
Tanpa Ragu kembali Pria berjubah menyerang dengan kekuatan penuh.
"Swosh" Dengan kecepatan yang hampir sama dengan Guru Beladiri pria berjubah menyerang hendra.
"Jleb" Hendra tertusuk di bagian belakangnya
"Argh" Berteriak merasakan sakit pada tubuhnya Hendra terkulai menahan sakit.
"Buk" Ryan memukul Kepala hendra dengan keras
"Jleb" Pria berjubah Hitam menusukkan kembali Pisau dan mencabutnya.
"Dasar arogan, bahkan tidak fokus saat berkelahi" Ryan memaki Hendra.
"Kak, aku mohon lepaskan dia, jika kamu ingin membunuhku bunuh aku saja" Alisa berlari dan memohon kepada Ryan.
"Siapa kakakmu ******, bahkan aku tidak sudi menganggapmu sebagai adik" Ryan menendang Alisa sampai terjatuh.
"Jangan menyentuhnya brengsek" Hendra berteriak dengan suara yang serak.
"Apa? kamu memiliki aku saat seperti ini? lihat saja aku akan membunuhnya di dahapanmu" Ryan menendang Tubuh Alisa dengan penuh tenaga, Alisa tidak merasakan sakit dia hanya terpental berapa langkah.
"Lihat aku menentangnya, apa yang akan kamu lakukan? hanya melihat saja?" Ryan kembali menatap Hendra dengan senyum sinis.
"Aku pasti akan membunuhmu" Hendra menunggu penyembuhan dari sistem, tetapi itu sangat lama.
"Jangan bertele-tele, aku akan segera pergi" Pria Berjubah hitam itu berbicara dengan memberikan Pisau ke Ryan.
"Aku akan melakukannya sekarang" Ryan menangkap pisau yang di lemparkan kepadanya.
"berapa detik lagi" Hendra bertanya kepada sistem dengan panik.
[1 menit lagi tuan]
"sialan, kenapa lama sekali, itu sudah tidak tertolong lagi" Hendra mencoba untuk berdiri tetapi dirinya tidak bisa.
"Jleb" Ryan menusukkan Satu pisau Kepada tubuh Alisa.
Hendra melihat itu dia merasakan sakit pada dadanya, meraskan marah, kebencian yang mendalam, rasa membunuh, dan masih banyak lagi.
__ADS_1
[Skil tersembunyi aktif]
[Kemarahan : 100%
Kebencian : 100%
Rasa ingin membunuh : 100%
Tuan mendapatkan kekuatan 10 kali lipat dari kekuatan sebelumnya]
[Tubuh tuan tidak dapat menerima kekuatan yang besar]
[Tubuh tuan tidak dapat di kendalikan]
Hendra sudah tak sadarkan diri, dia tidak mendengar sistemnya berbicara, menatap Ryan dan pria berjubah itu dengan penuh kebencian, dia Berdiri dengan mata yang merah.
"Swoosh" Hendra tanpa sadar Menyerang dengan penuh amarah
"Sial, dia bisa berdiri setelah di tusuk beberapa tusukan?" Pria berjubah itu merasakan energi sangat besar mengarah ke arahnya.
"Bruk" Dia tidak bisa menghindarinya karena kekuatan yang di keluarkan oleh hendra sangat besar dan cepat membuat dirinya tidak dapat melihat serangan tersebut.
"Uhuk..... Sial.... aku tidak percaya jika dia memiliki kartu lain" Terpental beberapa meter dia meraskan dadanya sangat sakit karena serangan hendra sebelumnya.
"A...apa yang terjadi?" Ryan yang mendengar beberapa keributan dia menengok ke arah Hendra, dia sangat terkejut saat melihat Hendra yang sudah berdiri dan Pria jubah hitam batuk darah.
"Swoosh" Kembali Hendra menyerangnya dengan membabi buta, bahkan tanpa sadar menggunakan jurus yang dia tidak ketahui, dengan langkah cepat dan memunculkan beberapa belati kemudian menyerang ke arah Pria berjubah Hitam.
"Di...dimana datangnya belati itu? A..aku Tidak dapat bergerak.... ba....bahkan kece...kecepatannya ti..tidak dapat diperkirakan, Belatinya sudah.... tertancap di tubuh...ku" Berbicara terbata-bata saat dia meraskan belati menancap saat dia masih berbicara.
Setelah Hendra melihat Pria itu mati dengan keadaan beberapa belati menancap di tubuhnya dia berbalik dan melihat Ryan yang akan melarikan diri, dia mengejar dengan langkah cepat.
"Ma...maafkan Aku, aku tidak akan berani lagu memprovokasi dirimu dan Alisa, aku minta maaf" Ryan Berlari dengan sepenuh tenaga tetapi dirinya meraskan dirinya menabrak sebuah tubuh seseorang, setelah dia melihat wajahnya dia sangat terkejut jika itu adalah Hendra dan meminta maaf.
"krak" Hendra tidak mendengar dan merasakan apapun, dia memelintirkan Kepala Ryan dengan amarah yang masih menggebu.
"A...aku Tidak akan berani me...memprovokasi dirimu di kehi...dupan selanjutnya" Ryan berbicara dengan tubuh terpisah dengan kepala
[Misi selesai]
__ADS_1
[Hadiah]
-Uang 1.000.000.000
- 1 lembar buku Pil kecantikan
Hendra tidak mengetahuinya, dia Sedang tidak sadarkan diri saat ini.
tak berselang lama Hendra Tersadar kembali saat dia telah menghabisi semuanya, meraskan pusing pada kepalanya dan melihat sekeliling.
"Sudah sembuh? kalau begitu sudah 1 menit lebih? di...dimana Alisa?" Hendra berdiri sembari memegangi kepalanya yang sakit.
Melihat Tubuh dan kepala terpisah Hendra Tak mempedulikan, dia berjalan ke arah Alisa yang sudah tergeletak dan mengeluarkan darah yang banyak.
"Sial, aku bahkan tidak dapat melindungi satu wanitaku, jika saja aku memperkuat diriku sebelum mencari wanita mungkin itu lebih baik" Hendra meneteskan air mata saat melihat Alisa yang Mengeluarkan banyak darah.
"Greg, cepat ke sini, aku butuh bantuanmu" Hendra menelepon Greg untuk membereskan mayat Ryan dan pria jubah hitam.
"Baik bos" Greg tidak menanyakan apa kepentingannya, dia mendengar suara yang begitu menggelegar di telepon membuatnya panik.
Hendra tidak mempedulikan mayat mereka karena dirinya sudah menelepon Greg untuk menyelesaikan, membawa Alisa Ke dalam mobil dan mengemudikan mobil ke rumah sakit, dirinya tidak dapat mengobati Alisa karena hendra tidak memiliki peralatannya.
"Drrrrt" Di tengah jalan Hendra mendapatkan telepon dari Ana.
"Dimana kalian sekarang? kenapa bermesraan Disaat yang tidak tepat, kami sudah menunggu sangat lama di sini" Lidya bicara dengan kesal dari telepon.
"Aku akan ke rumah sakit, jika kalian ingin berlibur Silahkan saja" Hendra tidak memiliki banyak waktu, dia melaju dengan cepat sambil menahan emosi yang masih ada.
"Rumah sakit? siapa yang sakit?" Layla yang mendengar itu dia bertanya dengan panik.
"Aku tidak dapat menjelaskannya, jika ingin ke sini pergi ke rumah sakit Jiang untuk mengetahui kami, nanti aku akan kasih nomor kamarnya" Hendra mematikan teleponnya dan segera berfokus kembali menyetir.
"Apa yang terjadi? apakah mereka baik-baik saja?" Ana bertanya dengan menatap Layla dengan panik.
"Aku tidak mengetahuinya, tetapi Hendra pergi ke rumah sakit Jiang untuk berobat ataupun itu, dia akan memberi tahukan kepada kita ala yang terjadi di sana" Layla menjelaskan apa yang Hendra bicarakan dengannya di telepon.
"lalu apa yang kita lakukan, cepat pergi ke mobil dan segera menyusul" Lidya Berjalan dengan cepat, dia takut terjadi apa-apa terhadap Alisa dan Hendra
Layla dan Ana mengikuti Lidya, mereka juga sangat panik saat ini.
__ADS_1
Pada saat ini Greg sudah sampai di tempat dimana Hendra membunuh, dia melihat dua mayat yang tergeletak tak jauh dari dirinya.
"Miris sekali mereka, bahkan sampai ada yang kepalanya terpenggal, untungnya aku tidak melakukan hal yang lebih dari itu" Greg menyeret mayat Ryan ke dalam mobil nya dan juga mayat Pria jubah hitam, dia melihatnya sangat miris karena walaupun dia adalah Bos dari Kampung Bandit dia belum pernah membunuh