SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1

SISTEM KEKAYAAN AND HAREM 1
Dosen baru


__ADS_3

"Aku sedang masak nasi goreng, nanti aku akan membeli Sayuran dan daging" ucap Layla


"Apakah kamu sudah sembuh?" Tanya Hendra


"aku sudah sembuh tapi tidak bisa berjalan normal karena masih ada rasa sakit di bagian bawah" ucap Layla


"perlukah aku melihatnya?" Ucap Hendra


"Tcih, tidak perlu nanti kamu akan memakanku" ucap Layla


"hahaha aku hanya bercanda, lalu kamu apakah kamu akan pergi kelas hari ini?" Tanya Hendra kembali


"Aku akan pergi kelas" ucap Layla


"Sebaiknya jangan dulu, kamu baru sembuh, aku akan bicara kepada depannya bahwa kamu tidak masuk kelas karena sakit hari ini" ucap Hendra


"Baik aku akan mengikuti semua perkataanmu" ucap Layla


"Apa kamu mencium sesuatu?" Tanya Hendra yang mencium aroma Gosong


"Ah a..aku lupa bahwa sedang memasak, kamu sih mengajakku berbicara jadi lupa mematikan kompornya" ucap Layla segera bergegas mematikan kompor


"hehe, maafkan aku" ucap hendra Cengengesan


"Yah gosong, lalu bagaimana kita akan makan, sekarang kita tidak mempunyai beras ataupun roti" ucap Layla


"Kamu tidak perlu khawatir, aku akan memerankan makanan untukmu" ucap Hendra kemudian merogoh celananya


"Sudah, nanti tunggu sekitar 15-20 menit, kurir nya akan datang" ucap Hendra


"baik" jawab Layla


"Kalau begitu aku pergi membersihkan tubuh terlebih dahulu, kamu tunggu saja aku sudah membayarnya" ucap Hendra


Hendra mengambil handuk dan kemudian bergegas ke kamar mandi


10 menit kemudian


"Apakah belum datang?" Tanya Hendra yang sudah menyelesaikan mandinya


"Belum, baru 10 menit" jawab Layla


[Misi terdeteksi]


[Bunuh Ryan]


[Hadiah]


-Uang 1.000.000.000


-Buku pil kecantikan 1 lembar


[Hukuman]


-Tubuh tuan akan hancur


[Durasi]


-3 bulan


"Kenapa waktunya lama sekali? Lalu kenapa buku itu muncul kembali? kemudian siapa Ryan? aku sepertinya tidak mengenal dia?" Tanya Hendra

__ADS_1


[Waktunya lama karena kemampuan yang tuan miliki tidak cukup untuk membunuh Ryan, Anda harus mengumpulkan sebanyak 3 lembar buku kecantikan dan akan mendapatkan resep untuk kulit ataupun wajah, dan juga Ryan adalah Bos dari rangga Yang ingin membunuh Alisa dan ingin memiliki Perusahaannya]


"hmm apakah dia begitu hebat? kalau begitu aku akan mencoba nya 3 hari lagi" ucap Hendra karena penasaran dengan sosok Ryan


"Dan juga hadiahnya begitu menggiurkan bukan" ucap Hendra yang melihat hadiahnya 1 Milyar


Kafe


"Sial, kemana perginya si Rangga brengsek itu, aku sudah 1 hari penuh mencarinya tapi tidak ketemu" ucap Ray yang sudah stres jika dirinya tidak menemukan rangga pasti akan dihukum


"sudah lah,aku akan menerima hukuman apapun itu, lebih baik berikan informasinya kepada bos dulu" ucap Ray kemudian berdiri dan meninggalkan kafe


Rumah hendra


"Ding dong" bell Rumah di Tekan


"Ah itu pasti kurir nya aku akan segera mengambilnya" ucap Layla


"Kamu duduk saja, aku yang akan mengambilnya" ucap Hendra bergegas berdiri


"Ba-baik" jawab Layla kemudian duduk kembali


"terima kasih pak" ucap Hendra mengambil Makanannya kemudian pergi ke meja makan


"Kenapa kamu masih duduk di sana?" Tanya Hendra


"tidak apa-apa" jawab Layla kemudian berdir dari duduknya dan berjalan ke arah hendra


"Apa yang kamu belu?" Tanya Layla yang belum melihat isi dari kantong plastik yang di pegang hendra


"Aku membeli Ayam goreng" jawab Hendra kemudian mengambil semua ayam goreng beserta nasi nya


"Benar juga, aku terlalu banyak membelinya" jawab Hendra


"kalau begitu bagikan saja kepada orang yang membutuhkan makanan" ucap Layla


"ya, nanti aku akan memberikannya, kamu cepat makan" ucap Hendra lalu mengambil Piring yang berada di dekatnya


"Ting!Ting!Ting" tidak ada suara sama sekali saat mereka makan kecuali benturan antara sendok dengan piring


"Aku akan berangkat dulu" ucap Hendra kemudian mendekat ke arah layla


"Cup" hendra mencium Bibir layla dengan sekejap


"Ba-baik" jawab Layla lagi lagi gugup


"aku rasa kamu selalu menjawab dengan gugup? ada apa, apakah ada masalah?" Tanya Hendra heran


"tidak ada, ini karena kamu" jawab Layla


"karena aku? Apa yang terjadi denganku?" Tanya Hendra


"tidak tahu, pikir saja sendiri" ucap Layla berjalan dengan cepat sambil kaki renggang sedikit


"Apa Maksudnya? aku tidak mengerti? sudahlah lebih baik aku akan pergi ke kampus dulu kemudian memberitahukan bagwa Layla sedang sakit dan butuh waktu 2 hari untuk tidak masuk" ucap Hendra kemudian berjalan keluar


"mendesing" hendra menyalakan mobil miliknya kemduian berjalan dengan pelan


"Silahkan pak" ucap satpam yang menjaga rumah hendra


Hendra hanya tersenyum tak membalas ucapan pak satpam itu kemudian berjalan keluar gerbang

__ADS_1


"Pak" ucap Satpam yang berada di gerbang masuk menyapa hendra


"Ya, ada apa?" Tanya Hendra


"Maaf soal kemarin" ucapnya membungkukkan badannya


"tidak perlu begitu, kamu juga menjalankan tugas dengan baik, saya tidak mengalahkan dirimu, bahkan aku Tertarik dengan satpam sepertimu" ucap Hendra


"Apakah begitu? kalau begitu aku tidak melakukan kesalahan kemarin?" batin pak satpam itu dengan gembira


"oh ya tolong pak bagikan makanan ini ke orang yang sedang bekerja atau sedang tidak mempunyai makanan, jika bapak juga ingin ambil 1 atau 2" ucap Hendra memberikan sekantung plastik merah


"baik tuan, terima kasih" ucap satpam itu


5 menit kemudian


"Ah, ternyata memang sangat dekat dengan Universitas, tapi jika berjalan mungkin membutuhkan waktu 30 menit" ucap Hendra lalu memarkirkan mobil miliknya


"mobil siapa ini hen?" Tanya Robi yang baru saja datang barengan dengan Hendra


"Mobil milikku" jawab Hendra dengan jujur


"duit dari mana lo?" Tanya Robi


"Ini dapet dari hadiah" jawab Hendra


"hadiah apaan, memangnya ada hadiah semahal ini?" Tanya Robi kembali


"oh iya kemarin kamu kemana? Aku melihat postinganmu di pantai bersama seorang wanita?" Tanya Hendra


"ya iyalah memangnya lo yang hanya dirumah saja, memangnya ada apa dirumah? keluar dong biar dapat wanita" ucap Robi


"Hehehe untungnya aku dapat mengalihkan pembicaraannya" ucap Hendra dalam hati


"Kalau begitu aku pergi dulu" ucap Hendra


"mau kemana?" Tanya Robi


"udah jangan banyak tanya aja lo, ya capek jawabnya" ucap Hendra


"oh ya katanya sekarang ada dosen baru, apa kamu sudah mendengarnya?" Ucap Robi memberitahu Hendra


"Belum, untuk apa aku tahu?" jawab Hendra


"Hehehe katanya dosennya cantik dan baru berumur 23 tahun tapi berpenampilan layaknya seorang perempuan yang baru berumur 18-19 tahun loh" ucap Robi


"terus lo mau apain? Lo mau berpacaran dengannya?" Tanya Hendra


"yaelah gw udah punya pacar kali, itu gw buat kode supaya lo deketin, tapi minusnya dia sangat mudah marah" ucap Robi


"sudahlah aku akan pergi, kamu tunggu saja disini kalau sedang menunggu pacamu" ucap Hendra


"Hehehe lo tau aja kalau gw sedang menunggunya" ucap Robi


"Tok,Tok,Tok" Hendra mengetuk pintu


"masuk" ucap dosen dari dalam dengan suara lembut


"kreek" hendra membuka pintu


"ada perlu apa ?" Tanya dosen itu sambil fokus memainkan Laptop

__ADS_1


__ADS_2