SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
94


__ADS_3

Hendra melihat jika pria yang tidak dia kenal itu ketakutan saat melihat dirinya, dia berjalan ke arahnya dan bertanya "Siapa kamu? kenapa s'lalu ada di atap rumah dan melihat ke arah rumahku?"


"Tak Heran kamu dapat mengalahkan Adik seperguruanku, aku sebelumnya ingin menyelidiki kematian dia, tetapi karena sudah terlanjur ketahuan aku akan bertanya kepadamu" Ucap Jonggun, dia tidak bisa lari karena telah melihat kemampuan hendra yang tiba-tiba datang dan hilang begitu saja.


"Siapa adik seperguruanmu? Aku tidak pernah berurusan dengan orang sebelumnya" Hendra ingin tahu dengan orang yang di bicarakan pria di hadapannya itu.


"Apakah kamu tahu pria berjubah hitam? Dia adalah adik seperguruanku, bisakah kamu menjelaskan apa yang terjadi antara kalian sehingga aku tidak dapat menyelidiki kasus ini dan segera memberitahu guru" Sebenarnya Jonggun sedikit tidak percaya kepada Hendra jika dia menceritakan sendiri, tetapi karena tahu jika Hendra adalah orang baik dia mempercayai itu.


Hendra menjelaskan dari awal permasalahan mereka dan Jonggun mengangguk mengerti "kalau begitu aku minta maaf atas kesalahan yang di lakukan adik seperguruanku, aku pamit dulu" Jonggun membungkukkan tubuhnya sebelum pergi.


Hendra tersenyum karena permasalahan kali ini selesai, dia melihat mayat pria sebelumnya, Segera dirinya membawanya ke suatu tempat dan membakarnya.


Setelah melakukan pembakaran Hendra kembali ke rumahnya.

__ADS_1


"kamu habis dari mana?" Tanya Alisa yang sudah menunggu lama.


"Kenapa ada bercak darah pada Pakaianmu" Layla melihat beberapa darah pada Pakaian Hendra dan segera bertanya dengan panik.


"Ini..... Oh aku sebelumnya baru saja membersihkan hewan yang tertabrak di jalan sana, jadi tak sengaja darahnya menempel pada pakaianku" Hendra berbohong dan segera membuka pakaiannya untuk menghilangkan kecurigaan karena bau darah manusia berbeda dengan hewan.


Setelah mencuci pakaian yang terkena darah, Hendra kembali ke kamar dengan tidak menggunakan pakaian.


"Apa kita akan melakukannya malam ini?" Hendra mengambil pakaian dari lemari dan bertanya kepada mereka.


Sedangkan beberapa orang yang baru saja menginjakkan kaki di kamar Hendra merasa gugup.


Di Sebuah hutan, Jonggun sudah sampai di kediaman Gurunya.

__ADS_1


"Guru, saya sudah mencari informasi tentang pria itu dan kematian adik Yan" Ucap Jonggun dengan membungkuk.


"Ceritakanlah" Ucap Guru Jonggun yang ingin tahu.


Jonggun menceritakan apa yang dia dengar dari Hendra, "Tapi guru saya merasa ada yang di sembunyikan oleh adik Yan, sebelum saya mengetahui tentang kematian Yan Ji, Pendekar penutup mata datang dan menyerang pria yang membunuh Yan Ji"


"Bukankah itu hal yang wajar? bisa saja pria yang membunuh Adik seperguruanmu itu membuat masalah dengannya" Ucap Guru Jonggun yang tidak tahu jika Hendra telah membunuh Pendekar penutup mata.


"Tidak guru, Pendekar penutup mata tidak akan melakukan pergerakan sebelum anggotanya terbunuh ataupun terluka, Jika saya benar bisa saja Yan Ji bersekutu dengannya" Jonggun memiliki kewaspadaan yang tinggi.


"Huft! lagi-lagi aku telah gugur mendidik murid ku sendiri" Pria tua itu menghela napas dan menyandarkan kepalanya.


"Pria yang membunuh Yan Ji akan celaka" Ucap Jonggun membuat gurunya bingung.

__ADS_1


"Apa yang kamu maksud? coba ceritakan dengan jelas" Guru Jonggun sedikit kesal padanya karena hanya menceritakan ceritanya hanya setengah-setengah.


Jonggun menceritakan dimana Hendra dan Pendekar dengan penutup mata itu bertarung hingga pendekar penutup mata mati


__ADS_2