku? apakah dia juga akan menghadiri pesta? kalau begitu aku dapat menjadikannya pasangan untuk sementara, toh dia juga tampan" Batin Chen Yu yang sedang memperhatikan Hendra
"Sudah jangan berdiri di sini terus menerus, nanti kita menjadi pusat perhatian" Hendra berjalan pergi dari sana.
Chen Yu yang sudah merasa cocok dengan tipe idealnya dia membuntuti hendra kemanapun Hendra pergi.
"Kamu juga ingin mencari kado ulang tahun?" Hendra bertanya kepada Chen Yu yang selalu berada di dekatnya.
"Aku juga sama, tapi dengar dengan wali kota tidak menginginkan barang barang mewah, aku juga tidak tahu apa yang dia suka" Chen Yu memberitahukan Sedikit bocoran kepada hendra
"Hmmm, kalau begitu aku akan memberikannya jam tangan saja" Hendra segera berjalan ke arah toko jam tangan.
"Tunggu aku" Chen Yu berlari ke arah Hendra tetapi kaki kirinya terkilir membuatnya terjatuh.
"Ahh" teriak Chen Yu yang hampir terjatuh
Hendra mendengar teriakan Chen Yu, dia berbalik dan melihat Chen Yu akan terjatuh segera dia berlari dengan kecepatan yang dimilikinya.
"Ah, tidak sakit?" Chen Yu heran kenapa dia tidak Merasakan sakit ketika terjatuh
"hati-hati kalau berlari" ucap Hendra yang sedang memeluk tubuh Chen Yu
"Di...dia bagaimana bisa berada di sini? bukannya sebelumnya sudah sangat jauh? Kenapa dapat menahan aku yang akan terjatuh? ah dipikirin amat toh dia sudah menyelamatkanku, aku makin tertarik padanya" Chen Yu melihat Wajah Hendra yang sedang menatapnya.
"Lihat pasangan itu, mereka sangat serasi yang prianya tampan dan wanita cantik" ucap seorang
"Benar, dia sepertinya orang yang terpandang lihatlah pakaiannya dan wajah cantik/tampannya"
"Aku juga ingin memiliki pasangan seperti wanita itu, dia sangat beruntung"
"Menurutku mereka sama sama beruntung, yang wanita beruntung mendapatkan Laki-laki tampan dan satunya beruntung mendapatkan Wanita yang cantik"
"yah itu pandanganmu, pandangan orang berbeda beda jadi jangan samakan denganmu"
Semua orang yang berada di sana membicarakan Hendra dan Chen Yu, sampai sampai ada yang memvidiokan mereka dan mengupload nya di media sosial mereka sendiri.
"Ah, maafkan aku" Hendra segera memberdirikan tubuh Chen Yu
"Kamu sih meninggalkan aku" Chen Yu berbicara dengan wajah memerah.
[target terdeteksi]
__ADS_1
Nama : Chen Yu
umur : 25 tahun
pekerjaan : Ceo
nilai rata rata : 98%
ketertarikan : 50%
"a....Apa,umurnya 25 tahun? bukankah terlalu tua, dia seperti anak yang berumur 19, aku tidak dapat membedakannya dengan anak yang berumur 19 tahun" Hendra terkejut ketika melihat data dari Chen Yu yang ternyata sudah berumur 25 tahun
"Hendra......." Chen Yu ingin mengutak sesuatu tetapi dirinya malu untuk mengatakannya.
"Hm, ada apa?" Tanya Hendra melihat ke arah Chen Yu
"Aku ingin berbicara sesuatu... apakah.....apakah boleh" Chen Yu masih gugup untuk mengatakannya dia bertanya terlebih dahulu ke hendra
"katakanlah,aku akan mendengarkan" ucap Hendra yang masih fokus memilih jam tangan untuk diberikan ke wali kota.
"Tapi, bisakah kita jangan di sini? Aku malu untuk mengatakannya" Chen Yu melihat sekeliling dan melihat pasang mata yang menatapnya.
"Ckckck, bukankah ini pria bajingan sebelumnya, untuk apa dia di sini?" Yadi menghapiri hendra ketika melihat hendra yang sedang membeli jam tangan.
Hendra membiarkannya begitu saja, dia tidak akan bertindak jika tidak keterlaluan.
"wah, kamu sudah mendapatkan Wanita kembali, kamu belajar dari mana?" Yadi ingin memegang wajah Chen Yu tetapi tangan Hendra mencengkeram dengan kuat.
"Krek"
"ahhh, lepaskan bajingan, aku akan membunuhmu membunuhmu, cepat lepaskan jika tidak aku juga akan Membunuh semua keluarga bahkan wanita milikmu, dan memperkosanya di depan matamu" Yadi berteriak dengan keras dan memancing amarah hendra membuat hendra semakin panas dan mencengkeram dengan kuat.
"Arghh, ampun... ampun aku hanya bercanda, lepaskan aku" Yadi bersujud di lantai, dia sudah tidak tahan dengan cengkeraman yang di berikan hendra kepada tangan kanannya.
"Sialan, awas saja kau jika bertemu aku akan membunuhmu" Yadi berbicara dari jauh dengan marah
Hendra tak menanggapinya, dia menatap Chen Yu "katanya ingin berbicara, ayo kita kesana"
"Ba...baik" Chen Yu gugup saat melihat Hendra yang bertindak kejam kepada Yadi, tapi dia menyukai pria yang kejam.
"Kamu boleh berbicara" Hendra berhenti di toilet yang sepi agar Chen Yi nyaman untuk berbicara
__ADS_1
"Hendra... bisakah kamu mrmbantuku" Chen Yu berbicara sama seperti sebelumnya, dia gugup saat berbicara.
"Aku sudah mengatakan bahwa kamu dapat berbicara apa saja, aku akan mendengarkannya" ucap Hendra yang sudah berbicara kata seperti itu sebelumnya