
"A...apa hanya dengan mengajaknya makan malam dapat meningkatkan ketertarikannya" ucap Hendra dalam hatinya
"Hehehe, terima kasih atas bantuan yang kamu berikan" ucap Hendra
"Makannya kalau jadi pria itu harus sat set, jangan biarkan wanita yang kamu kejar dikejar oleh pria lain, hehe atas tanda terima kasih apa yang akan kamu berikan kamu berikan? Handphone keluaran baru? mobil? atau motor?" Ucap Robi bercanda
"Oh ya kebetulan aku mempunyai motor ninja apa itu aku lupa, bagaimana jika aku berikan kepada Robi?" Ucap Hendra
"Sistem apakah dapat memberikan hadiah sistem kepada seseorang?" Tanya Hendra
[Bisa tuan, oh ya mau mengingatkan bahwa tuan masih memiliki hutang 1 poin sistem]
"Apa apaan, sejak kapan aku memiliki hutang kepadamu" ucap Hendra
[Apakah tuan ingin dihukum oleh sistem jika tidak ingin membayar hutang dengan cara mencungkil kedua mata tuan]
"ahaha, aku baru ingat bahwa diriku memiliki Hutang kepadamu waktu itu, jangan khawatir, ketika aku mendapatkan poin sistem aku akan segera memberikannya padamu padamu" ucap hendra takut dirinya tidak mempunyai mata.
"Tenang saja, aku akan memberikanmu hadiah" ucap Hendra
"Kamu datanglah ke rumahku di Perumahan Lanang Jaya Nomor XXX" ucap Hendra
"Aku hanya bercanda, jangan menganggapnya terlalu serius" ucap Robi
"Aku serius, kamu datang saja ke alamat yang aku berikan nanti, aku pasti akan memberikanmu hadiah, lagi pula kamu adalah sahabatku yang paling dekat denganku dan sering memberimu makanan ataupun memberi uang, sekarang aku yang akan memperlakukanmu dengan baik " ucap Hendra
"kalau begitu aku akan pergi makan, kamu lanjutkan kencannya" ucap Hendra kemudian berjalan
"jangan lupa datang ya" ucap Hendra dari kejauhan
"dari mana dirinya mempunyai uang? Bukankah dia tidak bekerja? apakah dia memiliki warisan yang baru saja dia dapatkan?" Robi bertanya tanya dalam hatinya
"Hari ini sangat baik" ucap Hendra kemudian duduk
"Bruk"
"Apa apaan kamu, beraninya menumpahkan minuman itu ke tubuh tuan muda" ucap pengawal Tuan muda yang sekolah di sana
"bu..bukan Saya, saya tidak melakukannya, tu....tuan muda Yang melakukannya ketika saya berjalan" ucap perempuan itu membela dirinya karena tidak bersalah
"berani beraninya orang sepertimu menyalahkan tuan muda, aku akan" Pengawal itu tidak melanjutkan ucapannya karena di hentikan
"diam" ucap tuan muda itu yang bernama rendi
"Kamu, beraninya menuduhku, apa kamu ingin aku bunuh sekarang juga" ucap Rendi dengan sombongnya
"maafkan saya tuan, saya hanya ingin mengantarkan minuman ini ke sebelah sana, tiba tiba ada yang menarik saya ke arah tuan" ucap Wanita itu
"bagaiamana jika kamu menjadi wanitaku" ucap Rendi dengan tidak tahu malu
"A...ap, sa...saya Tidak mau tuan, saya akan mencoba melunasinya berapapun harganya, saya akan mencicilnya" ucap Wanita itu bernama Angelina
"Apa kamu sanggup membayarnya?" Ucap Rendi
"Di..dia menolaknya?"
"semua wanita menginginkan menjadi wanitanya tuan muda Rendi dan dia menolaknya? Bukankah itu keberuntungan yang di sia siakan"
__ADS_1
"benar, jika itu aku aku pasti akan menerimanya dengan cepat, betapa bahagianya aku memiliki pria yang tampan dan kaya"
Semua wanita yang berada di sana ingin menjadi wanita tuan muda Rendi tapi mereka tidak tahu sifat Rendi itu bagaiamana jika mereka sudah menjadi wanitanya.
[Misi terdeteksi]
[Bantu wanita itu mencari bukti bahwa dirinya tidak bersalah]
[Hadiah]
-Uang 150.000.000
[Hukuman]
- Sistem akan berpindah ke tubuh lain
[Durasi]
- 1 Jam
"lagi lagi hukumannya tidak bermoral" ucap Hendra dengan kesal
"Sa..saya akan mencicilnya" ucap Angelina
"Mencicil? butuh berapa tahun kamu mengganti Pakaian yang aku pakai ini" ucap Rendi memojokkan angelina
"berhenti, bukankah kamu sengaja menumpahkan minuman yang dia pegang? aku melihatnya dengan jelas" ucap Hendra mendekati wanita itu
"Kamu melihatnya? Apa kamu mempunyai buktinya? Bukankah kamu ini hanya mencari Perhatian wanita ini" ucap Rendi
"jika aku benar bagaiamana?" Ucap Hendra
"A..apa, tuan muda berlutut kepada pria itu? Apakah dia akan benar benar memegang janjinya jika dia kalah"
"tuan muda tidak akan kalah"
"Heh kau begitu bodoh, bukankah disana ada CCTV, kenapa tidak melihatnya saja" ucap Hendra
"A..ada CCTV? dimana?" Tanya Rendi celingak celinguk
"Lihatlah di pojok sana, kamu akan melihatnya jika matamu tidak tertutup dosa yang kamu lakukan" ucap Hendra
"Berani beraninya kamu mengejek tuan muda, aku akan membunuhmu" ucap pengawal itu kemudian menyerang hendra
"Swoosh"
"Bak"
"Bruk"
Hendra menahan pukulan yang diberikan kemudian menendang perutnya sampai terpental ke belakang hingga 3-4 meja ambruk
"Huhuhu, meja milikku, bagaimana ini" ucap pemilik kantin itu tidak berani memprovokasi hendra
"Bagaiamana jika kita lihat rekaman CCTV Itu?" Ucap Hendra
"Tidak perlu, bukankah sudah jelas jika Dia melakukannya dengan sengaja" ucap Rendi
__ADS_1
"Apakah kamu memiliki bukti?" Tanya Hendra
"bukankah sudah jelas jika pakaian yang aku pakai ini sudah basah terkena jus yang dia bawa" tunjuk Rendi kepada angelina
"Aku tidak melakukannya, kenapa kamu menuduhku, aku sudah bilang bahwa pakaianku ada yang menariknya" ucap Angelina dengan nada tinggi
"ada apa ini, kenapa kalian ribut di sini" tanya Pengawas sekolah yang baru datang
"ini pak ........." Hendra menjelaskan semuanya secara rinci dan kemudian pengawas itu membawakan rekaman CCTV
"kalian lihatlah, siapa yang salah" ucap Pengawas itu memberikan laptop yang ada rekaman CCTV
"baik" ucap Hendra kemudian mengambil laptop itu
"Ayo kita pergi" ucap Rendi yang tidak mau dipermalukan oleh hendra
"tuan muda Rendi, apakah kamu tidak mau melihat siapa yanh salah?" Ucap Hendra yang mengetahui Rendi pergi
"Tidak perlu, aku sudah melupakan kejadian ini" ucapnya
"Apakah kamu lupa bahwa kamu bertaruh denganku, apa kamu ingin mengingkari janji" ucap Hendra
"Bajingan ini, beraninya dia terus menerus memprovokasi tuan muda" ucap pengawal itu dengan geram
"Baik mari kita lihat" ucap Rendi dengan wajah merah karena marah
"lihat lah, bukankah itu tangan tuan muda," ucap Salah satu yang melihat vidio itu
"benar, itu tangan tuan muda rendi"
"Apakah tuan muda Rendi begitu picik?"
"pelankan suaramu, apa kamu ingin mati sebelum menjadi orang kaya" bisik temannya
"A.. aku lupa bahwa dia berada di sini" ucapnya kemudian menutup mulutnya
"Apa tuan muda Rendi sudah melihatnya?" Ucap Hendra
"Baik aku akan melakukan apa yang sudah kita taruhkan" ucap Rendi kemudian berlutut di hadapan hendra
[Misi selesai]
[Hadiah]
-Uang 150.000.000
[target terdeteksi]
Nama : Angelina
umur : 21 tahun
pekerjaan : Karyawan biasa
nilai rata rata : 93%
ketertarikan : 40%
__ADS_1
"hehehe, 2 3 pulau terlampaui" ucap Hendra tertawa dalam hatinya